Purnama Super dan Gerhana Bulan Total, Ini Pertunjukkan Langit 2022

Liberty Jemadu

Jum'at, 14 Januari 2022 | 00:38 WIB
Purnama Super dan Gerhana Bulan Total, Ini Pertunjukkan Langit 2022
Selama 2022 akan terjadi sekali gerhana bulan total, yakni pada November mendatang. Foto: Fase gerhana bulan sebagian terlihat di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta, Rabu (26/5/2021). [Antara/Aprillio Akbar]

Suara.com - Peneliti di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengatakan sejumlah fenomena astronomi menarik atau pertunjukkan langit dapat disaksikan masyarakat Indonesia pada 2022. Di antaranya adalah bulan purnama super, gerhana bulan total dan hujan meteor.

"Bulan purnama super atau bulan purnama perige adalah fase bulan purnama yang terjadi beriringan dengan ketika Bulan berada di titik terdekatnya dari Bumi atau disebut juga perige," kata Andi dalam keterangan tertulis di laman resmi Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Rabu (12/1/2022).

Andi yang merupakan peneliti di Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN menuturkan bulan purnama super terjadi setiap tahunnya setidaknya satu kali dalam setahun. Berikut adalah daftar pertunjukkan langit 2022 menurut BRIN:

1. Bulan Purnama Super
Puncak bulan purnama super terjadi pada 14 Juni 2022 pukul 18.51.35 WIB atau 19.51.35 WITA atau 20.51.35 WIT dengan jarak 357.658 kilometer (km).

Fenomena yang sama juga dapat disaksikan pada 14 Juli 2022 pukul 01.37.23 WIB atau 02.37.23 WITA atau 03.37.23 WIT dengan jarak 357.416 km. Bulan purnama super dapat disaksikan dari arah Tenggara hingga Barat Daya sebelum Matahari terbenam hingga setelah Matahari terbit.

2. Hujan meteor Perseid
Masyarakat dapat menyaksikan fenomena puncak hujan meteor Perseid pada 13-14 Agustus 2022. Perseid adalah hujan meteor yang titik radiannya berasal dari konstelasi Perseus. Intensitas maksimum hujan meteor ini adalah sebesar 100 meteor per jam.

Dengan ketinggian maksimum titik radian di Indonesia yang bervariasi antara 20,9° (Pulau Rote) hingga 37,8° (Sabang), intensitas hujan meteor Perseid berkurang menjadi 36 meteor per jam (Pulau Rote) hingga 61 meteor per jam (Sabang).

Titik radian Perseid terbit dari arah Timur Laut antara pukul 23.00 malam sebelumnya (untuk Sabang atau yang selintang) hingga pukul 01.00 waktu setempat (untuk Pulau Rote atau yang selintang).

Perseid dapat disaksikan hingga 25 menit sebelum Matahari terbit ketika titik radiannya berkulminasi di arah Utara. Perseid bersumber dari sisa debu komet 109P/Swifts-Tuttle. Kecepatan meteor pada hujan meteor Perseid tersebut dapat mencapai 212.400 km per jam.

baca juga

Perseid dapat diamati tanpa alat bantu optik, kecuali jika mengabadikannya dalam bentuk citra maupun video. Hujan meteor itu akan tampak jelas ketika cuaca cerah, bebas penghalang di sekitar medan pandang, dan bebas dari polusi cahaya.

3. Gerhana bulan total
Masyarakat dapat menyaksikan gerhana bulan total pada 8 November 2022 dengan durasi total selama 1 jam 24 menit 58 detik dan durasi umbral (sebagian+total) selama 3 jam 39 menit 50 detik.

Lebar gerhana bulan total kali ini sebesar 1,3589 dengan jarak pusat umbra ke pusat Bulan sebesar 0,2570. Gerhana tersebut termasuk ke dalam gerhana ke-20 dari 72 gerhana dalam Seri Saros 136 (1680-2960).

Puncak gerhana bulan dapat diamati di seluruh Indonesia kecuali Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Bengkulu.

Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi. Itu disebabkan oleh konfigurasi antara Bulan, Bumi dan Matahari membentuk satu garis lurus.

Selain itu, Bulan berada di dekat titik simpul orbit Bulan, yakni perpotongan antara ekliptika (bidang edar Bumi mengelilingi Matahari) dengan orbit Bulan.

Gerhana bulan total terjadi pada fase bulan purnama, akan tetapi, tidak semua fase bulan purnama dapat mengalami gerhana bulan.

Itu dikarenakan orbit Bulan yang miring 5,1 derajat terhadap ekliptika dan waktu yang ditempuh Bulan untuk kembali ke simpul yang sama lebih pendek 2,2 hari dibandingkan dengan waktu yang ditempuh Bulan agar konfigurasinya dengan Bumi dan Matahari membentuk satu garis lurus.

Oleh sebab itu, Bulan tidak selalu berada di bidang ekliptika ketika purnama berlangsung.

Gerhana bulan total yang dapat teramati di Indonesia untuk satu dekade berikutnya akan terjadi pada 8 September 2025, 3 Maret 2026, Malam Tahun Baru 2029, 21 Desember 2029, 25 April 2032 dan 18 Oktober 2032.

4. Hujan meteor Geminid
Selanjutnya, pada 14-15 Desember 2022, masyarakat bisa menyaksikan puncak hujan meteor Geminid. Geminid adalah hujan meteor yang titik radiantnya berasal dari konstelasi Gemini.

Intensitas maksimum hujan meteor ini sebesar 120 meteor per jam, sehingga, dengan ketinggian maksimum titik radian di Indonesia yang bervariasi antara 46° (Pulau Rote) hingga 63° (Sabang), intensitasnya berkurang menjadi 86 meteor/jam (Pulau Rote) hingga 107 meteor per jam (Sabang).

Geminid dapat disaksikan dari arah Timur Laut hingga Barat Laut sejak pukul 20.30 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

Geminid bersumber dari sisa debu asteroid 3200 Phaethon. Kelajuan meteor pada Geminid dapat mencapai 126.000 km per jam.

Geminid tetap dapat diamati tanpa alat bantu optik. Pengamatan akan tampak lebih jelas ketika cuaca cerah, bebas dari penghalang di sekitar medan pandang, dan bebas dari polusi cahaya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar, Teknologi BRIN Berpotensi Tekan Emisi 79 Persen

Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar, Teknologi BRIN Berpotensi Tekan Emisi 79 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:00 WIB

Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:08 WIB

BRIN Paparkan Riset ke Prabowo: Potensi Limbah Sawit Jadi Listrik

BRIN Paparkan Riset ke Prabowo: Potensi Limbah Sawit Jadi Listrik

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Minta Update Perkembangan Riset

Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Minta Update Perkembangan Riset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Prabowo Mendadak Panggil Kepala BRIN ke Istana Malam Ini, Ada Apa?

Prabowo Mendadak Panggil Kepala BRIN ke Istana Malam Ini, Ada Apa?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla, Siapa Saja yang Hadir?

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla, Siapa Saja yang Hadir?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Kemenyan Berpotensi Jadi Bahan Parfum dan Aromaterapi, Bagaimana Manfaatnya bagi Masyarakat?

Kemenyan Berpotensi Jadi Bahan Parfum dan Aromaterapi, Bagaimana Manfaatnya bagi Masyarakat?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Catat Tanggalnya! 4 Fenomena Langit Langka Ini Siap Hiasi Bulan Oktober 2026

Catat Tanggalnya! 4 Fenomena Langit Langka Ini Siap Hiasi Bulan Oktober 2026

Tekno | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Kemensos dan BRIN Tandatangani MoU untuk Perkuat Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Kemensos dan BRIN Tandatangani MoU untuk Perkuat Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Terkini

Said Didu: Infonya Sejak Prabowo Jadi Menhan, Sudah Disadap

Said Didu: Infonya Sejak Prabowo Jadi Menhan, Sudah Disadap

News | Jum'at, 06 November 2026 | 10:19 WIB

Semua Aset Kripto Anjlok, CFX10 Jadi Merosot 5,61%

Semua Aset Kripto Anjlok, CFX10 Jadi Merosot 5,61%

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 10:19 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 6 November 2026, Cek Apakah Kamu Termasuk!

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 6 November 2026, Cek Apakah Kamu Termasuk!

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 10:19 WIB

Respons Tenang Jokowi saat Disinggung Isu Pemakzulan Gibran

Respons Tenang Jokowi saat Disinggung Isu Pemakzulan Gibran

News | Jum'at, 06 November 2026 | 10:07 WIB

6 Perangkat Smart Home Xiaomi di Indonesia, Harga Mulai Rp759 Ribu

6 Perangkat Smart Home Xiaomi di Indonesia, Harga Mulai Rp759 Ribu

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 10:07 WIB

Sinergi Bappisus dan PLN Dorong Penguatan Keandalan Listrik Nasional

Sinergi Bappisus dan PLN Dorong Penguatan Keandalan Listrik Nasional

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 10:04 WIB

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Masih Naik Tinggi Jadi Rp2.565.000/Gram.

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Masih Naik Tinggi Jadi Rp2.565.000/Gram.

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 10:02 WIB

Strawberry, Ice Cream, and You: Luka Keluarga yang Tak Mudah Disembuhkan

Strawberry, Ice Cream, and You: Luka Keluarga yang Tak Mudah Disembuhkan

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 10:00 WIB

Menapaki Jabal Rahmah, Bukit Penuh Kisah di Padang Arafah

Menapaki Jabal Rahmah, Bukit Penuh Kisah di Padang Arafah

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 10:00 WIB

Rekor Kandang Jadi Taruhan Gomes Jelang Duel Panas Madura United vs Arema FC

Rekor Kandang Jadi Taruhan Gomes Jelang Duel Panas Madura United vs Arema FC

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 09:59 WIB

×