facebook

Literasi Digital Prioritas Utama Kominfo untuk Sukseskan Presidensi G20

Liberty Jemadu
Literasi Digital Prioritas Utama Kominfo untuk Sukseskan Presidensi G20
Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi. [Kominfo]

Kominfo ingin G20 menetapkan standar literasi digital seperti yang dilakukan Indonesia.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia ke level baik menjadi prioritas utama pihaknya untuk menyukseskan Presidensi Indonesia dalam ajang G20.

“Jadi dari segi isu literasi digital, di dalam G20 Indonesia mendorong untuk menyiapkan pengukuran kecakapan digital dan literasi digital. Ini sedang digodok antara Kominfo, CSIS, dan University of Oxford," kata Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi dalam acara peluncuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Tujuan upaya ini adalah untuk mendorong pengukuran literasi digital dan kecakapan digital itu berlaku untuk semua negara G20. Peningkatan literasi digital juga sedang digalakkan di Indonesia.

Dalam forum G20, Indonesia telah menetapkan literasi digital menjadi isu pembahasan utama yang akan dibahas bersama negara- negara peserta dan tentunya itu akan berdampak besar di dalam ajang tersebut.

Baca Juga: Indeks Literasi Digital Indonesia Diklaim Naik

Pengukuran literasi digital yang nantinya diajukan dalam G20 akan menjadi tolok ukur dari negara menyiapkan masyarakatnya untuk menghadapi realitas baru di era digital.

Dedy kemudian menjelaskan pengukuran kecakapan digital bisa dianggap sukses seperti layaknya membangun sebuah rumah yang memiliki pondasi, pilar, dan atap.

Pada bagian pondasi, negara hadir menyiapkan infrastruktur dan ekosistem yang layak untuk ruang digital bisa berkembang. Ketika kedua hal itu sudah disiapkan dengan matang, hal selanjutnya adalah pilar- pilar yang perlu dipasang agar bisa menjadi rumah.

Setidaknya ada tiga pilar yang bisa didirikan di atas pondasi infrastruktur dan ekosistem digital yaitu; literasi digital, empowerment, dan pekerjaan.

“Literasi digital ini jadi pilar pertama, yang harus didorong bisa bergerak secara progresif dan berkelanjutan. Pada pilar kedua setelah literasi dibangun orang- orang harus bisa diberdayakan membuat mereka bisa produktif dari penggunaan internet. Lalu yang ketiga adalah pekerjaan akhirnya orang bisa menghasilkan pendapatan dari kecakapan- nya tersebut,” kata Dedy.

Baca Juga: Kominfo Terbitkan Buku Elektronik G20Pedia

Pada bagian atap inilah pengukuran kecakapan digital melengkapi pondasi dan pilar- pilar untuk mengevaluasi keberhasilan sebuah negara dalam menyiapkan masyarakatnya di era digital.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar