BRIN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Kebakaran Hutan di Riau

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 06 April 2022 | 17:47 WIB
BRIN Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Kebakaran Hutan di Riau
Sejumlah personel TNI AU memasang penampung garam atau consul pada Pesawat CN 295 dalam Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (3/1/2020). [Antara/Aprillio Akbar]

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan di Riau untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Rencana dimulai tanggal 11 April 2022, tapi masih menunggu kesiapan dukungan pesawat TNI (Tentara Nasional Indonesia)," kata Koordinator Laboratorium Pengelolaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) BRIN Budi Harsoyo di Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Budi menuturkan operasi TMC di Riau bertujuan untuk mengantisipasi bencana karhutla dengan cara membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar dan menekan potensi risiko bencana karhutla.

Operasi TMC ditargetkan dapat menjaga tinggi muka air tanah gambut agar tetap berada di batas atas ambang batas (treshold) kekeringan, dan direncanakan berlangsung selama 15 hari dengan dukungan anggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk sementara ini, BRIN menyiapkan 20 ton bahan semai NaCl powder untuk rencana pelaksanaan 15 hari operasi TMC di Riau.

"Anggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan didukung oleh PT RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper)," tuturnya.

Pelaksanaan operasi TMC di Riau terselenggara atas kerja sama BRIN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana , dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kegiatan itu juga melibatkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, dan PT RAPP.

Sebelumnya, berdasarkan analisis BMKG, pemantauan dinamika atmosfer pada saat iklim wilayah Indonesia dipengaruhi La Nina lemah-Netral. Kondisi itu menyebabkan musim kemarau tetapi agak basah daripada normalnya.

Baca Juga: Kampung Saukobye Menolak Bandar Antariksa, 'Satelit Tak Bisa Kami Makan, Tapi Alam Beri Kehidupan'

Koordinator Data dan Informasi BMKG Wilayah Riau Marzuki dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis (17/3), mengatakan kewaspadaan tinggi karhutla masuk awal musim kemarau periode II diprakirakan pada Mei hingga September dengan puncak kemarau diprakirakan pada Juni hingga Juli.

Namun demikian kesiapsiagaan berbagai pihak perlu dilakukan sejak Mei hingga September. Pada periode tersebut, wilayah Riau berada pada musim kemarau.

"Namun pada Mei ini merupakan masa peralihan di sebagian wilayah masih berpotensi hujan, atau peralihan dari musim hujan ke kemarau," ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI