BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan

Muhammad Yasir, Lilis Varwati

Minggu, 26 April 2026 | 19:00 WIB
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
Tim Ekspedisi Wanadri memaparkan rencana ekspedisi "Ibu Karang" dalam acara Deep and Extreme Indonesia (DXI) di Jakarta, Minggu (26/4/2026). [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Ekosistem terumbu karang di perairan Pulau Buru mengalami kerusakan masif akibat penggunaan bom ikan dan pencemaran limbah berbahaya.
  • Tim Wanadri dan BRIN akan melakukan ekspedisi restorasi dengan menanam ribuan fragmen karang pada bulan Juni mendatang.
  • Program ini bertujuan memulihkan kondisi laut serta menyediakan data riset untuk mendorong kebijakan perlindungan ekosistem yang lebih ketat.

Suara.com - Ekosistem bawah laut Pulau Buru, Maluku, dilaporkan dalam kondisi hancur lebur dan berserakan akibat praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan.

Menanggapi kerusakan masif tersebut, tim penyelam perempuan Wanadri bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan meluncurkan ekspedisi restorasi untuk menanam ribuan fragmen karang pada Juni mendatang.

Ketua Tim Ekspedisi Wanadri, Endah Sulistianti, mengungkapkan potret memilukan hasil survei lapangan yang menunjukkan bahwa kerusakan karang telah merata di hampir seluruh titik perairan Pulau Buru.

"Yang pasti keliatan sudah hancur dan berserakan. Itu agak masif di semua tempat," ujar Endah saat ditemui dalam acara Deep and Extreme Indonesia (DXI) di JCC, Minggu (26/4/2026).

Kerusakan fisik akibat ledakan bom diperparah oleh ancaman pencemaran kimiawi. Aktivitas tambang emas di wilayah tersebut diduga telah mencemari seluruh area laut dengan zat berbahaya serta mikroplastik.

Penyelamatan ekosistem ini, menurut Endah, mendesak dilakukan agar fungsi laut sebagai penyokong kehidupan masyarakat tidak lumpuh total.

Wanadri menargetkan ekspedisi "Ibu Karang" ini tidak hanya untuk pemulihan fisik, tetapi juga sebagai langkah advokasi data kepada pemerintah guna melahirkan kebijakan perlindungan laut yang lebih ketat.

"Kita sudah koordinasi lintas sektoral. Mudah-mudahan, apa yang kita dapat nanti, di pendataan, ataupun di riset-riset, dan restorasi terumbu karang ini, bisa memberikan dampak perbaikan dalam hal kebijakan," tegas Endah.

Sementara peneliti BRIN, Rita Rachmawati menyebut kondisi karang di Pulau Buru berada di titik kritis.

baca juga

Selain aksi brutal bom ikan, faktor alam seperti sedimentasi tinggi dan perubahan iklim disebut turut andil dalam memperburuk degradasi laut Maluku.

"Sedimentasi itu biasanya, kenapa dia meningkat, bisa dari semakin banyak ekosistemasi masyarakat. Juga ada perubahan iklim yang menambah perubahan pola sedimentasi," jelas Rita.

Ia juga mewanti-wanti bahaya mikroplastik yang kini mulai mendominasi perairan akibat akumulasi sampah selama bertahun-tahun.

"Kalau untuk cemaran, dia sifatnya pelan-pelan, tidak terlihat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suara dari Tanah Buangan: Menguak Memoar Pulau Buru dalam Sejarah Indonesia

Suara dari Tanah Buangan: Menguak Memoar Pulau Buru dalam Sejarah Indonesia

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 17:10 WIB

Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?

Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:10 WIB

Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?

Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?

News | Senin, 13 April 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×