Array

Cara Google Melawan Misinformasi dan Disinformasi di Platformnya

Jum'at, 08 April 2022 | 14:48 WIB
Cara Google Melawan Misinformasi dan Disinformasi di Platformnya
Logo Google. [Mitchell Luo/Unsplash]

Suara.com - Google memiliki beragam cara untuk meminimalisir misinformasi dan disinformasi yang tersebar di platformnya.

Senior Public Policy Manager, Information Integrity at Google, Clement Wolf mengatakan, disinformasi bertentangan dengan misi dan semua yang ingin dicapai oleh Google maupun produknya.

"Oleh karena itu, kami berinvestasi besar-besaran demi melawan berbagai upaya yang bertujuan untuk menipu, membahayakan, atau memanfaatkan pengguna, serta demi menekan penyebaran informasi berkualitas rendah di layanan kami," kata Wolf dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/4/2022).

Pertama, Wolf menerangkan kalau Google bisa mengurutkan informasi yang lebih kredibel ketika pengguna mencarinya di Search.

Dengan itu, berita yang memadai dan terpercaya bisa tampil di peringkat teratas.

Kedua, Google memiliki kebijakan yang melarang berbagai aktivitas yang tak sesuai di platform.
Misalnya, seperti orang yang membuat pernyataan tidak benar atau keliru, peniruan identitas, hingga disinformasi kesehatan.

Ilustrasi misinformasi, hoax, atau beirta palsu. [Memyselfaneye/Pixabay]
Ilustrasi misinformasi. [Memyselfaneye/Pixabay]

"Kami secara berkala merilis laporan yang memerinci cara kami menegakkan kebijakan tersebut atau meninjau konten yang dilaporkan melanggar hukum setempat," tambah dia.

Contohnya, Google memiliki laporan Transparansi Penegakan Pedoman Komunitas YouTube yang berisi detail terkait tindakan yang dilakukan di YouTube setiap kuartal.

Ada juga laporan Keamanan Iklan tahunan berisi tindakan yang dilakukan untuk melindungi integritas produk periklanan.

Baca Juga: Google Siapkan Fitur Baru di Android 13, Bisa Ancam Fungsi Kartu SIM Fisik

Ketiga, Google melakukan pemberdayaan ke pengguna dengan literasi media dan konteks.

Ini mereka lakukan lewat dengan bekerja sama ke berbagai pihak dalam program seperti Smart School Online, Yuk Berinternet dan Mading Sekolah, Stop Hoax Indonesia, dan Tular Nalar.

Keempat, Google bekerja sama dengan ekosistem berita untuk mendukung jurnalisme berkualitas.

Ini mereka lakukan melalui Google News Initiative dan berkolaborasi dengan seluruh ekosistem berita, dari jurnalis, pengecek fakta, peneliti, dalam upaya untuk menciptakan pemberitaan berkualitas serta melawan misinformasi.

Terakhir, Google juga memiliki teknologi untuk mengecek gambar seperti deepfake.

Teknologi ini memungkinkan pengguna apakah konten itu benar-benar asli atau memang editan dalam bentuk deepfake.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI