Metode Hilal Arab Saudi Canggih, Ini Perbedaannya dengan Indonesia

Senin, 02 Mei 2022 | 13:33 WIB
Metode Hilal Arab Saudi Canggih, Ini Perbedaannya dengan Indonesia
Sebagai pusat umat Muslim dari seluruh penjuru dunia, Arab Saudi terus mengupayakan kemajuan teknologi penentuan hilal. (unsplash.com)

Suara.com - Penentuan hilal atau penanggalan dalam tahun Hijriyah dilakukan untuk mempublikasikan hari-hari besar beserta elemen keagamaan lainnya, seperti Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Arab Saudi sebagai negara Islam yang menjadi pusat teknologi beserta ilmu pengetahuan Keislaman, memiliki cara khusus dalam penentuan hilal. Hal ini berbeda dengan yang dilakukan di Indonesia.

Metode yang digunakan Arab Saudi dalam penentuan penanggalan Hijriyah disebut sebagai rukyatul hilal. Dalam metode ini, ada 3 cara yang sering dilakukan, yaitu pengamatan menggunakan teleskop, pengamatan astronomi, serta pengamatan dengan mata telanjang.

Para pengamat diperbolehkan menggunakan semua metode, yang dibagi menjadi beberapa titik pengamatan di daerah Arab Saudi. Informasi yang dihimpun dari tiap tiap daerah bisa menjadi acuan bagi penentuan penanggalan, termasuk penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal.

Pada tahun ini, Arab Saudi kembali mengumumkan bulan Ramadhan yang jatuh pada tanggal 2 April 2022 lalu, lebih awal dibanding penanggalan Hijriyah di Indonesia. Hal ini diperkirakan karena adanya perbedaan standar derajat dalam astronomi.

Perbedaan lain adalah peralatan yang digunakan oleh Arab Saudi merupakan teknologi terbaru dan memiliki nilai toleransi yang tinggi dalam pengukuran, sehingga dinilai lebih akurat.

Penentuan penanggalan ini juga menggunakan metode astronomi, di mana letak bulan yang sejajar dengan Bumi dan Matahari akan menghasilkan bentuk bulan sabit yang menandakan berawalnya bulan selanjutnya.

Metode yang digunakan di Indonesia tentu berbeda dengan Arab Saudi. Indonesia sendiri masih menganut pengamatan independen dengan standar 3 derajat yang jadi penentu penanggalan awal bulan.

Sehingga, secara garis besar bisa dikatakan bahwa perbedaan metode penentuan hilal di Indonesia dan Arab masih menjadi pertanyaan besar, mengingat secara geografis Indonesia dan Arab masih berada di benua yang sama. 

Baca Juga: Viral Seorang Anak Mudik tanpa Beri Kabar Orang Tuanya, Netizen: Siapa Iris Bawang?

Menyandur dari Aljazeera, metode Arab Saudi ini juga diikuti oleh negara Timur Tengah lainnya seperti Kuwait,Omar, dan Qatar. Sedangkan beberapa negara lain di Asia Tenggara termasuk Brunei dan Indonesia masih menganut metode independen.

Perbedaan penanggalan 1 Ramadhan 1443 H kemarin dengan penganggalan di Arab Saudi masih menjadi evaluasi pemerintah dalam penggunaan teknologi, demi penanggalan yang lebih akurat.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI