Heat Islands, Pemicu Panas yang Menyengat Jabodetabek Belakangan Ini

Liberty Jemadu

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:50 WIB
Heat Islands, Pemicu Panas yang Menyengat Jabodetabek Belakangan Ini
Fenomena heat islands disebut sebagai pemicu cuaca panas menyengat di Jabodetabek sejak Mei 2022. Foto: Petugas Stasiun Klimatologi BMKG Kelas II Tangerang Selatan mengamati penyinaran matahari dengan menggunakan alat Campbell Stokes di Taman Alat Stasiun Klimatologi BMKG Pondok Betung, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (10/5/2022). Berdasarkan data hasil pengamatan BMKG Pusat, suhu maksimum selama periode tanggal 1- 7 Mei 2022 berkisar antara 33- 36.1 derajat Celcius dengan suhu maksimum tertinggi mencapai 36.1 derajat celcius terjadi di wilayah Tangerang (Banten) dan Kalimarau (Kalimantan Utara). [Antara/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Sejumlah pakar menjelaskan bahwa heat islands adalah pemicu panas menyengat yang dirasakan warga Jabodetabek sejak Mei lalu. Apa itu heat islands? Berikut jabarannya seperti dijelaskan dalam The Conversation:

Sejak awal Mei lalu, sejumlah warga di Jabodetabek mengeluhkan cuaca panas yang menyengat di daerah perkotaan. Ternyata ini tak hanya dialami sebagian orang. Badan Klimatologi Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan suhu panas memang terjadi di beberapa tempat di Sumatera dan bagian selatan Indonesia: seperti di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Melalui keterangan tertulis, BMKG melaporkan setidaknya 8 stasiun cuaca mencatat suhu udara maksimum >35°C. Dua stasiun yakni Kalimaru (Kalimantan Timur) dan Ciputat (Banten) bahkan mencatat suhu tertinggi mencapai 36°C selama beberapa hari.

Namun, BMKG tak mencatat ini sebagai kejadian ekstrem, misalnya panas yang diakibatkan gelombang panas. Menurut pelaksana tugas Deputi Klimatologi BMKG, Urip Haryoko, peningkatan suhu pada bulan Mei merupakan hal yang wajar karena posisi gerak semu matahari.

Ini diperparah adanya pusaran angin kembar (double vortex) di kawasan barat Sumatra dan bagian utara Kalimantan yang menyebabkan angin di sebagian Jawa dan Sumatra menjadi lemah. Akhirnya, udara dan panas cenderung tidak bergerak ke mana-mana.

Panas juga kian menyiksa karena kelembaban udara yang tinggi, terutama di kawasan pesisir.

“Lebih hangatnya suhu muka laut (yang terdeteksi) di wilayah Samudera Hindia di sebelah barat Sumatera dan Laut Jawa. Hal ini akan menambah suplai udara lembab akibat penguapan yang lebih intensif dari permukaan lautan,” kata Urip, dalam keterangan tertulis.

Dosen Program Studi Meteorologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Joko Wiratmo, membenarkan faktor di atas sebagai pemicu cuaca panas di sebagian wilayah di Indonesia.

Namun, dia menduga faktor pemicu sebenarnya lebih dari itu, terutama di perkotaan yang dipadati bangunan dan aktivitas manusia.

baca juga

“Tutupan lahan yang berubah mengakibatkan kota-kota besar mengalami ‘heat islands’. Ini terjadi ketika wilayah urban suhunya cenderung lebih tinggi dibanding wilayah sekitarnya,” tutur Joko saat dihubungi.

Apa itu heat islands?
Pengertian heat islands merujuk pada suatu kawasan perkotaan yang lebih panas dibandingkan daerah sekitarnya karena aktivitas manusia.

Menurut Joko, fenomena tersebut merupakan imbas dari gugurnya pohon-pohon di kawasan perkotaan, yang berganti menjadi bangunan, jalan raya, pabrik-pabrik, serta peruntukan lainnya. Panas juga berasal dari emisi sektor industri, pembangkit listrik, dan transportasi pribadi maupun umum.

Serangkaian aktivitas manusia itu kemudian membuat panas terperangkap ke permukaan. Temperatur dapat semakin tinggi jika banyak awan-awan tipis yang membuat udara terperangkap di kawasan kota.

Fenomena ini, kata dia, sudah terjadi di kota besar di tanah air seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, Medan, sampai Makassar. Banyak juga penelitian yang mengonfirmasi fenomena ini sebagai biang keladi panasnya suhu perkotaan.

Di Jakarta, misalnya, riset merekam temperatur permukaan yang melebihi 30°C pada 2008 melingkupi 36,5% wilayah ibu kota (23.846 hektare). Lima tahun berselang, temperatur ini sudah meluas ke 84,7% wilayah DKI (55.340 hektare).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

BMKG Bunyikan Alarm Dini Peringatan Hujan di Jabodetabek Hari Ini

BMKG Bunyikan Alarm Dini Peringatan Hujan di Jabodetabek Hari Ini

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:29 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 16:05 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:59 WIB

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:18 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:41 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Kasus Perundungan di Pemalang, KemenPPPA Ingatkan Anak Terduga Pelaku Tetap Harus Dilindungi

Kasus Perundungan di Pemalang, KemenPPPA Ingatkan Anak Terduga Pelaku Tetap Harus Dilindungi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Tak Perlu Mahal, 6 HP Rp2 Jutaan Ini Sudah Dibekali Fitur NFC

Tak Perlu Mahal, 6 HP Rp2 Jutaan Ini Sudah Dibekali Fitur NFC

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Perbedaan Maskara Dazzle Me Lock & Pop Kemasan Hijau, Pink, dan Hitam

Perbedaan Maskara Dazzle Me Lock & Pop Kemasan Hijau, Pink, dan Hitam

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Motul Perkuat Kemitraan Teknis dengan McLaren Racing

Motul Perkuat Kemitraan Teknis dengan McLaren Racing

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Nikahi Kakak Beradik, Jang Dong Yoon dan Lee You Jin Jadi Saudara Ipar

Nikahi Kakak Beradik, Jang Dong Yoon dan Lee You Jin Jadi Saudara Ipar

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Buat Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Susut Jadi USD146,3 Miliar

Buat Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Susut Jadi USD146,3 Miliar

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Serial Dead-End Job Tayang 30 Oktober, Lee Jae Wook Hadapi Pekerjaan Maut

Serial Dead-End Job Tayang 30 Oktober, Lee Jae Wook Hadapi Pekerjaan Maut

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Wartawan di Madina Jadi Korban Tabrak Lari Betor, Polisi Amankan Pelaku

Wartawan di Madina Jadi Korban Tabrak Lari Betor, Polisi Amankan Pelaku

Sumut | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Flip Error Sejak 3 Oktober! Begini Cara Cepat Tarik Saldo Anda Agar Tidak Tertahan

Flip Error Sejak 3 Oktober! Begini Cara Cepat Tarik Saldo Anda Agar Tidak Tertahan

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Bikin Onar Saat Timnas Juara, 8 Anggota Geng Motor di Medan Ditangkap

Bikin Onar Saat Timnas Juara, 8 Anggota Geng Motor di Medan Ditangkap

Sumut | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:50 WIB

×