Array

Telkom Akan Perbesar Potensi Sinergi dengan LinkAja dan GoTo

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 27 Mei 2022 | 22:56 WIB
Telkom Akan Perbesar Potensi Sinergi dengan LinkAja dan GoTo
Logo Telkom. [Suara.com/Aditya Gema Pratomo]

Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. akan memperbesar potensi sinergi LinkAja, GoTo dan berbagai startup lainnya yang dimiliki BUMN telekomunikasi tersebut.

"Pertama tentunya yang paling mendasar adalah kami akan terus memperbesar potensi sinergi baik LinkAja, GoTo, maupun berbagai startup yang sudah dimiliki Telkom," ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam konferensi pers daring di Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Ririek menambahkan, selain itu juga mencari peluang-peluang baru sehingga startup-startup terus tumbuh dan secara tidak langsung memperbesar tingkat atau peluang yang diperoleh dari sinergi.

"Kami akan terus tumbuh tentunya dengan bekerjasama dengan seluruh pemegang saham di startup tersebut," katanya.

Berkaitan dengan GoTo atau PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Dirut Telkom itu berharap tetap mengharapkan ada gain atau keuntungan, namun tidak hanya itu satu-satunya. Telkom juga mengharapkan adanya sinergi terutama antara GoTo dengan Telkomsel yang diharapkan di dalamnya akan terdapat incremental revenue yang bisa dibukukan oleh Telkomsel.

"Mungkin agak berbeda dengan investor yang lain di mana mereka hanya fokus pada capital gain, sedangkan Telkom akan fokus pada keduanya yakni capital gain maupun incremental revenue yang diperoleh dari sinergi tersebut," kata Ririek.

Sebelumnya kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) atau 0,50 persen membuat indeks seluruh saham global mengalami tekanan jual.

Investor baik itu di Indonesia maupun global berbondong-bondong melepaskan sahamnya dan beralih mengkonversi uangnya ke dolar Amerika. Saham yang banyak dilepas oleh investor saat ini adalah emiten di perusahaan teknologi.

Bahkan Softbank melalui investasinya Vision Fund mencatatkan kerugian rekor kerugian 27 miliar dolar AS atau Rp395 triliun akibat penurunan harga saham efek dari kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga acuannya pekan lalu. Sahamnya pun ditutup anjlok 11 persen jika dibandingkan harga saham bulan lalu.

Baca Juga: Telkom Akan Tetap Berinvestasi di Startup, Meski Banyak yang Tumbang

Saham perusahaan teknologi di Indonesia juga mengalami nasib yang mirip dengan investasi yang dilakukan oleh Softbank. Emiten bank digital seperti Bank Jago (ARTO) dan market place seperti BukaLapak (BUKA) dan Gojek Tokopedia (GOTO) mengalami koreksi yang cukup dalam.

Meski mengalami koreksi, Senior Vice President, Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza meyakini prospek industri digital di Indonesia masih cukup menjanjikan. Dengan penetrasi masyarakat akan layanan digital yang masih rendah, membuat potensi industri digital di Indonesia berpotensi untuk terus meningkat. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI