Hujan Terus, Sebagian Indonesia Diprakirakan Tak Alami Musim Kemarau di 2022

Liberty Jemadu

Senin, 06 Juni 2022 | 17:58 WIB
Hujan Terus, Sebagian Indonesia Diprakirakan Tak Alami Musim Kemarau di 2022
Warga beraktivitas dalam kondisi banjir kiriman dari Bogor yang menggenang di wilayah Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (1/6/2022). [Dok. Istimewa]

Suara.com - Sebagian wilayah Indonesia diprakirakan tidak akan mengalami musim kemarau di 2022, demikian dikatakan Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (Prima), Organisasi Riset Kebumian dan Maritim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Instagram Minggu (5/6/2022).

Prima BRIN mengatakan bahwa ada tiga faktor yang membuat musim kemarau 2022 lebih basah dan bahkan di beberapa wilayah tak ada kemarau sama sekali. Ketiganya adalah pembentukan siklon tropis di Samudra Hindia, aktivitas gelombang ekuator Rossby dan La Nina yang stabil di nilai antara -0,5 hingga -1 derajat Celcius.

"Ini berpotensi membuat sebagian besar wilayah Indonesia mengalami peningkatan hujan sepanjang tahun 2022 serta dapat menimbulkan sifat musim kemarau yang cenderung basah di selatan Indonesia," terang lembaga tersebut.

Fenomena ini bukan yang pertama kali terjadi di Idonesia. Kemarau basah yang berdampak pada musim hujan sepanjang tahun di Pulau Jawa juga pernah terjadi pada tahun 2010.

"Demikian pula potensi kemarau basah pada tahun 2022 yang dapat menghilangkan musim kemarau di beberapa wilayah di Pulau Jawa," jelas lembaga tersebut lebih lanjut.

Berdasarkan data historis, La Nina berkepanjangan selama lebih dari dua tahun berturut-turut juga pernah terjadi pada pertengahan tahun 1998 hingga awal tahun 2000 dan pada saat itu menimbulkan banyak kejadian banjir dan longsor yang meluas di Indonesia.

Sebelumnya dalam sebuah diskusi online akhir pekan lalu Erma Yulihastin, peneliti senior pada Prima BRIN menjelaskan bahwa ada di beberapa daerah di Indonesia diprakirakan tak ada kemarau pada tahun ini. Bahkan pada Agustus ada potensi banjir serta longsor akibat intensitas hujan tinggi, tetapi di saat yang bersamaan akan terjadi suhu udara panas.

Fenomena ini berkemungkinan besar terjadi saat La Nina diperparah oleh Indian Ocean Dipole (IOD) - yakni fenomena antara lautan dan atmosfer yang terjadi di daerah ekuator Samudera Hindia, yang memberikan dampak kekeringan ataupun peningkatan intensitas curah hujan. Ada dua jenis IOD, yang positif dan negatif. IOD negatif berdampak pada peningkatan curah hujan di Indonesia.

Kombinasi antara La Nina dan IOD negatif, jelas Erma, menyebabkan curah hujan di Indonesia semakin tinggi pada musim ini.

baca juga

Sementara ketika puncak musim kemarau terjadi di Tanah Air pada Agustus, maka warga Indonesia berpeluang merasakan suhu panas. Tetapi di waktu yang sama ada potensi IOD negatif mencapai intensitas maksimum sehingga meningkatkan curah hujan di Indonesia.

"Ada potensi La Nina, ada IOD negatif yang puncaknya akan mendekati Agustus 2022. Mungkin tahun ini kita bebas dari kebakaran hutan dan lahan karena basah sekali bahkan di beberapa wilayah itu musim kemaraunya hilang. Tapi di sisi lain kita harus siap-siap dengan banjir dan longsor," beber Erma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Meluas di Ogan Ilir, Petugas Berjibaku Cegah Api Membesar

Karhutla Meluas di Ogan Ilir, Petugas Berjibaku Cegah Api Membesar

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Prahara Pulau Emas, Potret Luka Bencana Sumatra Dipamerkan di Aceh

Prahara Pulau Emas, Potret Luka Bencana Sumatra Dipamerkan di Aceh

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Krisis Air 2026: Jangan Cuma Menyalahkan Kemarau saat Keran Mati Total!

Krisis Air 2026: Jangan Cuma Menyalahkan Kemarau saat Keran Mati Total!

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air

Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air

Foto | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Kemarau Kepung Bekasi, 2.592 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan

Kemarau Kepung Bekasi, 2.592 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan

Foto | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Karhutla Mengganas di Kalbar, Asap Tebal Selimuti Ketapang

Karhutla Mengganas di Kalbar, Asap Tebal Selimuti Ketapang

Foto | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru

Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:16 WIB

PLTA Batang Toru Kembali Digenjot, Proyek yang Sempat Dihentikan Gegara Dugaan Picu Banjir Bandang

PLTA Batang Toru Kembali Digenjot, Proyek yang Sempat Dihentikan Gegara Dugaan Picu Banjir Bandang

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:00 WIB

Kekeringan Meluas, 12 Ribu Warga Karawang Hadapi Krisis Air Bersih

Kekeringan Meluas, 12 Ribu Warga Karawang Hadapi Krisis Air Bersih

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:12 WIB

Kemensos-BRIN Sepakat Kerja Sama Riset Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan

Kemensos-BRIN Sepakat Kerja Sama Riset Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:52 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya

Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi

Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi

Sulsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:40 WIB

4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget

4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin

Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras

Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:19 WIB

×