BI: Infrastruktur Internet Terbatas Jadi Kendala Digitalisasi UMKM

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 09 Juni 2022 | 19:50 WIB
BI: Infrastruktur Internet Terbatas Jadi Kendala Digitalisasi UMKM
BI mengatakan terbatasnya infrastruktur internet menyebabkan terhambatnya digitalisasi UMKM. Foto: Ilustrasi UMKM. (Dok: BRI)

Suara.com - Keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan Indonesia dalam digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) meskipun saat ini peminat transaksi digital terus meningkat di masyarakat.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia Yunita Resmi Sari mengatakan hingga kini penetrasi internet di Indonesia hanya mencapai 76,8 persen atau berada pada urutan 15 di Asia karena masih banyak kawasan terpencil yang tidak terjangkau.

“Ketersediaan infrastruktur internet ini sebagian besar didominasi di Jawa, dan kecepatan internet juga masih belum merata. Ini menjadi tantangan utama pengembangan digitalisasi UMKM,” kata Yunita dalam acara Bincang Digitalisasi yang diselenggarakan Kantor Perwakilan BI Sumsel di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (9/6/2022).

Ia mengatakan selain ketersediaan infrastruktur yang belum belum merata, Indonesia juga masih dihadapkan tantangan lain yakni berkembangnya kejahatan siber.

Bagi pelaku UMKM yang terkadang belum melek digital, bisa dikatakan bakal menjadi makanan empuk para pelaku kejahatan siber ini.

“Untuk cyber crime ini, regulator mengantisipasinya dengan pembuat peraturan dan pengawasan dari hulu ke hilir untuk melindungi pelaku UMKM dan masyarakat dalam bertransaksi digital,” kata dia.

Ia tak menyangkal bukan perkara mudah untuk mendigitalisasi UMKM ini karena hanya 21 persen yang sejauh ini memanfaatkan digital di tanah air. Selain itu, indeks literasi digital para pelaku UMKM hingga kini masih dalam skala sedang. Menurutnya, kondisi ini disebabkan juga kurangnya talenta digital di kalangan pelaku UMKM.

“Ada pula yang kami amati, ada kecenderungan dari pelaku UMKM yang belum terlalu ingin berkompetisi,” kata dia.

Untuk itu, BI dalam pengembangan digitalisasi UMKM ini menerapkan tiga pilar kebijakan yakni korporatisasi, kapasitas dan akses pembiayaan bekerja sama dengan kementerian/lembaga.

Baca Juga: Penetrasi Internet Indonesia Tertinggi di Kalangan Pelajar dan Ibu Rumah Tangga

Sejauh ini BI sudah mengembangkan e-farming (pemanfaatan teknologi digital pada pertanian), e-commerce (perluasan pemasaran UMKM melalui saluran pemasaran digital dan pemasaran global), e-financial support (aplikasi digital bagi UMKM untuk laporan keuangan) dan e-payment (QRIS UMKM-sarana pembayaran digital UMKM). [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI