facebook

Bahaya WFH, Serangan RDP Meroket Hingga 200 Juta Serangan

Dythia Novianty
Bahaya WFH, Serangan RDP Meroket Hingga 200 Juta Serangan
Ilustrasi bekerja dari rumah. [Pexel/Andrea Piacquadio]

Data Kaspersky menunjukkan upaya serangan RDP di antara pengguna Kaspersky di Asia Tenggara naik 149 persen dari 2019 ke 2021.

Suara.com - Tren bekerja dari rumah (work from home) yang berjalan sejak pandemi Covid-19, membuat perusahaan yang terkena serangan remote desktop protocol (RDP) menjadi pening.

Data Kaspersky menunjukkan upaya serangan RDP di antara pengguna Kaspersky di Asia Tenggara naik 149 persen dari 2019 ke 2021.

Serangan RDP di Asia Tenggara pada 2019 tercatat hanya sebanyak 65.651.924 serangan, namun di tahun 2020, ketika sebagian besar pekerja di Asia Tenggara terpaksa bekerja purna waktu dari rumah, jumlahnya meroket hingga 214.054.408 serangan.

Di tahun 2021, ketika karyawan bisa bekerja selang seling antara bekerja di kantor atau dari rumah,
upaya serangan RDP turun rata-rata sebanya 20 persen dibanding 2020.

Baca Juga: Bekerja dari Rumah Picu Tren Serangan Siber BEC

Namun, jumlahnya masih tetap lebih tinggi dibanding jumlah serangan pada 2019.

Tahun lalu, upaya serangan RDP di Singapura bahkan naik 6,85 persen dibanding 2020.

Serangan RDP di Asia Pasifik. [Kaspersky]
Serangan RDP di Asia Pasifik. [Kaspersky]

Apa yang dimaksud dengan RDP?

RDP atau remote desktop protocol adalah protokol milik Microsoft, memungkinkan pengguna
terhubung ke komputer lain melalui jaringan komputer yang menggunakan Windows.

RDP banyak digunakan oleh administrator sistem dan pengguna biasa untuk mengendalikan server dan PC lain dari jarak jauh.

Baca Juga: Akses Data Perusahaan di Dark Web Senilai Rp 30 Juta

Namun, tool ini jugalah yang dieksploitasi penjahat siber untuk menembus komputer target yang biasanya memiliki sumber daya penting perusahaan.

Komentar