Mengenal Istilah Global Ban di Turnamen Mobile Legends, Ini Penjelasannya

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 07 Juli 2022 | 17:37 WIB
Mengenal Istilah Global Ban di Turnamen Mobile Legends, Ini Penjelasannya
Logo Mobile Legends yang baru. (Moonton)

Suara.com - Akun Instagram Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL Indonesia) baru saja memamerkan postingan mengenai Global Ban. Berikut terdapat penjelasan peraturan Global Ban yang bakal debut dalam waktu dekat. 

Perlu diketahui, sistem Ban sudah akrab di kalangan player MOBA. Pada game Mobile Legends sendiri, sistem Ban ditemui pada saat Draft Pick di mode rank.

Hero yang sudah di-Ban tak boleh digunakan pada pertandingan. Skena profesional menyediakan peraturan di mana tim bisa melakukan Ban terhadap lima hero.

Akun resmi Instagram MPL Indonesia baru-baru ini mengunggah ilustrasi mengenai Global Ban. "Global Ban is real? Gimana menurut kalian?" tulis akun Instagram @mpl.id.official.

Postingan tersebut diunggah secara bersamaan dengan akun MDL Indonesia. Akun MDL mengonfirmasi bahwa Global Ban bakal digunakan di MDL ID Season 6 Play In.

Penjelasan Global Ban di kompetisi Mobile Legends. (Instagram)
Penjelasan Global Ban di kompetisi Mobile Legends. (Instagram)

"Dengan adanya peraturan terbaru yang akan diterapkan, Global Banned Pick akan sangat mengguncang dan memanaskan euphoria MDL ID S6. Tentu, seluruh tim harus berani dan siap mengeksplor banyak hero karena memiliki keterbatasan dalam menggunakan heronya," bunyi pernyataan dari MDL Indonesia.

Dikutip dari akun MDL Indonesia, Global Ban adalah peraturan di mana setiap player dan tim hanya mampu menggunakan satu hero yang sama di setiap Match.

Sebagai contoh, apabila player memilih hero Lancelot pada Match 1, maka ia tak boleh mengandalkan hero tersebut pada Match 2 dan Match 3.

Penjelasan Global Ban di kompetisi Mobile Legends. (Instagram)
Penjelasan Global Ban di kompetisi Mobile Legends. (Instagram)

"Hero yang sama dapat digunakan kembali di Match ke-7 pada sistem Bo7. Hero yang terkena Global Banned adalah Hero Pick bukan Banned. Dengan kata lain, 15 hero berbeda dibutuhkan jika bertanding dengan sistem Bo3," bunyi pernyataan dari MDL Indonesia.

baca juga

Peraturan tersebut dimulai secara pada 8 hingga 10 Juli di kompetisi MDL Season 6 Play In. Belum diketahui apakah peraturan yang sama bakal dijumpai di MPL Season 10 atau tidak. Jika sistem tersebut diterapkan, pro player harus memiliki dan menguasai hero pool yang luas untuk memenangkan pertandingan.

Kompetisi profesional biasanya menghadirkan deretan hero META atau hero signature dari pemain. Apabila aturan Global Ban diterapkan, maka kita bisa melihat hero-hero tier dua dan tiga yang bakal muncul di kompetisi. Itulah tadi penjelasan mengenai apa itu Global Ban di kompetisi Mobile Legends, bagaimana pendapat kalian?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbaru! Kode Redeem Mobile Legends Kamis 7 Juli 2022

Terbaru! Kode Redeem Mobile Legends Kamis 7 Juli 2022

Selebtek | Kamis, 07 Juli 2022 | 08:15 WIB

Pindah ke Pro Scene Indonesia, ONIC PH Resmi Lepas Dlarskie

Pindah ke Pro Scene Indonesia, ONIC PH Resmi Lepas Dlarskie

Tekno | Rabu, 06 Juli 2022 | 19:30 WIB

Player Filipina Gabung ke Tim Indonesia, EVOS Rekt Beri Tanggapan Tegas Begini

Player Filipina Gabung ke Tim Indonesia, EVOS Rekt Beri Tanggapan Tegas Begini

Tekno | Rabu, 06 Juli 2022 | 19:28 WIB

Terkini

Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI

Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI

Kaltim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:45 WIB

5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?

5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:40 WIB

BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi

BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK

Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:35 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional

BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional

Sumbar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI

Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:34 WIB

BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton

BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton

Jogja | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:29 WIB

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Sinyal Darurat Seleksi Hakim Agung: Benarkah Rekam Jejak Terabaikan?

Sinyal Darurat Seleksi Hakim Agung: Benarkah Rekam Jejak Terabaikan?

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

×