Sophos: Dwell Time Para Penyerang Meningkat 36 Persen

Dythia Novianty

Rabu, 24 Agustus 2022 | 08:00 WIB
Sophos: Dwell Time Para Penyerang Meningkat 36 Persen
Ilustrasi peretas sedang melancarkan serangan siber. [Shutterstock]

Suara.com - Sophos, perusahaan keamanan siber, merilis “Active Adversary Playbook 2022”, yang merinci perilaku penyerang yang dilihat oleh tim Rapid Response dari Sophos di ruang siber selama 2021.

Laporan tersebut menunjukkan peningkatan dwell time sebesar 36 persen, dengan dwell time penyusup rata-rata selama 15 hari di 2021 dibandingkan dengan 11 hari di 2020.

Laporan tersebut juga mengungkapkan dampak kerentanan di ProxyShell Microsoft Exchange, yang menurut Sophos dimanfaatkan oleh beberapa Initial Access Brokers (IAB), untuk menyusup ke jaringan dan kemudian menjual akses itu ke para penyerang lain.

“Kejahatan yang terjadi di dunia maya sangat beragam dan telah menjadi sesuatu yang terspesialisasi," kata John Shier, senior security advisor di Sophos dalam keterangan resminya, Rabu (24/8/2022).

IAB telah mengembangkan industri kejahatan siber dengan menyusupi sebuah target, melakukan pengintaian eksplorasi atau memasang backdoor.

Tidak sampai di situ, dia menambahkan, mereka kemudian menjual akses turn-key ke grup ransomware untuk melakukan serangan-serangan yang mereka lakukan sendiri.

Serangan siber Ransomware. [Shutterstock]
Serangan siber Ransomware. [Shutterstock]

“Dalam lanskap ancaman siber berbasis spesialisasi yang semakin dinamis ini, akan sulit bagi perusahaan memahami penggunaan alat dan pendekatan yang selalu berubah-rubah, yang dilakukan para penyerang," jelas John Shier.

Untuk itu, dia memaparkan, sangat penting bagi para penjaga keamanan untuk memahami apa yang harus dicari pada setiap tahap rantai serangan yang terjadi.

"Sehingga mereka dapat mendeteksi dan menetralisir serangan secepat mungkin,” ucapnya.

baca juga

Penelitian dari Sophos juga menunjukkan bahwa dwell time penyusup dilakukan lebih lama di lingkungan perusahaan yang lebih kecil.

Para penyerang dapat bertahan selama kurang lebih 51 hari di perusahaan yang memiliki karyawan hingga 250 orang, sementara mereka biasanya menghabiskan 20 hari di perusahaan dengan 3.000 hingga 5.000 karyawan.

“Para penyerang menganggap perusahaan-perusahaan lebih besar lebih berharga, sehingga mereka lebih termotivasi untuk masuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan keluar," ungkap John Shier.

Sedangkan, tambahnya, perusahaan-perusahaan yang lebih kecil memiliki 'nilai' yang lebih sedikit, sehingga penyerang dapat mengintai di sekitar jaringan untuk waktu yang lebih lama.

Dia menilai, mungkin juga para penyerang ini kurang berpengalaman dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan begitu mereka berada di dalam jaringan.

"Terakhir, organisasi yang lebih kecil biasanya memiliki visibilitas yang lebih rendah untuk mendeteksi dan mengeluarkan para penyerang, sehingga hal ini memperpanjang kehadiran mereka,” kata John Shier.

Ilustrasi serangan siber (Shutterstock).
Ilustrasi serangan siber (Shutterstock).

Dia menambahkan, dengan peluang yang mereka dapatkan dari adanya kerentanan di ProxyLogon dan ProxyShell yang belum ditambal dan dengan adanya kebangkitan IAB, terlihat terdapat lebih banyak bukti dari banyak para penyerang dalam melakukan satu target.

"Jika di dalam jaringan tersebut ramai, penyerang akan ingin bergerak cepat untuk mengalahkan pesaing mereka,” tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Dana Cegah Serangan Siber di Aplikasinya

Cara Dana Cegah Serangan Siber di Aplikasinya

Tekno | Minggu, 06 Maret 2022 | 15:34 WIB

Nvidia Akui Kena Serangan Siber

Nvidia Akui Kena Serangan Siber

Tekno | Senin, 28 Februari 2022 | 18:56 WIB

Serangan Siber Bidik Situs Ukraina, Diduga dari Rusia

Serangan Siber Bidik Situs Ukraina, Diduga dari Rusia

Tekno | Kamis, 24 Februari 2022 | 14:34 WIB

Pentingnya Kebijakan Keamanan dalam Menekan Serangan Siber dan Kebocoran Data

Pentingnya Kebijakan Keamanan dalam Menekan Serangan Siber dan Kebocoran Data

Tekno | Rabu, 23 Februari 2022 | 16:11 WIB

Kaspersky: Waspada Serangan Siber terhadap Rantai Pasokan TIK

Kaspersky: Waspada Serangan Siber terhadap Rantai Pasokan TIK

Tekno | Minggu, 23 Januari 2022 | 07:55 WIB

OJK: Lembaga Keuangan Sasaran Utama Serangan Siber

OJK: Lembaga Keuangan Sasaran Utama Serangan Siber

Tekno | Rabu, 12 Januari 2022 | 17:34 WIB

Terkini

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

×