Suara.com - Kehidupan Ratu Elizabeth II tak luput dari tradisi kerajaan. Namun selama masa pemerintahannya, Sang Ratu terus mengikuti kemajuan teknologi yang berbeda setiap zaman.
Jejak langkah Ratu Elizabeth II dalam teknologi dimulai ketika ia melihat munculnya televisi berwarna, ponsel, internet, dan media sosial.
Ratu Elizabeth II melakukan siaran Natal di telivisi pertamanya pada 1957. Dalam siaran tersebut, Sang Ratu berbicara tentang kecepatan teknologi di mana segara sesuatu berubah di lingkungan.
"25 tahun yang lalu, kakek saya menyiarkan pesan Natal pertama. Hari ini adalah tonggak sejarah lain karena televisi memungkinkan Anda melihat saya di rumah," kata Ratu Elizabeth dalam rekaman hitam putih, seperti dikutip dari The Independent pada Jumat (9/9/2022).

Di bawah komandonya, pertama kalinya kamera televisi diizinkan di dalam Westminster Abbey untuk menayangkan penobatannya.
Lima tahun kemudian, Ratu Elizabeth II melakukan telepon interlokal pertama di Inggris. Dari Bristol, Ratu Elizabeth II menelepon Lord Provost of Edinburgh dengan jarak 300 mil dari lokasinya. Panggilan tersebut berlangsung selama dua menit.
Ketika teknologi email masih dalam masa perkembangan, Ratu Elizabeth II menjadi penguasa pertama yang mengirim salah satu pesan elektronik pada 1976 selama kunjungan ke pangkalan Angkatan Darat.
Meski begitu, Ratu tetap menggunakan metode komunikasi trasidional seperti surat dan telegram.
Di tengah perkembangan zaman, dilaporkan bahwa Ratu Elizabeth II membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan perangkat tertentu.

Pada 2005, Ratu Elizabeth II bahkan mengatakan kepada Bill Gates, pendiri Microsoft, bahwa ia belum pernah menggunakan komputer.
Namun, Ratu memastikan bahwa anggota keluarga kerajaan telah menggunakan internet dan kemajuan besar lainnya, sehingga anggota kerajaan tetap berada di garis depan bidang teknologi.
Ratu Elizabeth II dikatakan pernah memiliki BlackBerry untuk memeriksa email saat bepergian.
Konsep situs YouTube dijelaskan oleh Putri Beatrice dan Eugenie sebelum Ratu meluncurkan salurannya sendiri pada 2007 untuk mempromosikan monarki Inggris.
Kemudian pada 2006, pidato Natal tahunannya juga dikirim sebagai podcast untuk pertama kalinya. Ratu Elizabeth II secara pribadi mengunggah video ke YouTube selama kunjungan ke kantor Google di London pada 2008.
Tak hanya itu, Ratu Elizabeth II pernah mengirim email kepada 23 anak muda dari seluruh dunia yang menulis blog tentang kehidupan dan pengalaman mereka di Persemakmuran pada 2009, dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-60.
Sang Ratu lalu melangkah ke ranah media sosial dan mengizinkan para asistennya untuk membuat halaman Facebook, akun Twitter, dan Flickr, kemudian disusul dengan akun Instagram.

Ratu Elizabeth II pun dilaporkan pernah memiliki sejumlah iPod, salah satunya diberikan oleh Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebagai hadiah dan satu lainnya dari Pangeran William.
Tetapi, dampak perubahan teknologi tidak selalu disambut baik oleh Sang Ratu.
Ratu Elizabeth II mengatakan ia merasa aneh disambut oleh lautan ponsel ketika muncul pada hari pertunangan, ketika masyarakat setempat berusaha untuk mengambil fotonya.
Sang Ratu juga menyuarakan keprihatinannya bahwa anak-anak saat ini lebih tertarik pada game komputer dan e-book daripada membaca buku fisik.
Pada Oktober 2014, Ratu Elizabeth II melewati tonggak teknologi baru ketika ia mengirim tweet pertamanya untuk menandai pembukaan galeri Museum Sains baru.

Ratu Elizabeth II juga mencuitkan ucapan terima kasih untuk semua pesan digital yang diterimanya pada hari ulang tahun yang ke-90 pada 2016.
Pada 2019, Ratu Elizabeth II memposting gambar di Instagram untuk pertama kalinya saat ia melihat pameran Museums Sains baru yang disebut Top Secret.
Satu tahun setelahnya ketika pandemi Covid-19 menyerang dunia, Ratu Elizabeth II menerapkan cara kerja baru di mana keluarga kerajaan beralih ke panggilan video untuk merayakan pertunangan.
Ratu Elizabeth II yang saat itu berusia 94 tahun mengambil bagian dalam panggilan konferensi video resmi pertamanya pada 4 Juni. Ratu Elizabeth II juga melakukan banyak kunjungan virtual selama krisis Covid-19.
Untuk pertama kalinya, Sang Ratu mengadakan pertemuan Dewan Penasihat melalui tautan video, menerima sumpah setia dari Uskup Agung yang baru diangkat secara online, dan melakukan audiensi diplomatik virtual untuk duta besar asing.
Selama peraturan lockdown, Ratu Elizabeth II tetap berhubungan dengan anggota kerajaan menggunakan layanan Zoom dan FaceTime.
Pada Desember 2020, pesan Natal Ratu Elizabeth II tersedia melalui perangkat pintar Alexa untuk pertama kalinya.
Jejak langkah Ratu Elizabeth II dalam dunia teknologi untuk mengikuti perkembangan zaman tidak mudah, namun Sang Ratu tetap memastikan bahwa tradisi harus beriringan dengan perkembangan teknologi.