Kurangi Pencemaran Lingkungan, Kompos Manusia di Daerah Ini Legal, Hi.. Bikin Merinding

Dythia Novianty | Suara.com

Rabu, 21 September 2022 | 07:49 WIB
Kurangi Pencemaran Lingkungan, Kompos Manusia di Daerah Ini Legal, Hi.. Bikin Merinding
Ilustrasi makam. (Unsplash.com/ Waldemar Brandt)

Suara.com - Salah satu negara bagian Amerika Serikat, California telah melegalkan membuat kompos manusia.

Akhir pekan ini, Gubernur Gavin Newsom menandatangani undang-undang yang membuat pengomposan manusia legal di negara bagian tersebut mulai 2027.

RUU tersebut, AB-351, menjadikan California negara bagian kelima yang mengizinkan pengomposan manusia sejak pertama kali disahkan di Washington pada 2019.

Oregon, Colorado, dan Vermont adalah tempat lain di mana kamu dapat membuat diri menjadi mulsa.

“AB 351 akan memberikan opsi tambahan bagi penduduk California yang lebih ramah lingkungan dan memberi mereka pilihan lain untuk penguburan,” kata Anggota Majelis Cristina Garcia.

“Dengan perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut sebagai ancaman yang sangat nyata bagi lingkungan kita, ini adalah metode alternatif disposisi akhir yang tidak akan menyumbangkan emisi ke atmosfer kita,” ungkapnya dilansir laman Gizmodo, Rabu (21/9/2022).

Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumahan. (Freepik)
Ilustrasi kompos. (Freepik)

Manusia menyebabkan lebih dari cukup masalah saat kita hidup, tetapi praktik yang kita kembangkan untuk menangani tubuh kita setelah kematian juga sangat buruk bagi lingkungan.

Mengubur mayat membutuhkan sekitar tiga galon cairan pembalseman per mayat—bahan-bahan seperti formaldehida, metanol, dan etanol—dan sekitar 5,3 juta galon total dikubur dengan mayat setiap tahun.

Sementara itu, kremasi menghasilkan lebih dari 500 pon (227 kilogram) karbon dioksida dari proses pembakaran hanya satu tubuh.

Pembakaran itu sendiri menghabiskan energi yang setara dengan dua tangki bensin.

Di AS, kremasi menghasilkan sekitar 360.000 metrik ton karbon dioksida setiap tahun.

Maka, tidak perlu dipikirkan lagi untuk memikirkan alternatif yang lebih hijau.

Proses yang paling umum untuk pengomposan manusia dan diatur dalam undang-undang California.

Langkah ini disebut reduksi organik alami, yang meninggalkan bagian tubuh dalam wadah dengan beberapa serpihan kayu dan bahan organik lainnya, selama sekitar satu bulan untuk membiarkan bakteri melakukan tugasnya.

Mulsa yang dihasilkan (mulsa tubuh manusia) kemudian dibiarkan selama beberapa minggu lagi sebelum diserahkan kepada keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel

Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:03 WIB

Darurat Limbah! Menteri LH Gugat PT Biotek Saranatama Usai Pestisida Racuni Sungai Cisadane

Darurat Limbah! Menteri LH Gugat PT Biotek Saranatama Usai Pestisida Racuni Sungai Cisadane

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:27 WIB

Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane

Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 15:27 WIB

Dari Lubang Kecil Bernama Biopori, Kita Belajar Mengurai Genangan Saat Hujan Turun

Dari Lubang Kecil Bernama Biopori, Kita Belajar Mengurai Genangan Saat Hujan Turun

Your Say | Jum'at, 19 Desember 2025 | 15:15 WIB

Cegah Pencemaran, TPA di Jabodetabek Diminta Tutup Tumpukan Sampah

Cegah Pencemaran, TPA di Jabodetabek Diminta Tutup Tumpukan Sampah

Foto | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 17:23 WIB

Mengompos: Healing Buat Manusia Yang Patah Hati, Healing Buat Bumi

Mengompos: Healing Buat Manusia Yang Patah Hati, Healing Buat Bumi

Your Say | Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:16 WIB

5 Fakta Mengejutkan di Balik Penyegelan 4 Hotel Puncak: Dari Limbah WC ke Izin Bodong

5 Fakta Mengejutkan di Balik Penyegelan 4 Hotel Puncak: Dari Limbah WC ke Izin Bodong

News | Minggu, 10 Agustus 2025 | 21:02 WIB

Cemari Sungai, Villa dan Hotel di Puncak Disegel

Cemari Sungai, Villa dan Hotel di Puncak Disegel

Foto | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 19:01 WIB

Pulau Obi Beracun: Investigasi Ungkap Pencemaran Tambang Nikel & Jejaknya ke Mobil Listrik Eropa

Pulau Obi Beracun: Investigasi Ungkap Pencemaran Tambang Nikel & Jejaknya ke Mobil Listrik Eropa

Video | Jum'at, 11 Juli 2025 | 11:05 WIB

Inovasi Jelang Iduladha: Pedagang Jakarta Ini Ubah Limbah Kotoran Jadi Berkah Lingkungan

Inovasi Jelang Iduladha: Pedagang Jakarta Ini Ubah Limbah Kotoran Jadi Berkah Lingkungan

News | Jum'at, 06 Juni 2025 | 07:33 WIB

Terkini

5 Pilihan Laptop Gaming Termurah 2026, Spek Dewa Tetap Ngebut dan Ringan Dibawa

5 Pilihan Laptop Gaming Termurah 2026, Spek Dewa Tetap Ngebut dan Ringan Dibawa

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 21:12 WIB

38 Kode Redeem FF Terbaru 29 April 2026: Bocoran Collab One Piece Bikin Heboh

38 Kode Redeem FF Terbaru 29 April 2026: Bocoran Collab One Piece Bikin Heboh

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 21:05 WIB

29 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 29 April 2026: Skuad Impian Spanyol Menanti, Auto Win Terjamin

29 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 29 April 2026: Skuad Impian Spanyol Menanti, Auto Win Terjamin

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 20:10 WIB

Duet 5G dan AI: Kunci Akselerasi Ekonomi Digital Menuju Indonesia Emas 2045

Duet 5G dan AI: Kunci Akselerasi Ekonomi Digital Menuju Indonesia Emas 2045

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 18:31 WIB

Render Motorola Moto G87 Beredar, Diprediksi Usung Kamera 200 MP

Render Motorola Moto G87 Beredar, Diprediksi Usung Kamera 200 MP

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 17:30 WIB

Berapa Harga GTA 6? CEO Take-Two Buka Suara Soal 'Banderol Wajar'

Berapa Harga GTA 6? CEO Take-Two Buka Suara Soal 'Banderol Wajar'

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 17:06 WIB

Dompet Digital Kini Tak Sekadar Bayar, Poin Transaksi Bisa Jadi Emas

Dompet Digital Kini Tak Sekadar Bayar, Poin Transaksi Bisa Jadi Emas

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 16:11 WIB

Segera Rilis: Fitur dan Varian Warna Motorola Razr 70 Series Terungkap

Segera Rilis: Fitur dan Varian Warna Motorola Razr 70 Series Terungkap

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 16:00 WIB

Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia

Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 15:22 WIB

63 Kode Redeem FF Max Terbaru 29 April 2026: Sikat Luck Royale, AK47 Golden, dan Kagura

63 Kode Redeem FF Max Terbaru 29 April 2026: Sikat Luck Royale, AK47 Golden, dan Kagura

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 15:01 WIB