Australia dan Singapura Tercatat Jumlah Iklan Terbanyak di Darknet

Dythia Novianty

Rabu, 28 September 2022 | 12:51 WIB
Australia dan Singapura Tercatat Jumlah Iklan Terbanyak di Darknet
Ilustrasi Darknet. [Freepik]

Suara.com - Menurut laporan Digital Footprint Intelligence (DFI) Kaspersky untuk Asia Pasifik, kebocoran data di wilayah tersebut menyumbang 95 persen dari total jumlah iklan.

Pasar kebocoran data Singapura dan Australia, sejauh ini adalah yang terbesar ketika melihat jumlah pesanan tertimbang PDB (produk domestik bruto).

Laporan tersebut menyoroti hasil yang dikumpulkan tahun lalu untuk organisasi dan negara agar mengawasi kemungkinan ancaman eksternal, dan terus mengawasi informasi tentang potensi aktivitas kejahatan dunia maya, termasuk yang sedang dibahas yaitu di Darknet.

Pemantauan sumber data eksternal dalam layanan Digital Footprint Intelligence Kaspersky, termasuk sumber daya Darknet, memberikan wawasan tentang aktivitas kejahatan dunia maya melalui berbagai
tahap siklus hidup serangan.

Dalam laporan bagian kedua ini, perusahaan menyajikan hasil analisis Darknet.

Ada dua jenis data utama yang ditemukan saat menganalisis jejak digital organisasi: aktivitas penipuan dan jejak serangan siber.

Ilustrasi peretas sedang melancarkan serangan siber. [Shutterstock]
Ilustrasi peretas sedang melancarkan serangan siber. [Shutterstock]

Sementara Kaspersky menemukan banyak tanda penipuan, fokus dalam laporan tetap pada deteksi serangan.

Aktivitas Darknet terkait dengan dampak serangan (iklan tentang penjualan kebocoran data dan data yang disusupi), mendominasi statistik karena tersebar dari waktu ke waktu.

Para pelaku kejahatan siber mulai melakukan penjualan, menjual kembali, dan mengemas kembali banyak kebocoran data dari masa lalu.

baca juga

Minat membeli akses

Pelaku kejahatan siber yang mencari penawaran akses awal mengetahui bahwa ada pasar besar untuk iklan semacam itu.

Organisasi dari Australia, India, China daratan dan Pakistan adalah kepentingan musuh (adversaries interest) utama untuk memulai serangan.

Negara-negara ini berada di dalam 84 persen iklan dari kategori persiapan serangan.

Pakistan dan Australia menarik minat yang besar seperti yang terlihat dari jumlah pesanan yang ditimbang dengan PDB mereka.

Melihat ukuran infrastruktur, bisnis, dan industrialisasi – China daratan memiliki minat yang relatif rendah bagi musuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stranger Things dan Big Floppa Pencarian Paling Trendi di Kalangan Anak-Anak

Stranger Things dan Big Floppa Pencarian Paling Trendi di Kalangan Anak-Anak

Tekno | Jum'at, 16 September 2022 | 07:29 WIB

Kebocoran Data 102 Juta Milik Kemensos Diduga dari Verifikasi Pembagian Bansos

Kebocoran Data 102 Juta Milik Kemensos Diduga dari Verifikasi Pembagian Bansos

Tekno | Kamis, 15 September 2022 | 09:10 WIB

CEO Indodax Bantah Ada Kebocoran Data 50.000 Pengguna

CEO Indodax Bantah Ada Kebocoran Data 50.000 Pengguna

Tekno | Rabu, 14 September 2022 | 19:57 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×