Polisi Dikecam Usai Tembak Gas Air Mata ke Tribun Penonton Stadion Kanjuruhan

Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:32 WIB
Polisi Dikecam Usai Tembak Gas Air Mata ke Tribun Penonton Stadion Kanjuruhan
Seorang warga melihat mobil satuan K-9 milik Polres Malang yang hancur akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc]

Suara.com - Aksi polisi yang menembakkan gas air mata ke tribun penonton di Stadion Kanjuruhan Malang mendapat kecaman warganet Twitter.

Mereka menyebut kalau hal itu tidak sesuai dengan standar prosedur aturan FIFA.

Berdasarkan pantauan Suara.com di trending Twitter Indonesia per Minggu (2/10/2022) pukul 13.00 WIB, kata 'FIFA' menempati posisi ke-2 dengan cuitan lebih dari 225.000 tweet.

Tak hanya itu, kata 'Prosedur' pun masuk ke trending nomor enam dengan cuitan lebih dari 22.600 tweet.

Kata 'Polisi' juga ikut ke daftar nomor 10 dengan jumlah tweet mencapai lebih dari 128.000.

Berikut protes warganet Twitter soal tindakan polisi menembakkan gas air mata ke dalam stadion.

"Kalau dalam prosedur polisi, apa yg diharapkan terjadi ketika gas air mata ditembak ke tribun penuh penonton? Massa bubar dengan tertib? Gak bakal Udah pasti penumpukan di pintu keluar karena suporter yg panik ga punya pilihan jalur lain dan ini sumber malapetaka," kata Pangeran (@pangeransiahaan).

"Padahal setidaknya sejak tiga tahun lalu polisi sudah tahu untuk tidak menggunakan gas air mata dalam pengamanan laga. Besar kemungkinan ada kesalahan prosedur yang berakibat fatal di Kanjuruhan tadi," kata akun Firzie A. Idris (@firzieidris).

"Dua musibah stadion sepakbola yang paling banyak korban jiwa, Tragedi Lima (1964) dan Tragedi Accra (2001), sama-sama disebabkan aparat menembakkan gas air mata ke penonton. Makanya dalam panduan keamanan FIFA, penggunaan gas air mata dilarang. Prosedur mana yang diikuti polisi?" kata akun Negara Kesatuan Raka Ibrahim (@coldrebellion).

Baca Juga: Tragedi Di Stadion Kanjuruhan, Jokowi Perintahkan Menpora Turun Langsung Ke Malang

"Jadi apapun kalo 'sesuai prosedur' bisa dibenarkan? Walopun ratusan orang terbunuh secara sistematik, ratusan keluarga anggotanya dirampas, semuanya bs dibenarkan atas nama prosedur? Bener2 emang negara politik kematian ya gini ini. Harga 'prosedur' dibayar dg ratusan nyawa. ACAB," kata Dr. Laily Fitry (@MahameruLee).

"126 orang meninggal di pertandingan Arema vs Persebaya?? Ini tragedi besar teman2. Gila ini. Ratusan nyawa melayang. Gas air mata ditembakan, pdhl melanggar kode keamanan FIFA. Jam pertandingan minta diubah ke sore, tp ttp jam 8 mlm. Negara ini emang gak bs jd negara sepakbola," kata Ahmad Kemal Palevi (@kemalpalevi).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI