Terungkap, Kekuatan Asteroid Sebenarnya yang Memusnahkan Dinosaurus

Dythia Novianty

Jum'at, 07 Oktober 2022 | 05:30 WIB
Terungkap, Kekuatan Asteroid Sebenarnya yang Memusnahkan Dinosaurus
Ilustrasi asteroid menabrak Bumi. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian baru telah mengungkapkan gelombang besar yang mencapai ketinggian satu mil menyapu Bumi dan menenggelamkan semua yang ada.

Gelombang dahsyat ini menjelajahi dasar laut sejauh ribuan mil yang membentang dari lokasi tumbukan hingga ke Selandia Baru, sejauh 7.500 mil.

"Tsunami ini cukup kuat untuk mengganggu dan mengikis sedimen di cekungan laut di belahan dunia, meninggalkan celah dalam catatan sedimen atau tumpukan sedimen yang lebih tua," jelas Penulis utama Molly Range, dari University of Michigan.

Temuan ini didasarkan pada simulasi komputer dan tinjauan catatan geologi di lebih dari 100 situs di seluruh dunia.

Tiga perempat spesies menghilang setelah batu ruang angkasa seukuran kota menabrak semenanjung Yucatan di Teluk Meksiko 66 juta tahun yang lalu.

Mereka termasuk semua dinosaurus non-unggas, pterosaurus, amon, dan sebagian besar reptil laut.

Fosil reptil terbang, Pterosaurus. [The University of Edinburgh]
Fosil reptil terbang, Pterosaurus. [The University of Edinburgh]

Energi awal mencapai 30.000 kali lebih besar dari tsunami Boxing Day yang menewaskan lebih dari 230.000 orang.

Asteroid ini membuat kawah dengan lebar lebih dari 60 mil, yang dikenal sebagai Chicxulub. Dalam hitungan menit, segala sesuatu dalam jarak ratusan mil dibakar.

Sepuluh menit setelah proyektil menghantam, dan 137 mil dari titik tumbukan, gelombang tsunami berbentuk cincin setinggi satu mil mulai menyapu lautan ke segala arah.

baca juga

Suhu turun, hujan asam turun dan matahari terhalang selama berbulan-bulan dan mematikan 90 persen tanaman.

Tim AS fokus pada sedimen laut yang diendapkan tepat sebelum atau setelah tumbukan 66 juta tahun lalu dan 'batas K-Pg' berikutnya, yang menutup Kapur.

Menurut Molly Range, distribusi erosi dan hiatus yang diamati di sedimen laut Kapur paling atas konsisten dengan hasil model, yang memberinya lebih percaya diri dalam prediksi model.

Modelnya menunjukkan tsunami menyebar terutama ke timur dan timur laut ke Samudra Atlantik Utara, dan ke barat daya.

Ia melakukan perjalanan melalui Central American Seaway, yang dulu memisahkan Amerika Utara dan Selatan, ke Pasifik Selatan.

Di cekungan tersebut dan di beberapa daerah yang berdekatan, kecepatan arus bawah laut kemungkinan mencapai hampir setengah mil per jam – cukup untuk mengikis sedimen berbutir halus di dasar laut.

Ilustrasi Tsunami.[Pixabay/KELLEPICS]
Ilustrasi Tsunami.[Pixabay/KELLEPICS]

Atlantik Selatan, Pasifik Utara, Samudra Hindia, dan wilayah yang sekarang disebut Mediterania sebagian besar terlindung dari efek terkuat.

Sebagian besar sampel yang dianalisis berasal dari inti yang dikumpulkan selama ekspedisi pengeboran laut ilmiah.

Rekan penulis Profesor Brian Arbic, yang mengawasi proyek tersebut, mengatakan pihaknya menemukan bukti yang menguatkan dalam catatan geologis untuk area yang diprediksi akan berdampak maksimal di laut terbuka.

"Bukti geologis pasti memperkuat makalah ini,” ucapnya melansir laman Metro.uk, Jumat (7/10/2022).

Hal paling penting adalah singkapan dari batas K-Pg di pantai timur pulau utara dan selatan Selandia Baru, lebih dari 7.500 mil dari 'ground zero.'

Sedimen yang disebut endapan olistostromal, pada awalnya dianggap sebagai hasil aktivitas tektonik lokal.

Namun usia dan lokasi mereka secara langsung di jalur model tsunami menunjukkan asal yang berbeda.

"Kami merasa endapan ini merekam efek dari dampak tsunami, dan ini mungkin konfirmasi paling jelas tentang signifikansi global dari peristiwa ini," ujar Molly Range.

Programnya melacak kekacauan 10 menit pertama peristiwa itu – mulai dari tumbukan, hingga pembentukan kawah dan inisiasi tsunami.

Ilustrasi Dinosaurus. [ELG21/Pixabay]
Ilustrasi Dinosaurus. [ELG21/Pixabay]

Berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, asteroid para peneliti berdiameter 8,7 mil dan bergerak dengan kecepatan 27.000 mph.

Itu menghantam kerak granit yang dilapisi oleh sedimen tebal dan perairan laut dangkal, meledakkan kawah selebar 62 mil dan mengeluarkan awan jelaga dan debu padat ke atmosfer.

Setelah dua setengah menit, tirai material yang dikeluarkan mendorong dinding air keluar dari lokasi tumbukan, secara singkat membentuk gelombang setinggi 2,8 mil yang mereda saat ejecta jatuh kembali ke Bumi.

Sepuluh menit setelah proyektil menghantam, dan 137 mil dari titik tumbukan, gelombang tsunami berbentuk cincin setinggi satu mil mulai menyapu lautan ke segala arah.

Data tersebut dimasukkan ke dalam dua model prakiraan tsunami untuk mengikuti gelombang raksasa melintasi lautan.

Rekan penulis Prof Ted Moore, juga dari Michigan, mengatakan bahwa hasil besar di sini adalah bahwa dua model global dengan formulasi berbeda memberikan hasil yang hampir sama.

"Data geologis pada bagian yang lengkap dan tidak lengkap konsisten dengan hasil tersebut. Model dan data verifikasi sangat cocok," tuturnya.

Rekonstruksi dramatis menunjukkan satu jam setelah tumbukan, tsunami telah menyebar ke luar Teluk Meksiko dan ke Atlantik Utara.

Tiga jam kemudian, mereka telah melewati Central American Seaway dan menuju Pasifik.

Ilustrasi asteroid tabrak bumi. (Shutterstock)
Ilustrasi asteroid tabrak bumi. (Shutterstock)

Hari berikutnya, atau 24 jam setelah ledakan awal, mereka telah melintasi sebagian besar Pasifik dan Atlantik dari timur dan barat, masing-masing, dan memasuki Samudra Hindia dari kedua sisi.

Dalam 48 jam, gelombang tsunami yang signifikan telah mencapai sebagian besar garis pantai dunia.

Para peneliti tidak berusaha untuk memperkirakan tingkat banjir yang cukup besar

Model menunjukkan ketinggian gelombang laut terbuka di Teluk Meksiko akan melebihi 328 kaki.

Mereka mencapai hingga 33 kaki (32,8 kaki) saat tsunami mendekati bagian Atlantik Utara dan pantai Pasifik Amerika Selatan.

Saat mendekati garis pantai tersebut dan bertemu dengan perairan dasar yang dangkal, ketinggian gelombang akan meningkat secara dramatis melalui proses yang disebut shoaling.

Kecepatan akan melebihi ambang batas saat ini 0.4mph untuk sebagian besar wilayah pesisir di seluruh dunia.

Menurut Molly Range, tergantung pada geometri pantai dan gelombang yang bergerak maju, sebagian besar wilayah pesisir akan tergenang dan terkikis sampai batas tertentu.

“Tsunami yang didokumentasikan secara historis tidak ada artinya dibandingkan dengan dampak global seperti itu,” ujarnya.

Ilustrasi tsunami (Shutterstock)
Ilustrasi tsunami (Shutterstock)

Studi ini dipublikasikan dalam AGU Advances.

"Sebuah studi lanjutan direncanakan untuk memodelkan tingkat genangan pantai di seluruh dunia," tambah Prof Arbic.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asteroid Paling Berbahaya dalam 1 Dekade Akan Lewati Bumi Tahun Depan

Asteroid Paling Berbahaya dalam 1 Dekade Akan Lewati Bumi Tahun Depan

Tekno | Rabu, 09 Maret 2022 | 09:20 WIB

Astronom Temukan Sistem Asteroid Pertama Punya 3 Bulan

Astronom Temukan Sistem Asteroid Pertama Punya 3 Bulan

Tekno | Kamis, 17 Februari 2022 | 08:42 WIB

Ilmuwan Sebut Nuklir Dapat Hindari Bencana Tabrakan Asteroid

Ilmuwan Sebut Nuklir Dapat Hindari Bencana Tabrakan Asteroid

Tekno | Selasa, 08 Februari 2022 | 08:55 WIB

Terkini

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:30 WIB

115 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

115 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:28 WIB

Hari Ketujuh, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda hingga 6.010 NM Persegi

Hari Ketujuh, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda hingga 6.010 NM Persegi

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:25 WIB

Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan

Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:24 WIB

×