Mereka yang tidak memberikan tanggapan hingga pukul 5 sore di hari Kamis dianggap telah berhenti dan diberikan paket pesangon, kata email tersebut.
Ketika tenggat waktu mendekat, karyawan berebut untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan.
Satu tim di dalam Twitter memutuskan bersama-sama meninggalkan perusahaan, kata seorang karyawan yang keluar kepada Reuters.
Untuk menyindir Elon yang meminta karyawannya menjadi 'hardcore', sejumlah pakar teknisi yang keluar menulis di profil Twitter mereka sebagai 'softcore engineers' atau 'ex-hardcore engineers'.
Perusahaan-perusahaan Elon dikenai sejumlah tuduhan
Kekacauan yang sedang berlangsung di Twitter datang di saat yang kurang menguntungkan bagi miliarder Elon.
Sekarang ia digugat oleh karyawan difabel di Twitter karena ia memilih untuk bekerja secara jarak jauh.
Elon juga dituduh telah melanggar undang-undang perburuhan di SpaceX.
Beberapa karyawan SpaceX dipecat setelah menulis surat terbuka yang mengecam perilaku Elon. Kini mereka sudah mengajukan keluhannya ke lembaga hubungan perburuhan nasional di Amerika Serikat (NRLB).
Surat itu, yang sudah beredar Juni lalu, meminta jajaran eksekutif SpaceX untuk mengecam perilaku Elon di Twitter, termasuk membuat tuduhan jika dia pernah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pramugari, serta meminta pertanggungjawaban semua orang atas perilaku yang tidak dapat diterima.
Surat tersebut dikirim beberapa minggu setelah muncul laporan di media jika Elon membayar $250.000 kepada si pramugari untuk membatalkan potensi gugatan pelecehan seksual terhadapnya.
Elon membantah semua tuduhan.
Dalam suratnya, para karyawan mendesak SpaceX untuk menjalankan kebijakannya, tanpa perbedaan, terhadap perilaku yang tidak dapat diterima, serta berkomitmen dengan proses yang transparan untuk menanggapi klaim pelanggaran.
Sehari kemudian, Paige Holland-Thielen dan empat karyawan lainnya yang terlibat dalam penulisan surat tersebut dipecat, menurut pengajuan yang dibuat Paige ke kantor NLRB di California.
Empat karyawan lainnya dipecat beberapa pekan kemudian karena keterlibatan mereka dalam surat tersebut.
Juru bicara SpaceX tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar soal ini.
Sementara itu, gugatan baru yang diajukan oleh Dmitry Borodaenko, manajer teknik yang berbasis di California, menyebutkan permintaan baru dari Elon agar karyawan bekerja "lebih lama dengan intensitas tinggi", serta menghentikan bekerja secara jarak jauh, merupakan diskriminasi terhadap karyawan yang hidup dengan disabilitas.
Dmitry, yang dipecat dari Twitter pekan ini karena ia menolak melapor ke kantor, sudah mengajukan 'class action' terhadap Twitter di pengadilan federal San Francisco, Rabu (16/11) kemarin. Ia menuduh Twitter telah melanggar undang-undang disabilitas di Amerika Serikat.
Dalam pengaduannya, Dmitry mengatakan ia memiliki disabilitas yang membuatnya rentan terhadap COVID-19.
Gugatan tersebut mengatakan banyak karyawan Twitter yang menyandang disabilitas, dipaksa untuk mengundurkan diri karena mereka tidak dapat memenuhi standar kinerja dan produktivitas yang dituntut Elon.
Dalam pengaduan terpisah yang diajukan di pengadilan yang sama pada Rabu kemarin, Twitter juga dituduh memberhentikan ribuan pekerja kontrak tanpa memberikan pemberitahuan 60 hari sebelumnya, seperti yang disyaratkan undang-undang federal.
Twitter sebelumnya sudah menghadapi gugatan 'class action' di pengadilan federal San Francisco, karena tuduhan melanggar undang-undang dengan memberhentikan secara tiba-tiba sekitar 3.700 karyawan, atau setengah dari tenaga kerja perusahaan, setelah Elon mengambil alih.
Twitter tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar hingga Kamis kemarin.
Diproduksi oleh Erwin Renaldi dari artikel dalam bahasa Inggris