Mengenal Apa Itu Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Tangkal Cuaca Ekstrem

Dicky Prastya | Suara.com

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:11 WIB
Mengenal Apa Itu Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Tangkal Cuaca Ekstrem
Potensi cuaca ekstrem Indonesia (instagram @infobmkg)

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC). TMC ini ditujukan demi menghadapi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia jelang Tahun Baru 2023.

Namun sebenarnya apa itu teknologi modifikasi cuaca? Bagaimana cara kerja teknologi modifikasi cuaca untuk menghadapi fenomena tersebut?

Mengutip situs Kemenkeu, Rabu (28/12/2022), teknologi modifikasi cuaca adalah salah satu bentuk upaya manusia untuk memodifikasi cuaca dengan tujuan tertentu agar mendapatkan kondisi cuaca seperti yang diinginkan.

Tujuan modifikasi cuaca umumnya untuk meningkatkan intensitas curah hujan di suatu tempat (rain enhancement) atau dapat juga digunakan untuk kondisi sebaliknya, yakni mengurangi curah hujan (rain reduction).

Dalam konteks pemanasan global yang mengakibatkan terjadinya perubahan iklim, TMC menjadi salah satu solusi yang bisa diandalkan dalam mengurangi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh bencana yang disebabkan oleh faktor iklim dan cuaca.

Pengendara sepeda motor menggunakan mantel saat hujan di kawasan Alun-alun Selatan, Yogyakarta, Selasa (8/11/2022). BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlaku tanggal 8-10 November 2022 dengan potensi curah hujan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir menyusul adanya peningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah D.I Yogyakarta. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/TOM. [Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko]
Pengendara sepeda motor menggunakan mantel saat hujan di kawasan Alun-alun Selatan, Yogyakarta, Selasa (8/11/2022). [Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko]

Melansir situs Puspiten BRIN, upaya yang dilakukan menggunakan pendekatan dua metode, yaitu metode mekanisme persaingan (competition mechanism) dan metode mekanisme proses lompatan (jumping process mechanism).

Jumping process mechanism bertujuan untuk mempercepat proses hujan agar segera terjadi sebelum memasuki ke sebuah wilayah, contoh DKI Jakarta.

Dengan bantuan radar, awan-awan yang terpantau banyak membawa uap air dari laut dan bergerak menuju DKI Jakarta serta dinilai berpotensi menjadi hujan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya terlebih dahulu dicegat jauh-jauh dari wilayah target.

Menggunakan pesawat, awan-awan tersebut disemai jauh di luar wilayah DKI Jakarta (di wilayah perairan Laut Jawa) dengan harapan mampu mengurangi suplai massa udara basah. Pada akhirnya itu dapat mengurangi peluang kejadian hujan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Metode lainnya yaitu competition mechanism diterapkan untuk aktivitas penyemaian awan yang dilakukan di darat dengan system Ground Based Generator. Ini terpasang sebanyak 25 unit di sekitar wilayah yang dituju, dari hulu hingga hilir.

Untuk metode yang kedua ini, tujuannya adalah mengganggu proses fisika di dalam awan bagi awan-awan konvektif yang tumbuh di atas wilayah tersebut dan sekitarnya. Sehingga hujan yang terjadi dapat dipersingkat durasinya dan dikurangi intensitasnya.

Terkait alur kerja, radar cuaca BMKG nanti akan menginformasikan keberadaan awan target dan arah atau kekuatan angin ke pilot. Nah pilot itu mengendarai pesawat yang membawa muatan garam (NaCl) untuk ditaburkan di awan hujan target.

Dengan proses itu, maka hujan sebisa mungkin diturunkan sebelum awan tiba di daerah target. Dengan demikian intensitas hujan bakal berkurang ketika sampai di wilayah yang tertuju.

Ilustrasi cara kerja Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). [Foto: BMKG]
Ilustrasi cara kerja Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). [Foto: BMKG]

Selain pesawat, para peneliti telah mengembangkan metode penyampaian bahan semai ke dalam awan dari darat. Di antaranya dengan menggunakan wahana Ground Based Generator (GBG) dan wahana Pohon Flare untuk sistem statis.

Kedua metode ini mempunyai prinsip kerja yang sama dalam menghantarkan bahan semai ke dalam awan, yaitu dengan memanfaatkan keberadaan awan orografik dan awan yang tumbuh di sekitar pegunungan sebagai targetnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Badai Dahsyat 28 Desember, Ini Prediksi Cuaca BMKG Lengkap Se-Indonesia

Heboh Badai Dahsyat 28 Desember, Ini Prediksi Cuaca BMKG Lengkap Se-Indonesia

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 13:06 WIB

Dilanda Cuaca Ekstrem, BMKG: Ini Wilayah yang Berstatus Siaga Bencana Hidrometeorologi

Dilanda Cuaca Ekstrem, BMKG: Ini Wilayah yang Berstatus Siaga Bencana Hidrometeorologi

| Rabu, 28 Desember 2022 | 13:04 WIB

Heboh Kabar Bakal Ada Badai di Jabodetabek, Ini Kata BMKG

Heboh Kabar Bakal Ada Badai di Jabodetabek, Ini Kata BMKG

| Rabu, 28 Desember 2022 | 12:47 WIB

Cara Menghadapi Cuaca Ekstrem yang Benar, BMKG Prediksi Cuaca Buruk Sepekan Kedepan

Cara Menghadapi Cuaca Ekstrem yang Benar, BMKG Prediksi Cuaca Buruk Sepekan Kedepan

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 12:31 WIB

Bukan Badai, BMKG Mengonfirmasi Potensi Cuaca yang Akan Terjadi Hari Ini

Bukan Badai, BMKG Mengonfirmasi Potensi Cuaca yang Akan Terjadi Hari Ini

Your Say | Rabu, 28 Desember 2022 | 12:20 WIB

Netizen Kena Prank soal Kabar Adanya Badai di 28 Desember

Netizen Kena Prank soal Kabar Adanya Badai di 28 Desember

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2022 | 13:12 WIB

Terkini

10 Pilihan HP Samsung Terbaru dan Harganya, Mulai Rp1 Jutaan

10 Pilihan HP Samsung Terbaru dan Harganya, Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 05:53 WIB

Cara Mendapatkan Natan Sanguine Steward Mobile Legends dan Tips Menggunakannya

Cara Mendapatkan Natan Sanguine Steward Mobile Legends dan Tips Menggunakannya

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 20:10 WIB

5 Rekomendasi HP Android Kamera Terbaik 2026, Harga Mulai Rp5 Juta

5 Rekomendasi HP Android Kamera Terbaik 2026, Harga Mulai Rp5 Juta

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 19:39 WIB

6 Pilihan HP Baru Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok Buat Pelajar Anti Lemot

6 Pilihan HP Baru Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok Buat Pelajar Anti Lemot

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 18:40 WIB

4 Pilihan HP Samsung Baterai Jumbo Mulai Rp2 Jutaan, Awet Dipakai Seharian

4 Pilihan HP Samsung Baterai Jumbo Mulai Rp2 Jutaan, Awet Dipakai Seharian

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 18:20 WIB

6 HP Rp2 Jutaan yang Tahan Banting: Performa Oke, Aman Dipakai Harian

6 HP Rp2 Jutaan yang Tahan Banting: Performa Oke, Aman Dipakai Harian

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 15:06 WIB

Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI

Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 14:12 WIB

3 Cara Mengunci Aplikasi di HP OPPO untuk Menjaga Privasi Data Anda

3 Cara Mengunci Aplikasi di HP OPPO untuk Menjaga Privasi Data Anda

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 13:48 WIB

Mengenal Fitur Aplikasi The White House yang Dirilis Donald Trump, Tapi Picu Kecaman

Mengenal Fitur Aplikasi The White House yang Dirilis Donald Trump, Tapi Picu Kecaman

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 13:32 WIB

Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya

Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 12:33 WIB