BMKG Pakai AI Buat Awasi Tsunami dan Gempa Bumi

Dicky Prastya

Minggu, 11 Februari 2024 | 20:17 WIB
BMKG Pakai AI Buat Awasi Tsunami dan Gempa Bumi
Ilustrasi tsunami (freepik/wirestock)

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan sejumlah teknologi seperti super komputer, kecerdasan buatan atau artificial intelligence/AI, internet of things (IoT), big data, hingga SDM untuk memantau bencana di Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menerangkan, sejumlah teknologi ini akan memperkuat Sistem Peringatan Dini Multibahaya Geo-Hidrometeorologi yang telah beroperasi sejak tahun 2008, khususnya untuk Peringatan Dini Tsunami dan Cuaca Ekstrem ataupun Badai Tropis.

"Hal ini dilakukan agar sistem informasi yang dihasilkan BMKG jauh lebih handal, dan Peringatan Dini yang disebarluaskan jauh lebih cepat, tepat, akurat dan luas jangkauannya," ungkap Dwikorita, dikutip dari siaran pers, Minggu (11/2/2024).

Dwikorita menjelaskan, sejak tahun 2022, melalui Project Indonesia Disaster Resilience Initiative (IDRIP) yang didanai oleh World Bank, BMKG menargetkan di tahun 2026 Peringatan Dini Tsunami dapat disebarluaskan dalam waktu tiga menit setelah terjadi gempa bumi.

Sedangkan peringatan dini cuaca ekstrem ditargetkan dapat disebarluaskan dalam waktu sepekan, tiga hari hingga tiga jam sebelum kejadian. Lalu peringatan dini anomali iklim disebarluaskan dalam waktu enam bulan sebelum kejadian, dengan akurasi 90 persen.

Khusus sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami, Dwikorita mengungkapkan kalau BMKG terus merapatkan jaringan sensor-sensor pendeteksian gempa bumi, membangun prototipe Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi, membangun Sistem Processing Gempa Bumi dan Pemodelan Tsunami Merah Putih yang diperkuat dengan AI, IoT, BIG Data dan super komputer.

Sebelumnya Dwikorita juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pusat Multi Hazard Early Warning System di Kompleks Kantor BMKG di Kemayoran, Jakarta.

Ini adalah sarana pusat peringatan dini multibahaya geo-hidrometeorologi yang meliputi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), Indonesia Meteorology Early Warning System (InaMEWS), Indonesia Climate Early Warning System (InaCEWS), dan Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS).

Gedung tersebut direncanakan beroperasional penuh pada tahun 2026. Nantinya, fasilitas ini akan beroperasi penuh selama 24 Jam 7 Hari.

baca juga

Gedung Multi Hazard Early Warning System, baik yang keberadaanya di Bali maupun Jakarta, menerapkan teknologi khusus untuk bangunan tahan gempa serta dipasang Base Isolator di atas fondasinya.

"Pembangunan gedung beserta sistemnya ini, baik yang di Kemayoran Jakarta dan Denpasar Bali, untuk menjawab tantangan planet Bumi yang semakin kompleks. Terlebih frekuensi, durasi, dan intensitas kejadian bencana terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun," beber dia.

Menurutnya, penguatan Sistem dan pembangunan Gedung Pusat Multi Hazard Early Warning System ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Keberadaan Gedung Multi Hazard Early Warning System di Denpasar merupakan backup dari Sistem yang ada di Kemayoran. Sehingga akan otomatis mengambil alih peran jika sewaktu-waktu terjadi gangguan atau kondisi darurat

"Groundbreaking ini membuktikan kesungguhan komitmen kami untuk terus meningkatkan ketangguhan Indonesia dalam menghadapi bencana, menguatkan manajemen penanganan bencana, dan meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi dan memitigasi bencana, untuk mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan, dan kerugian materil yang lebih besar," papar dia.

Penambahan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari strategi dan lompatan besar BMKG dalam transformasinya dari World Class menjadi Global Player.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekor Suhu Panas 2023 Jadi Bukti Perubahan Iklim Makin Mengerikan

Rekor Suhu Panas 2023 Jadi Bukti Perubahan Iklim Makin Mengerikan

Tekno | Minggu, 11 Februari 2024 | 19:00 WIB

Lenovo Gandeng Baidu Siapkan Teknologi AI ke Smartphone

Lenovo Gandeng Baidu Siapkan Teknologi AI ke Smartphone

Tekno | Minggu, 11 Februari 2024 | 13:34 WIB

Rompi Surya Paloh di Kampanye Akbar Anies-Muhaimin Bikin Geleng-geleng Pendukung 01

Rompi Surya Paloh di Kampanye Akbar Anies-Muhaimin Bikin Geleng-geleng Pendukung 01

Kotak Suara | Sabtu, 10 Februari 2024 | 13:33 WIB

Jika Google Pilih Singapura, PBB Sebut Indonesia Jadi Pusat Pengembangan AI di ASEAN

Jika Google Pilih Singapura, PBB Sebut Indonesia Jadi Pusat Pengembangan AI di ASEAN

Tekno | Jum'at, 09 Februari 2024 | 19:39 WIB

Cuaca Ekstrem saat Pencoblosan, DPR Minta Kesiapan Mitigasi Bencana

Cuaca Ekstrem saat Pencoblosan, DPR Minta Kesiapan Mitigasi Bencana

DPR | Jum'at, 09 Februari 2024 | 12:28 WIB

Bengkulu Diguncang Gempa Bumi Bermagnitudo 4, Pusatnya di Darat Rejang Lebong

Bengkulu Diguncang Gempa Bumi Bermagnitudo 4, Pusatnya di Darat Rejang Lebong

News | Jum'at, 09 Februari 2024 | 05:05 WIB

Terkini

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

×