Indonesia Masih Hujan Deras Meski Sudah Kemarau, Tapi Cuma 3 Hari

Dicky Prastya

Selasa, 09 Juli 2024 | 20:11 WIB
Indonesia Masih Hujan Deras Meski Sudah Kemarau, Tapi Cuma 3 Hari
Pengendara motor melintas saat hujan lebat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakui kalau Indonesia masih mengalami hujan deras meskipun sudah masuk musim kemarau. Hanya saja, cuaca hujan tidak berlangsung lama.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyampaikan, peningkatan curah hujan akibat gangguan fenomena atmosfer tidak akan terjadi berhari-hari dan diprediksi hanya 1-3 hari di setiap wilayah.

Misalnya di wilayah Jakarta dan Banten, yang pada pekan kemarin diguyur hujan lebat, saat ini sudah mulai cerah kembali.

"Kondisi tersebut diprediksikan akan menurun, dimana wilayah Jawa, Banten, Bali, dan Nusa Tenggara akan kembali mengalami kondisi musim kemarau yang normal," ungkap Guswanto dalam siaran pers BMKG, Selasa (9/7/2024).

Sementara itu Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan kalau Indonesia masih mengalami hujan deras dalam seminggu ke depan, meskipun saat ini sudah masuk musim kemarau.

Berkaca dari peningkatan curah hujan beberapa hari terakhir, Dwikorita menjelaskan kalau ini terjadi lantaran aktifnya fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Equatorial.

"Sehingga berdasarkan analisis cuaca dan pengamatan perkembangan kondisi cuaca, sepekan ke depan masih terdapat potensi peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia meskipun telah memasuki musim kemarau," kata Dwikorita.

Menurutnya, fenomena MJO yang saat ini aktif menyebabkan pergerakan atau propagasi kumpulan awan-awan hujan dari Samudra Hindia sebelah timur Afrika bergerak di sepanjang khatulistiwa menuju Samudra Pasifik melintasi wilayah Indonesia.

Umumnya, arak-arakan awan hujan ini masuk melalui wilayah barat menuju wilayah timur Indonesia.

baca juga

Sementara itu dalam sepekan ke depan, fenomena gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Equatorial juga berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

Ini terjadi baik di wilayah barat, tengah, dan timur seperti sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Dwikorita melanjutkan, suhu permukaan laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia juga turut berkontribusi dalam menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Berdasarkan analisa, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca di mana diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat petir dan angin kencang di sebagai wilayah Indonesia pada 8-14 Juli.

"Yaitu di sebagian besar wilayah Sumatra, sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Khusus untuk pulau Jawa akan mengalami penurunan potensi hujan mulai periode tanggal 11 Juli," ujarnya.

Lebih lanjut Dwikorita menjelaskan, fenomena hujan di musim kemarau tidak lepas dari letak geografis wilayah Indonesia. Sebab negara ini berada di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia-sekaligus pertemuan di antara dua Samudra besar yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

"Fenomena iklim dan cuaca di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor dinamika cuaca yang beragam. Selama musim kemarau, adanya potensi gangguan seperti MJO (Madden-Julian Oscillation) dan gelombang atmosfer lainnya tetap dapat menyebabkan pembentukan awan hujan" jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hujan Deras Masih Berlangsung Seminggu Lagi Meski Sudah Kemarau, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Deras Masih Berlangsung Seminggu Lagi Meski Sudah Kemarau, Ini Penjelasan BMKG

Tekno | Selasa, 09 Juli 2024 | 20:03 WIB

Jelang Musim Kemarau, 3 Warna Cat Terbaru Ini Mampu Turunkan Suhu Rumah

Jelang Musim Kemarau, 3 Warna Cat Terbaru Ini Mampu Turunkan Suhu Rumah

Press Release | Selasa, 09 Juli 2024 | 09:02 WIB

Penjelasan BMKG soal Kenapa Jakarta Terus Hujan Padahal Sudah Musim Kemarau

Penjelasan BMKG soal Kenapa Jakarta Terus Hujan Padahal Sudah Musim Kemarau

Tekno | Minggu, 07 Juli 2024 | 15:45 WIB

Katanya Musim Kemarau, Kok Masih Saja Hujan? Ini Penjelasan BMKG

Katanya Musim Kemarau, Kok Masih Saja Hujan? Ini Penjelasan BMKG

Press Release | Jum'at, 05 Juli 2024 | 11:40 WIB

Warga Sektor 4 Bintaro Ngeluh Rumahnya Sering Kebanjiran Meski Kali Kerap Dikeruk

Warga Sektor 4 Bintaro Ngeluh Rumahnya Sering Kebanjiran Meski Kali Kerap Dikeruk

News | Kamis, 04 Juli 2024 | 16:36 WIB

Efek La Nina, Sebagian Wilayah Indonesia Masih Hujan Meskipun Sudah Masuk Musim Kemarau

Efek La Nina, Sebagian Wilayah Indonesia Masih Hujan Meskipun Sudah Masuk Musim Kemarau

Foto | Selasa, 02 Juli 2024 | 15:58 WIB

Terkini

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:00 WIB

Teach You A Lesson: Ketika Pendidikan Tak Cukup untuk Mengajarkan Kebaikan

Teach You A Lesson: Ketika Pendidikan Tak Cukup untuk Mengajarkan Kebaikan

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 17:00 WIB

Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Saat Liput Anak Krakatau

Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Saat Liput Anak Krakatau

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 16:54 WIB

Demi Bansos Tunai, Pemerintah Siapkan Pembukaan Rekening Massal Warga RI di BRI dan BSI

Demi Bansos Tunai, Pemerintah Siapkan Pembukaan Rekening Massal Warga RI di BRI dan BSI

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 16:53 WIB

Rupiah Makin Kekar Lawan Dolar AS, Ditutup ke Level Rp17.632

Rupiah Makin Kekar Lawan Dolar AS, Ditutup ke Level Rp17.632

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 16:52 WIB

5 Cara Memakai Gelang Batu Giok dan Kristal Menurut Feng Shui agar Hoki

5 Cara Memakai Gelang Batu Giok dan Kristal Menurut Feng Shui agar Hoki

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 16:50 WIB

Klarifikasi Anggota DPR Eva Stevany Rataba yang Namanya Masuk Desil 4

Klarifikasi Anggota DPR Eva Stevany Rataba yang Namanya Masuk Desil 4

News | Selasa, 08 September 2026 | 16:38 WIB

Saksi Kunci Daycare Little Aresha Sebut Anak-Anak Diberi Makanan Sisa selain Diikat dan Dipukul

Saksi Kunci Daycare Little Aresha Sebut Anak-Anak Diberi Makanan Sisa selain Diikat dan Dipukul

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 16:35 WIB

Ketika Layar Dimatikan, Persahabatan Baru Dimulai: Inspirasi dari Komunitas Lets AFK

Ketika Layar Dimatikan, Persahabatan Baru Dimulai: Inspirasi dari Komunitas Lets AFK

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 16:33 WIB

Quantum Ikhlas: Mengubah Cara Menjalani Hidup dengan Kekuatan Hati

Quantum Ikhlas: Mengubah Cara Menjalani Hidup dengan Kekuatan Hati

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 16:30 WIB

×