- Mantan pengasuh berinisial DN mengungkap penganiayaan anak di Daycare Little Aresha dalam sidang PN Yogyakarta, Senin (7/9/2026).
- Para pengasuh terbukti melakukan tindak kekerasan fisik, membedong balita seharian, serta mencampur sisa makanan anak untuk menu makan siang.
- Terdakwa Dyah Kusumastuti juga memerintahkan pemalsuan laporan harian demi menutupi fakta sebenarnya dari para orang tua murid.
Suara.com - Fakta mengerikan kembali terungkap dalam sidang kasus dugaan penganiayaan anak di Daycare Little Aresha pada Senin, 7 September 2026 di Pengadilan Negeri Yogyakarta.
Saksi kunci berinisial DN membeberkan rentetan praktik tak manusiawi yang terjadi di dalam Daycare Little Aresha tersebut.
Ada terdakwa yang tega memukul anak saat kondisinya sedang sakit atau susah makan.
DN, yang merupakan mantan pengasuh di sana, tak kuasa menahan air matanya ketika membongkar perlakuan keji para pengasuh, kepala sekolah hingga ketua yayasan bagi balita yang selama ini ditutupi oleh pengelola daycare.
![Para terdakwa kasus kekerasan Little Aresha dalam sidang di PN Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).[Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/70196-sidang-kasus-little-aresha.jpg)
Anak Dibedong Seharian dan Dipukul saat Sakit
Tak hanya soal anak dibedong seharian sejak datang dan dijemput orangtua, DN mengungkapkan anak-anak juga masih dalam kondisi diikat ketika makan.
"Anak dibedong sejak datang sampai dijemput orang tua. Saat makan juga tetap posisi dibedong di atas playmat. Kalau ada yang muntah, hanya dilap saja," ungkap DN di hadapan majelis hakim.
Tak berhenti di situ, DN menyebut ada terdakwa yang tega memukul anak saat kondisinya sedang sakit atau susah makan.
"Ada terdakwa yang memukul anak ketika sakit dan enggak mau makan. Anak yang menangis terus ketika ditali juga pernah ada yang dipukul bagian dadanya," jelasnya miris.
Tidak Ada Fasilitas Makan Sesuai Janji Manis Little Aresha
Sisi gelap lain yang terungkap adalah soal makan siang anak yang dijanjikan oleh pengelola Daycare Little Aresha bahwa itu salah satu faslitasnya.
DN mengatakan Little Aresha justu tidak pernah menyediakan makanan atau camilan.
Berdasarkan pengakuannya di hadapan hakim, Little Aresha biasa menyajikan makan siang untuk kelas Baby Besar jika ada nasi sisa atau mengumpulkan dari bekal-bekal orangtua.
Sisa nasi dan lauk dari bekal yang dibawa masing-masing anak dikumpulkan dan dicampur menjadi satu.
Sisa-sisa makanan itu kemudian diolah kembali menjadi bubur untuk diberikan sebagai menu makan siang anak-anak lain di kelas 'Baby Besar'.