Rupiah Makin Kekar Lawan Dolar AS, Ditutup ke Level Rp17.632

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Selasa, 08 September 2026 | 16:52 WIB
Rupiah Makin Kekar Lawan Dolar AS, Ditutup ke Level Rp17.632
Nilai Tukar rupiah perkasa hari ini. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp17.632 per dolar AS pada Selasa, 8 September 2026.
  • Penguatan rupiah dipicu oleh kondisi dolar AS yang tertekan akibat tingginya harga minyak mentah dunia.
  • Rupiah menguat bersama sejumlah mata uang Asia lainnya sementara beberapa mata uang kawasan mengalami pelemahan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus konsisten menguat hingga penutupan, Selasa, (8/9/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp17.632 per dolar AS, menguat 8 poin atau naik 0,05 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan ini imbas dolar AS yang meloyo akibat harga minyak mentah yang tinggi.

"Rupiah ditutup menguat tipis didukung oleh dolar AS yang masih cenderung tertekan namun tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia WTI yang mencapai level tertinggi dalam 3 bulan," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Nilai tukar rupiah menguat 0,30 persen ke level Rp17.475 terhadap dolar AS pada penutupan Rabu sore, 13 Mei 2026. [Antara]
Nilai Tukar rupiah perkasa hari ini. [Antara]

Lukman menambahkan investor cenderung masih menunggu di tengah absennya data ekonomi penting baik dari luar maupun dalam negeri. Sehingga, bisa saja mata uang Garuda berpotensi kembali menguat.

"Untuk besok, investor menantikan survey kepercayaan konsumen bulan Agustus yang diperkirakan akan sedikit meningkat dan bisa memberikan sentimen positif pada rupiah," jelasnya.

Sementara itu, rupiah menguat Bersama beberapa mata uang Asia lainnya. Yen Jepang mencatat penguatan terbesar yakni 0,39 persen, disusul won Korea yang menguat 0,13 persen.

Lalu ada, dolar Taiwan menguat 0,11 persen dan dolar Singapura menguat 0,02 persem terhadap dolar AS. Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini.

Ringgit Malaysia mencatat pelemahan terdalam yakni 0,28 persen, disusul rupee India yang melemah 0,27 persen, baht Thailand melemah 0,23 persen dan peso Filipina melemah 0,03 persen.

Selain itu, dolar Hong Kong melemah 0,02 persen, yuan China melemah 0,02 persen terhadap dolar AS. 

baca juga

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,95, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,17.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Ngamuk, Dolar AS Tertekan ke Level Rp17.615

Rupiah Ngamuk, Dolar AS Tertekan ke Level Rp17.615

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Menguat Tipis Berkat Cadangan Devisa yang Meningkat

Rupiah Menguat Tipis Berkat Cadangan Devisa yang Meningkat

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 16:40 WIB

Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$146,5 Miliar, Tahan Guncangan Global

Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$146,5 Miliar, Tahan Guncangan Global

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 10:42 WIB

Terkini

Dari Kue Hingga Skincare, Matcha Dimodifikasi Sejauh Ini Demi Bisa Disukai?

Dari Kue Hingga Skincare, Matcha Dimodifikasi Sejauh Ini Demi Bisa Disukai?

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Flek Hitam di Leher dan Dada Akibat Paparan Matahari?

Bagaimana Cara Menghilangkan Flek Hitam di Leher dan Dada Akibat Paparan Matahari?

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Menteri ESDM Minta Pegawai Prioritaskan Rakyat Dibanding Pengusaha

Menteri ESDM Minta Pegawai Prioritaskan Rakyat Dibanding Pengusaha

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Satgas PKH Tak Tangani Pidana Karhutla, Penindakan Diserahkan ke Polri dan Kejagung

Satgas PKH Tak Tangani Pidana Karhutla, Penindakan Diserahkan ke Polri dan Kejagung

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Baterai Samsung Galaxy S27 Pro dan S27 Ultra Terungkap, Kapasitas Makin Besar

Baterai Samsung Galaxy S27 Pro dan S27 Ultra Terungkap, Kapasitas Makin Besar

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Bapak Paling Jujur: Sindiran Tajam untuk Budaya Politik Pencitraan di Indonesia

Bapak Paling Jujur: Sindiran Tajam untuk Budaya Politik Pencitraan di Indonesia

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Bahasa Indonesia Era Gen Z: Bertahan, Berubah, atau Kehilangan Identitas?

Bahasa Indonesia Era Gen Z: Bertahan, Berubah, atau Kehilangan Identitas?

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:50 WIB

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:46 WIB

Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Sumut | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:45 WIB

×