Serba-Serbi Awan Arcus atau Awan Tsunami yang Muncul Kala Peralihan Musim, Hati-hati Angin Ribut!

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 12 September 2024 | 20:40 WIB
Serba-Serbi Awan Arcus atau Awan Tsunami yang Muncul Kala Peralihan Musim, Hati-hati Angin Ribut!
Awan tsunami muncul di langit Kalimantan Barat. Namanya awan Arcus.

Suara.com - Fenomena awan tsunami atau yang dikenal sebagai awan Arcus di Indonesia telah menarik perhatian para pengguna media sosial. Pertanyaan yang muncul adalah apakah awan tsunami merupakan fenomena alam yang biasa terjadi?

Salah seorang pengguna media sosial sempat membagikan sebuah gambar ilustrasi tentang awan tsunami. Dalam unggahannya, ia juga menjelaskan bahwa awan ini sering terbentuk pada saat peralihan musim atau pancaroba.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan bahwa fenomena awan Arcus atau awan tsunami ini umumnya terjadi selama musim pancaroba dan musim hujan, yang biasanya berlangsung dari bulan September hingga Februari.

Awan ini sering muncul pada bulan-bulan peralihan seperti September, Oktober, dan November, di mana bentuknya menyerupai ombak tsunami. Sedangkan pada musim hujan, awan tsunami ini sering terlihat dari Desember hingga Februari.

Mengapa Dinamakan Awan Tsunami?

Istilah "awan tsunami" digunakan secara populer oleh masyarakat karena bentuknya yang mirip dengan gulungan gelombang tsunami. Sebenarnya, nama ilmiahnya adalah awan Arcus.

“Fenomena ini bisa menyebabkan hujan deras dan angin kencang, namun tidak ada hubungannya dengan bencana geologi seperti gempa bumi atau tsunami,” demikian disampaikan oleh BMKG Kalsel melalui akun Instagram resmi Stasiun Meteorologi Banjarmasin @cuacakalsel.

Awan Arcus adalah tipe awan dengan ketinggian rendah dari permukaan, termasuk dalam kelompok cumuliform. Menurut Ina Juaeni, anggota Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TREAK) di LAPAN, awan ini terbentuk pada ketinggian antara permukaan hingga sekitar 1,9 kilometer.

Awan Arcus dapat muncul bersamaan dengan awan badai cumulonimbus. Bentuknya yang seperti gulungan horizontal biasanya terpisah dari awan induk, sedangkan yang datar cenderung menyatu dengan dasar awan cumulonimbus.

Bagaimana Awan Arcus Terbentuk?

Awan ini terbentuk akibat ketidakstabilan di atmosfer, di mana udara hangat dan lembab bertemu dengan udara dingin. Di sepanjang pertemuan ini, terbentuk awan Arcus yang menyerupai gulungan awan besar mirip gelombang tsunami.

Gulungan awan terbentuk karena perbedaan kecepatan angin, di mana sisi luar awan terlihat halus sementara sisi dalam lebih kasar akibat hembusan angin yang kuat. Kemunculan awan Arcus juga sering menjadi tanda bahwa hujan badai atau angin kencang akan segera tiba.

Arcus, baik dalam bentuk gulungan maupun datar, menandakan cuaca ekstrem yang akan datang, khususnya badai atau hujan deras. Meskipun awan Arcus berbentuk gulungan jarang terjadi, bentuk yang datar lebih umum ditemui. Awan ini umumnya muncul di sepanjang wilayah pesisir, meskipun tidak menutup kemungkinan muncul di wilayah yang jauh dari pantai.

Dampak Awan Arcus

Awan Arcus, baik berbentuk roll cloud (awan gulung) maupun shelf cloud (awan rak), memiliki dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di tempat kemunculannya. Berikut adalah beberapa dampak utama yang sering ditimbulkan oleh awan Arcus:

1. Tanda Cuaca Ekstrem

Keberadaan awan Arcus biasanya menandakan bahwa cuaca ekstrem sedang atau akan segera terjadi. Awan shelf sering mendahului badai petir yang intens, sementara awan roll sering terlihat sebelum terjadi garis squall. Kedua jenis awan ini memperingatkan akan potensi terjadinya hujan lebat, angin kencang, dan badai petir.

2. Hujan Lebat dan Potensi Banjir

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minimnya Literasi Soal Megathrust, Bikin Dunia Wisata Jadi Lesu?

Minimnya Literasi Soal Megathrust, Bikin Dunia Wisata Jadi Lesu?

News | Kamis, 12 September 2024 | 12:07 WIB

Kapan Musim Hujan 2024 Dimulai? Cek Perkiraan Cuaca Lengkap Hingga Akhir Tahun Yuk

Kapan Musim Hujan 2024 Dimulai? Cek Perkiraan Cuaca Lengkap Hingga Akhir Tahun Yuk

News | Senin, 09 September 2024 | 17:29 WIB

Bali Diguncang Gempa Magnitudo 4,9, BMKG Beri Penjelasan Begini

Bali Diguncang Gempa Magnitudo 4,9, BMKG Beri Penjelasan Begini

News | Sabtu, 07 September 2024 | 10:52 WIB

Prediksi Gempa Megathrust di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Prediksi Gempa Megathrust di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Lifestyle | Jum'at, 06 September 2024 | 16:25 WIB

BMKG Soroti Penyesuaian Pola Hidup Hingga Gaya Rumah Antisipasi Megathrust

BMKG Soroti Penyesuaian Pola Hidup Hingga Gaya Rumah Antisipasi Megathrust

News | Selasa, 03 September 2024 | 02:00 WIB

Heboh Awan Lurus Tanda Gempa Megathrust, Benar atau Tidak? Ini Penjelasannya Ahli

Heboh Awan Lurus Tanda Gempa Megathrust, Benar atau Tidak? Ini Penjelasannya Ahli

News | Rabu, 28 Agustus 2024 | 19:56 WIB

Terkini

Penjelasan Update Free Fire 'Misteri Bawah Laut' 8 April, Ada Tips Klaim Hadiah Anyar

Penjelasan Update Free Fire 'Misteri Bawah Laut' 8 April, Ada Tips Klaim Hadiah Anyar

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 20:01 WIB

5 Rekomendasi Tablet RAM 8 GB Termurah 2026: Kencang untuk Kerja, Belajar, dan Hiburan

5 Rekomendasi Tablet RAM 8 GB Termurah 2026: Kencang untuk Kerja, Belajar, dan Hiburan

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 19:52 WIB

LG Unjuk Inovasi AI di InnoFest 2026 APAC, Fokus pada Smart Home Masa Depan

LG Unjuk Inovasi AI di InnoFest 2026 APAC, Fokus pada Smart Home Masa Depan

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 19:47 WIB

69 Kode Redeem FF Max Terbaru 8 April 2026: Klaim SG2 Golden dan Quackman

69 Kode Redeem FF Max Terbaru 8 April 2026: Klaim SG2 Golden dan Quackman

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 19:38 WIB

5 HP dengan Fitur NFC Cepat dan Responsif, Transaksi Cashless Jadi Lebih Praktis

5 HP dengan Fitur NFC Cepat dan Responsif, Transaksi Cashless Jadi Lebih Praktis

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 19:33 WIB

Tablet Gaming Redmi Anyar Bawa Dimensity 9500: Layar Compact, Pesaing iPad Mini

Tablet Gaming Redmi Anyar Bawa Dimensity 9500: Layar Compact, Pesaing iPad Mini

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 18:33 WIB

Video Unboxing Infinix GT 50 Pro Beredar: Dukung Sistem Pendingin dan Layar 144 Hz

Video Unboxing Infinix GT 50 Pro Beredar: Dukung Sistem Pendingin dan Layar 144 Hz

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 18:27 WIB

5 HP Harga Rp2 Jutaan Terbaik 2026: Harga Irit, Spek Elit

5 HP Harga Rp2 Jutaan Terbaik 2026: Harga Irit, Spek Elit

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 18:20 WIB

53 Kode Redeem FF Terbaru 8 April 2026, Klaim Hadiah Gratis dan Event Quackman

53 Kode Redeem FF Terbaru 8 April 2026, Klaim Hadiah Gratis dan Event Quackman

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 17:52 WIB

31 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 8 April 2026, Klaim Hadiah Gratis dan Event Dream Chaser UEFA

31 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 8 April 2026, Klaim Hadiah Gratis dan Event Dream Chaser UEFA

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 17:35 WIB