Minimnya Literasi Soal Megathrust, Bikin Dunia Wisata Jadi Lesu?

Chandra Iswinarno

Kamis, 12 September 2024 | 12:07 WIB
Minimnya Literasi Soal Megathrust, Bikin Dunia Wisata Jadi Lesu?
Foto udara wisata Pantai Barat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (30/11). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi]

Suara.com - Ramainya pembahasan isu megathrust yang terjadi belakangan menyebabkan persoalan baru di industri pariwisata, terutama di kawasan selatan Jawa Barat (Jabar). Untuk Kawasan Pantai Pangandaran, misalnya, isu megathrust malah membuat okupansi hotel di destinasi tersebut turun.

Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana bahkan mengatakan banyak tamu yang sudah memesan hotel, akhirnya membatalkannya. kondisi tersebut dikatakan Agus terjadi di di sejumlah hotel yang berada di Kawasan Pangandaran..

"Itu adalah kewajiban dari instansi terkait untuk memberikan pemahaman yang baik, bahwa yang saya tangkap itu kan baru prediksi bahwa ada potensi, prediksi aja, belum. Tapi ada potensi untuk terjadinya megathrust," katanya mengutip Harapan Rakyat-jaringan Suara.com, Rabu (11/9/2024).

Ia sendiri tidak mempersoalkan pernyataan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gempa megathrust.

Namun, ia menyayangkan persoalan literasi setengah-setengah di masyarakat yang menjadi bisa membuat dunia pariwisata Pangandaran berpotensi lesu.

"Tapi masyarakat penyakitnya kalau membaca berita itu tidak sampai tuntas, hanya judulnya saja yang dibaca. Malas untuk membaca sampai akhir."

"Pemahamannya langsung ditelan akhirnya membuat situasinya lebih tidak kondusif lagi, karena mereka tidak paham berita sampai akhir," katanya.

Sementara itu, seorang pegiat wisata, Amin mengatakan, sejumlah wisatawan membatalkan kunjungannya ke Pangandaran akibat pemberitaan megathrust.

"Sumber informasinya dari BMKG, ada surat edaran bahkan. Ada beberapa yang membatalkan seperti contohnya tadi dari daerah Bogor," katanya.

baca juga

Isu megathrust tersebut sebenarnya sudah kerap berembus dan hal tersebut direspons dengan digelarnya simulasi evakuasi di Kabupaten Pangandaran pada 5 September 2024 lalu yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pangandaran Nana Sukarna mengatakan dampak isu tersebut membuat kunjungan wisata di libur panjang akhir pekan menjadi tidak begitu banyak.

"Kunjungan seperti biasa tidak signifikan di hari-hari biasa. Cuma memang di Sabtu-Minggu terasa," ujarnya.

Ia mengemukakan, saat ini masih mengamati frekuensi kunjungan wisata ke Pangandaran setelah massifnya isu gempa megathrust.

"Frekuensi kunjungan tidak signifikan memang untuk bulan sekarang. Frekuensinya hari biasa, kita lihat nanti di long weekend kita sedang buat eksposing biasanya muncul prediksi di hari Jumat bisa dilihat,” jelas Nana.

Pihaknya akan melihat tingkat kunjungan di sejumlah hotel dan penginapan pada hari Sabtu dan Minggu.

"Hari Sabtu Minggu tingkat kunjungan dilihat, wisatawan di hotel dan penginapan berapa," ucapnya.

Diakuinya isu megathrust bukan hal yang baru untuk di kawasannya. Namun, ia mengatakan bahwa yang saat ini bisa dilakukan yakni berkoordinasi dengan badan/lembaga terkait.

"Megathrust itu kapan saja bisa terjadi. Kalau ada yang bisa memprediksi kapan akan terjadi, berarti memprediksi kiamat juga bisa. Pusdalops-nya harus rajin kolaborasi dengan semua pihak," katanya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbandingan Megathrust Selatan Jawa dan Tsunami Aceh, Seberapa Dampak dan Efeknya?

Perbandingan Megathrust Selatan Jawa dan Tsunami Aceh, Seberapa Dampak dan Efeknya?

News | Minggu, 08 September 2024 | 14:07 WIB

Prediksi Gempa Megathrust di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Prediksi Gempa Megathrust di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Lifestyle | Jum'at, 06 September 2024 | 16:25 WIB

BMKG Soroti Penyesuaian Pola Hidup Hingga Gaya Rumah Antisipasi Megathrust

BMKG Soroti Penyesuaian Pola Hidup Hingga Gaya Rumah Antisipasi Megathrust

News | Selasa, 03 September 2024 | 02:00 WIB

Terkini

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:23 WIB

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan  Anak

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

×