Duh! Hacker Korea Utara Bobol Indodax, Kerugian Capai Ratusan Miliar

Budi Arista Romadhoni

Sabtu, 14 September 2024 | 21:32 WIB
Duh! Hacker Korea Utara Bobol Indodax, Kerugian Capai Ratusan Miliar
Ilustrasi hacker (pixabay.com)

Suara.com - Indodax, salah satu platform pertukaran cryptocurrency terbesar di Indonesia, mengalami serangan siber serius yang diduga dilakukan oleh kelompok peretas yang terafiliasi dengan Korea Utara (DPRK).

Peretasan ini menyebabkan layanan Indodax tak dapat diakses sejak 11 September lalu, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Oscar Darmawan, CEO Indodax, mengungkapkan bahwa serangan ini teridentifikasi melalui bantuan agen keamanan kripto internasional.

"Berdasarkan analisis, kami menemukan bahwa serangan ini berafiliasi dengan hacker dari Korea Utara, kelompok yang sebelumnya banyak menyerang bursa kripto global lainnya," kata Oscar dalam keterangan resmi pada Sabtu (14/9/2024).

Kelompok hacker asal Korea Utara dikenal menargetkan platform crypto exchange dengan likuiditas besar, dan serangan ini mempertegas risiko ancaman siber yang dihadapi industri cryptocurrency global.

Indodax, yang mengelola aset lebih dari Rp11,5 triliun, menjadi salah satu korban terbaru dari serangan yang diduga berhubungan dengan upaya pengumpulan dana oleh rezim Korea Utara melalui metode siber.

Oscar menjelaskan bahwa Indodax kini bekerja sama dengan Cyber Mabes Bareskrim Polri untuk menangani kasus ini, serta berkoordinasi dengan Bappebti dan OJK.

Meski begitu, layanan Indodax masih belum dapat diakses, dan para investor harus bersabar sementara tim keamanan bekerja untuk menutup celah keamanan yang digunakan oleh peretas.

"Kami menyadari bahwa ini adalah ancaman global yang sangat serius. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menangani masalah ini dengan cepat dan efektif," tambah Oscar.

baca juga

Meski serangan ini menimbulkan kerugian besar, Oscar memastikan bahwa saldo dan aset kripto para member Indodax tetap aman. "Kami telah menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat, dan tidak ada dana member yang terdampak oleh serangan ini," jelasnya.

Peretasan oleh kelompok yang berafiliasi dengan Korea Utara bukanlah hal baru. Mereka telah lama diketahui menggunakan serangan siber untuk mengakses aset digital sebagai bagian dari strategi pendanaan rezim mereka. Indodax menjadi salah satu target karena volume transaksi yang besar dan nilai aset yang signifikan.

Kejadian ini memperingatkan kembali seluruh industri kripto tentang pentingnya meningkatkan pertahanan keamanan siber, terutama terhadap serangan yang semakin canggih dari aktor negara seperti Korea Utara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Nuklir Semenanjung Korea dan Peran Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Dunia

Ancaman Nuklir Semenanjung Korea dan Peran Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Dunia

Bisnis | Sabtu, 14 September 2024 | 09:30 WIB

Dikabarkan Kena Hack, Indodax Apakah Aman atau Tidak?

Dikabarkan Kena Hack, Indodax Apakah Aman atau Tidak?

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 20:46 WIB

Indodax Tumbang? Kerugian Diduga Mencapai Ratusan Miliar Rupiah

Indodax Tumbang? Kerugian Diduga Mencapai Ratusan Miliar Rupiah

Tekno | Rabu, 11 September 2024 | 16:55 WIB

Terkini

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:57 WIB

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:44 WIB

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:42 WIB

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:32 WIB

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?

Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Prabowo Copot M Nasir dari Sekda Aceh, Pemprov: Tak Ada Masalah Apa-apa

Prabowo Copot M Nasir dari Sekda Aceh, Pemprov: Tak Ada Masalah Apa-apa

Sumut | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:09 WIB

×