Indodax: Ini Dia Alasan Kenapa Altcoin Siap Bangkit Tahun Ini

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 11 September 2024 | 11:21 WIB
Indodax: Ini Dia Alasan Kenapa Altcoin Siap Bangkit Tahun Ini
CEO Indodax, Oscar Darmawan.

Suara.com - Perusahaan crypto exchange terkemuka di Indonesia, Indodax, menyatakan bahwa rencana penurunan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), yaitu Fed Funds Rate (FFR), dapat menjadi katalis positif bagi pasar altcoin untuk kembali pulih dan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pernyataan ini disampaikan oleh CEO Indodax, Oscar Darmawan, di Jakarta pada Senin (9/9/2024).

Oscar Darmawan menekankan bahwa kebijakan moneter The Fed memiliki pengaruh besar terhadap pasar kripto, termasuk altcoin.

"Dengan The Fed yang berencana menurunkan suku bunga mulai bulan September, ini bisa menjadi katalis bagi pasar altcoin untuk pulih dan tumbuh," kata Oscar.

Menurutnya, penurunan suku bunga oleh The Fed dapat mendorong masuknya likuiditas baru ke dalam pasar, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset digital seperti altcoin.

Kebijakan penurunan suku bunga dapat mempengaruhi pasar keuangan secara luas dengan menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan arus likuiditas. Hal ini sering kali memicu pergerakan modal ke aset yang lebih berisiko seperti saham dan kripto, termasuk altcoin. Oleh karena itu, keputusan The Fed diharapkan akan membawa sentimen positif bagi pasar kripto.

Pergerakan Harga Ethereum dan Altcoin Lainnya

Saat ini, pasar altcoin, termasuk Ethereum (ETH), sedang mengalami tekanan. Ethereum, yang merupakan altcoin terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, mengalami penurunan harga signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Pada 26 Agustus 2024, harga ETH tercatat di level 2.790 dolar AS, namun kemudian mengalami penurunan hingga menyentuh 2.301 dolar AS pada 9 September 2024. Penurunan ini menempatkan Ethereum pada titik terendahnya terhadap Bitcoin dalam hampir tiga tahun terakhir, menurut data dari CoinMarketCap.

Meskipun begitu, Oscar menilai bahwa penurunan ini mungkin hanya sementara, mengingat sifat pasar kripto yang sangat volatil dan sering mengalami siklus naik-turun. Ia menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti kebijakan moneter global, adopsi teknologi blockchain, dan sentimen investor turut mempengaruhi pergerakan harga altcoin.

Oscar juga menyoroti pentingnya likuiditas global dalam menentukan tren pasar altcoin. Menurut laporan dari Cointelegraph.com, salah satu faktor kunci yang mempengaruhi pasar altcoin adalah injeksi likuiditas dari Tiongkok yang cenderung meningkat di akhir tahun dan mencapai puncaknya pada Februari. Kebijakan Quantitative Easing (QE), baik di Tiongkok maupun Amerika Serikat, dapat mempengaruhi jumlah likuiditas yang beredar dan, pada akhirnya, memberikan dorongan bagi pasar kripto.

Quantitative Easing (QE) adalah kebijakan moneter non-konvensional yang dilakukan oleh bank sentral dengan tujuan menambah jumlah uang yang beredar di pasar. QE biasanya dilakukan dengan cara membeli aset keuangan dari bank atau institusi keuangan, serta surat berharga milik pemerintah yang berjangka panjang. Tujuannya adalah untuk menurunkan suku bunga jangka panjang, mendorong pinjaman, dan meningkatkan likuiditas pasar. Dengan likuiditas yang lebih tinggi, investor mungkin lebih tertarik untuk memasuki pasar aset berisiko seperti kripto.

Strategi Diversifikasi dalam Investasi Kripto

Lebih lanjut, Oscar Darmawan menekankan pentingnya diversifikasi portofolio investasi dalam kripto. Ia mendorong para pengguna dan investor untuk tidak hanya berfokus pada Bitcoin, tetapi juga mempertimbangkan peluang yang ada di pasar altcoin.

"Dengan diversifikasi yang tepat, pengguna dapat memaksimalkan peluang investasi di tengah dinamika pasar yang terus berubah," ujarnya, dikutip dari Antara.

Oscar menambahkan bahwa pasar kripto terus berkembang dan menawarkan berbagai peluang investasi baru. Selain Ethereum, ada berbagai altcoin lain seperti Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Polkadot (DOT) yang juga memiliki potensi pertumbuhan seiring dengan perkembangan ekosistem blockchain mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bittime Berkomitmen Jadi yang Pertama Listing Token Hamster Kombat di Indonesia

Bittime Berkomitmen Jadi yang Pertama Listing Token Hamster Kombat di Indonesia

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 07:05 WIB

CFX Luncurkan Produk Derivatif Aset Kripto, Perluas Pilihan Investasi

CFX Luncurkan Produk Derivatif Aset Kripto, Perluas Pilihan Investasi

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 06:23 WIB

Tokocrypto Raih Lisensi Pedagang Aset Kripto Fisik dari Bappebti

Tokocrypto Raih Lisensi Pedagang Aset Kripto Fisik dari Bappebti

Bisnis | Selasa, 10 September 2024 | 09:40 WIB

Terkini

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:51 WIB

PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026

PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:33 WIB

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB

Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen

Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB

Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026

Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:56 WIB

Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan

Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:51 WIB

Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya

Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:20 WIB

RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok

RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:19 WIB