Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Indodax: Ini Dia Alasan Kenapa Altcoin Siap Bangkit Tahun Ini

M Nurhadi

Rabu, 11 September 2024 | 11:21 WIB
Indodax: Ini Dia Alasan Kenapa Altcoin Siap Bangkit Tahun Ini
CEO Indodax, Oscar Darmawan.

Suara.com - Perusahaan crypto exchange terkemuka di Indonesia, Indodax, menyatakan bahwa rencana penurunan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), yaitu Fed Funds Rate (FFR), dapat menjadi katalis positif bagi pasar altcoin untuk kembali pulih dan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pernyataan ini disampaikan oleh CEO Indodax, Oscar Darmawan, di Jakarta pada Senin (9/9/2024).

Oscar Darmawan menekankan bahwa kebijakan moneter The Fed memiliki pengaruh besar terhadap pasar kripto, termasuk altcoin.

"Dengan The Fed yang berencana menurunkan suku bunga mulai bulan September, ini bisa menjadi katalis bagi pasar altcoin untuk pulih dan tumbuh," kata Oscar.

Menurutnya, penurunan suku bunga oleh The Fed dapat mendorong masuknya likuiditas baru ke dalam pasar, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset digital seperti altcoin.

Kebijakan penurunan suku bunga dapat mempengaruhi pasar keuangan secara luas dengan menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan arus likuiditas. Hal ini sering kali memicu pergerakan modal ke aset yang lebih berisiko seperti saham dan kripto, termasuk altcoin. Oleh karena itu, keputusan The Fed diharapkan akan membawa sentimen positif bagi pasar kripto.

Pergerakan Harga Ethereum dan Altcoin Lainnya

Saat ini, pasar altcoin, termasuk Ethereum (ETH), sedang mengalami tekanan. Ethereum, yang merupakan altcoin terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, mengalami penurunan harga signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Pada 26 Agustus 2024, harga ETH tercatat di level 2.790 dolar AS, namun kemudian mengalami penurunan hingga menyentuh 2.301 dolar AS pada 9 September 2024. Penurunan ini menempatkan Ethereum pada titik terendahnya terhadap Bitcoin dalam hampir tiga tahun terakhir, menurut data dari CoinMarketCap.

Meskipun begitu, Oscar menilai bahwa penurunan ini mungkin hanya sementara, mengingat sifat pasar kripto yang sangat volatil dan sering mengalami siklus naik-turun. Ia menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti kebijakan moneter global, adopsi teknologi blockchain, dan sentimen investor turut mempengaruhi pergerakan harga altcoin.

Oscar juga menyoroti pentingnya likuiditas global dalam menentukan tren pasar altcoin. Menurut laporan dari Cointelegraph.com, salah satu faktor kunci yang mempengaruhi pasar altcoin adalah injeksi likuiditas dari Tiongkok yang cenderung meningkat di akhir tahun dan mencapai puncaknya pada Februari. Kebijakan Quantitative Easing (QE), baik di Tiongkok maupun Amerika Serikat, dapat mempengaruhi jumlah likuiditas yang beredar dan, pada akhirnya, memberikan dorongan bagi pasar kripto.

baca juga

Quantitative Easing (QE) adalah kebijakan moneter non-konvensional yang dilakukan oleh bank sentral dengan tujuan menambah jumlah uang yang beredar di pasar. QE biasanya dilakukan dengan cara membeli aset keuangan dari bank atau institusi keuangan, serta surat berharga milik pemerintah yang berjangka panjang. Tujuannya adalah untuk menurunkan suku bunga jangka panjang, mendorong pinjaman, dan meningkatkan likuiditas pasar. Dengan likuiditas yang lebih tinggi, investor mungkin lebih tertarik untuk memasuki pasar aset berisiko seperti kripto.

Strategi Diversifikasi dalam Investasi Kripto

Lebih lanjut, Oscar Darmawan menekankan pentingnya diversifikasi portofolio investasi dalam kripto. Ia mendorong para pengguna dan investor untuk tidak hanya berfokus pada Bitcoin, tetapi juga mempertimbangkan peluang yang ada di pasar altcoin.

"Dengan diversifikasi yang tepat, pengguna dapat memaksimalkan peluang investasi di tengah dinamika pasar yang terus berubah," ujarnya, dikutip dari Antara.

Oscar menambahkan bahwa pasar kripto terus berkembang dan menawarkan berbagai peluang investasi baru. Selain Ethereum, ada berbagai altcoin lain seperti Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Polkadot (DOT) yang juga memiliki potensi pertumbuhan seiring dengan perkembangan ekosistem blockchain mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bittime Berkomitmen Jadi yang Pertama Listing Token Hamster Kombat di Indonesia

Bittime Berkomitmen Jadi yang Pertama Listing Token Hamster Kombat di Indonesia

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 07:05 WIB

CFX Luncurkan Produk Derivatif Aset Kripto, Perluas Pilihan Investasi

CFX Luncurkan Produk Derivatif Aset Kripto, Perluas Pilihan Investasi

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 06:23 WIB

Tokocrypto Raih Lisensi Pedagang Aset Kripto Fisik dari Bappebti

Tokocrypto Raih Lisensi Pedagang Aset Kripto Fisik dari Bappebti

Bisnis | Selasa, 10 September 2024 | 09:40 WIB

Terkini

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12 WIB

Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi

Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:52 WIB

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:27 WIB

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:05 WIB

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB