Heboh Kabar Prabowo Dihina Media Asing, Gegara Ngemis Bertemu Donald Trump?

Budi Arista Romadhoni, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 30 November 2024 | 08:18 WIB
Heboh Kabar Prabowo Dihina Media Asing, Gegara Ngemis Bertemu Donald Trump?
Prabowo Subianto. (Youtube)

Suara.com - Nama Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini muncul dalam sebuah artikel yang terbit di media asing The Economist pada Kamis (28/11/2024). Hal ini menarik perhatian warganet di media sosial karena artikel tersebut memiliki judul yang bersifat provokatif.

Warganet menilai jika The Economist menghina Prabowo Subianto dalam artikel berjudul "Indonesia’s Prabowo is desperate to impress Trump and Xi" di mana dalam pemberitaan tersebut menyebutkan bahwa Prabowo Subianto sangat ingin membuat Donald Trump dan Xi Jinping terkesan.

Hal ini menyoroti video yang diunggah oleh akun X resmi Prabowo Subianto ketika dirinya terekam tengah berbincang dengan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (11/11/2024). Dalam percakapan tersebut, Prabowo Subianto mengucapkan selamat atas terpilihnya Trump sebagai Presiden AS.

Tak hanya itu, dalam video tersebut pun terdengar bahwa Prabowo Subianto mengutarakan keinginannya untuk bertemu dengan Trump secara langsung. Dalam rekaman selanjutnya, Trump juga terdengar memuji bahasa Inggris Prabowo Subianto.

Sebagaimana yang diketahui, Prabowo Subianto sempat melakukan perjalanan ke luar negeri setelah pelantikannya. Namun rupanya, hal ini menjadi perhatian The Economist.

"Kurang dari tiga minggu setelah menjabat, Prabowo berangkat untuk melakukan lawatan keliling dunia ke enam negara. Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang sangat ingin mendapatkan pengakuan dari rekan-rekannya, terlalu percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Perjalanan itu direncanakan dengan tergesa-gesa dan rencana perjalanan masih belum pasti hingga akhir tur, Prabowo berharap untuk mampir ke Mar-a-Lago untuk menemui Donald Trump beberapa hari setelah kemenangannya dalam Pemilu. Dalam sebuah panggilan ucapan selamat yang menjilat, yang rekamannya dipublikasikan di saluran media sosialnya, Prabowo yang tampak gugup menawarkan untuk terbang 'ke mana pun Anda berada' untuk bertemu dengan presiden terpilih (Trump).Trump mengabaikan hal ini dan malah memuji bahasa Inggris Prabowo," tulis artikel tersebut.

"Prabowo, yang merupakan lulusan sekolah internasional dan berbicara dalam empat bahasa, dengan bangga menjawab 'Semua pelatihan saya menggunakan bahasa Amerika, Pak!' mengacu pada kursus yang ia selesaikan di pangkalan militer Amerika pada tahun 1980-an. Pada akhirnya, ia harus puas dengan pertemuan di Washington dengan Presiden Joe Biden dan pejabat pemerintahan yang akan lengser," tambahnya.

Pemberitaan ini menjadi topik hangat perbincangan di kalangan warganet, salah satunya dibagikan oleh akun X @goraici.

Cuitan warganet soal media asing menghina Prabowo. [X/@goraici]
Cuitan warganet soal media asing menghina Prabowo. [X/@goraici]

"Prabowo dihina-hina The Economist. Kayak anak kecil minta-minta ketemu Trump tapi dicuekin. A man 'desperate for approval' nggak sesuai janji kampanye yang katanya akan berani dan tegas terhadap kekuatan asing, dll," cuit pemilik akun tersebut.

baca juga

Unggahan yang kini disukai sebanyak lebih dari 27.000 kali oleh sesama pengguna X itu pun menuai beragam komentar.

"Poinnya ada di kalimat akhir. Prabowo terkadang nggak paham dengan apa yang dia ucapkan. Dia ngomong hanya untuk nyenengin orang aja, nggak bener-bener memahami dan mengimplementasikan apa yang dibicarakan. Contohnya, bilang mau perangi korupsi, tapi lingkarannya orang-orang bermasalah," komentar @_sun*********

"Keinget dia ngomong sir sir sir mulu. Kebiasaan budaya hierarkis di militer jadinya begitu. Ketemu Raja Charles masih masuk akal. Kalau dipakai di Amerika yang egaliter jelas jadi olok-olokan. Tapi poin terakhir emang bener. Prabowo seringnya cuma omong-omong. Ngomong A kelakuan B, besoknya ngomong C," tambah @alg********

"Wkwkwk finally, The Economist said it. Di sini dipuja puji 'wah berwibawa banget', 'bahasa Inggrisnya bagus', 'akhirnya punya pemimpin yang dihargai sama orang luar'. Tiap baca komentar di IG atau YouTube sampai merinding saking gelinya," sahut @yov*****

"Ungkapan Sir di Indonesia memang maksudnya sopan dan tata krama, tapi menurut orang luar tidak seharusnya dipakai (berulang-ulang) oleh lawan bicara yang posisinya 'setara'," cuit @fpl_*********

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo akan Naikan Upah Minimum 6,5 Persen, KSPSI: Kami Tidak Mengira

Prabowo akan Naikan Upah Minimum 6,5 Persen, KSPSI: Kami Tidak Mengira

News | Sabtu, 30 November 2024 | 00:30 WIB

Prabowo Minta Jaga dan Kelola Uang dengan Bijak: Ini Darah dan Keringat Rakyat

Prabowo Minta Jaga dan Kelola Uang dengan Bijak: Ini Darah dan Keringat Rakyat

News | Jum'at, 29 November 2024 | 23:38 WIB

Pilkada Serentak 2024 Berjalan Tenang, Prabowo: Tanda Proses Pendewasaan

Pilkada Serentak 2024 Berjalan Tenang, Prabowo: Tanda Proses Pendewasaan

News | Jum'at, 29 November 2024 | 22:47 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×