Asteroid Raksasa Berpotensi Menghantam Bumi pada 2032, Ini Lokasi yang Berisiko

Budi Arista Romadhoni

Jum'at, 14 Februari 2025 | 09:38 WIB
Asteroid Raksasa Berpotensi Menghantam Bumi pada 2032, Ini Lokasi yang Berisiko
ilustrasi asteroid mendekati Bumi (Pixabay.com/MasterTux)

Suara.com - Para ilmuwan mengungkap kemungkinan jalur tumbukan asteroid 2024 YR4, yang diperkirakan dapat menghantam Bumi dalam tujuh tahun ke depan.

Asteroid ini berukuran sebesar Patung Liberty, menjadikannya salah satu ancaman terbesar bagi planet kita. Ditemukan pertama kali pada Desember 2024lalu, para ahli memperingatkan bahwa upaya untuk mengalihkan jalurnya bisa membawa risiko baru.

Dilansir dari UNILAD, Dr. Robin George Andrews, seorang ilmuwan planet, menjelaskan bahwa meskipun misi Double Asteroid Redirection Test (DART) berhasil mengubah lintasan asteroid, metode ini belum tentu efektif dalam setiap kasus.

“Jika kita salah strategi, kita bisa saja justru memecah asteroid menjadi pecahan-pecahan yang tetap berbahaya bagi Bumi—ibarat mengubah peluru meriam menjadi hujan peluru,” ujarnya melalui di platform media sosial X.

Lebih lanjut, Andrews memperingatkan bahwa dengan waktu yang terbatas, salah perhitungan bisa membuat asteroid tetap menghantam Bumi, hanya di lokasi yang berbeda dari perkiraan awal.

Pasangan asteroid biner dan Dinky, yang bernama asli Dinkinesh. [NASA]
Ilustrasi asteroid [NASA]

David Rankin, insinyur dari NASA’s Catalina Sky Survey Project, telah memetakan ‘koridor risiko’ asteroid 2024 YR4. Wilayah yang berisiko terkena dampak mencakup Amerika Selatan bagian utara, Samudra Pasifik, Asia Selatan, Laut Arab, dan Afrika. Negara-negara yang kemungkinan besar terdampak meliputi India, Pakistan, Bangladesh, Ethiopia, Sudan, Nigeria, Venezuela, Kolombia, dan Ekuador.

Para astronom memperkirakan asteroid ini akan meledak di udara saat bertabrakan, dengan kekuatan setara 8 juta ton TNT, memengaruhi area hingga radius 50 kilometer dari titik tumbukan.

NASA telah membentuk tim astronom internasional untuk mengamati asteroid ini lebih lanjut menggunakan teleskop James Webb. Dengan begitu, para ilmuwan bisa memperoleh data lebih akurat mengenai ukurannya serta potensi dampaknya terhadap Bumi.

Saat ini, NASA memperkirakan kemungkinan tumbukan asteroid ini pada 2032 berada di angka 1 banding 43—persentase yang cukup besar untuk terus dipantau dengan serius.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa M 5,2 Guncang Tanimbar Maluku, BMKG: Masyarakat Diminta Waspada

Gempa M 5,2 Guncang Tanimbar Maluku, BMKG: Masyarakat Diminta Waspada

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 03:15 WIB

Inti Bumi Berubah Bentuk? Ini Penjelasan Para Ilmuwan

Inti Bumi Berubah Bentuk? Ini Penjelasan Para Ilmuwan

Tekno | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:06 WIB

Asteroid Sebesar Patung Liberty Ancam Bumi di 2032? NASA Siapkan Strategi Darurat

Asteroid Sebesar Patung Liberty Ancam Bumi di 2032? NASA Siapkan Strategi Darurat

Tekno | Kamis, 13 Februari 2025 | 07:53 WIB

Terkini

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

News | Senin, 28 September 2026 | 19:51 WIB

×