Apa Itu Kode 1312 dan Arti ACAB di Kasus Band Sukatani?

Budi Arista Romadhoni, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 21 Februari 2025 | 11:24 WIB
Apa Itu Kode 1312 dan Arti ACAB di Kasus Band Sukatani?
Sukatani band dan kode 1312 (X)

Suara.com - Kasus yang dialami oleh band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, bernama Sukatani saat ini sedang menjadi perhatian publik di dunia maya. Pasalnya, salah satu lagu ciptaan band tersebut ditarik dari seluruh platform streaming musik.

Lagu yang dimaksud adalah lagu berjudul Bayar Bayar Bayar yang dirilis pada Juli 2023. Lirik lagu tersebut berisi kritik terhadap praktik korupsi yang dididuga dilakukan oleh oknum polisi. Lagu dengan lirik "bayar polisi" tersebut dinilai melanggar aturan dan membuat band Sukatani harus meminta maaf.

Namun, dalam video klarifikasi yang diunggah oleh anggota band Sukatani, mereka menjelaskan bahwa lagu tersebut ditujukan untuk mengkritik oknum polisi yang melanggar aturan, bukan institusi Polri secara keseluruhan.

Viralnya kasus ini pun juga menyoroti sejumlah kode yang digunakan oleh warganet di media sosial, seperti 1312 dan ACAB. Lantas apa itu kode 1312 dan arti dari ACAB sendiri?

Banner ACAB di Leipzig, Jerman. [Flickr/Wikipedia]
Banner ACAB di Leipzig, Jerman. [Flickr/Wikipedia]

ACAB adalah singkatan dalam bahasa Inggris yang merujuk pada "All Cops Are Bastards" atau dapat diartikan sebagai "Semua Polisi adalah Bajingan".

Pengertian serupa juga diadopsi oleh kode 1312. Kode tersebut dibaca menggunakan urutan abjad, yaitu 1 merujuk pada huruf A untuk kata All, 3 digunakan untuk huruf C pada kata Cops, 1 kembali pada huruf A untuk kata Are, dan 2 merujuk pada huruf B untuk kata Bastards. Kode maupun singkatan tersebut umum digunakan saat melakukan protes tersembunyi.

Dilansir dari GQ pada Jumat (21/2/2025), kalimat All Cops Are Bastards pertama kali disingkat menjadi ACAB oleh para pekerja yang mogok pada 1940-an. Istilah ACAB ini digunakan sebagai slogan untuk mengekspresikan ketidaksetujuan terhadap perilaku polisi yang dianggap menyimpang.

Seiring berkembangnya zaman, ACAB kemudian mulai digunakan dalam budaya pop, seperti musik punk dan film. Sebagai contoh, grup musik The 4-Skins merilis lagu berjudul ACAB pada 1982.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Diincar Aparat, Vokalis Sukatani Kabarnya Dipecat dari Pekerjaannya Sebagai Guru

Isu Diincar Aparat, Vokalis Sukatani Kabarnya Dipecat dari Pekerjaannya Sebagai Guru

Entertainment | Jum'at, 21 Februari 2025 | 10:10 WIB

Kami Bersama Sukatani Jadi Trending Topik, Warganet akan Nyanyikan Lagu 'Bayar Bayar Bayar' di Demo Indonesia Gelap

Kami Bersama Sukatani Jadi Trending Topik, Warganet akan Nyanyikan Lagu 'Bayar Bayar Bayar' di Demo Indonesia Gelap

Tekno | Jum'at, 21 Februari 2025 | 09:54 WIB

Komentar Sal Priadi Usai Band Sukatani Minta Maaf: Marketing Lagu..

Komentar Sal Priadi Usai Band Sukatani Minta Maaf: Marketing Lagu..

Entertainment | Jum'at, 21 Februari 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×