"Dengan memanfaatkan sistem deteksi anomali yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) serta mendiversifikasi penyedia keamanan untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, kita dapat mengurangi titik kelemahan yang ada dan membangun ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman siber," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (5/5/2025).
![Ilustrasi serangan siber, Ilustrasi hacker, Lebih dari 3 Juta Ancaman Siber Menargetkan Pengguna di Indonesia, Senin (5/5/2025). [Unsplash/mbaumi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/02/21109-ilustrasi-serangan-siber.jpg)
Namun demikian, selain teknologi, faktor manusia tetap memiliki peran penting dalam menjaga sistem keamanan.
Budaya kewaspadaan dan tanggung jawab di antara semua personel yang terlibat sangat diperlukan, mengingat bahwa kewaspadaan manusia tetap menjadi landasan utama dalam menjaga keamanan sistem secara keseluruhan.
Dengan mengimplementasikan langkah-langkah ini secara bersamaan, kita dapat menjaga rantai pasokan agar tetap aman dan memastikan bahwa masa depan akan lebih terlindungi dari potensi ancaman siber.