Wow! Ilmuwan Ungkap Tanggal Kiamat Alam Semesta, Ternyata Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Budi Arista Romadhoni

Jum'at, 16 Mei 2025 | 15:30 WIB
Wow! Ilmuwan Ungkap Tanggal Kiamat Alam Semesta, Ternyata Lebih Cepat dari yang Diperkirakan
Ilustrasi Kehancuran Alam Semesta. (Pixabay)

Suara.com - Alam semesta diperkirakan akan berakhir jauh lebih cepat dari yang sebelumnya diperkirakan.

Temuan kiamat ini mengejutkan banyak pihak. Hal ini diungkap oleh sekelompok peneliti asal Belanda yang melakukan kajian ulang terhadap teori-teori awal tentang masa depan semesta.

Tim ilmuwan dari Universitas Radboud di Belanda menggunakan teori radiasi Hawking sebagai dasar pendekatan mereka.

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh fisikawan ternama, mendiang Stephen Hawking, yang menyatakan bahwa lubang hitam sebenarnya melepaskan radiasi dan pada akhirnya akan menguap dan menghilang.

Menariknya, para ilmuwan dari Radboud memperluas penerapan teori Hawking ini ke objek-objek luar angkasa lain, seperti bintang neutron dan katai putih,  dua jenis benda langit yang merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan bintang.

Meskipun selama ini diketahui bahwa bintang neutron dan katai putih bisa bertahan dalam keadaan stabil selama miliaran tahun, tim peneliti mengusulkan teori baru bahwa objek-objek tersebut juga perlahan-lahan akan menghilang, sama seperti lubang hitam.

ilustrasi alam semesta (pixabay.com)
ilustrasi alam semesta (pixabay.com)

Berdasarkan pendekatan ini, para ilmuwan kini memperkirakan bahwa akhir dari alam semesta akan terjadi dalam waktu 1 quinvigintillion tahun, atau dalam angka:

1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 tahun (10^78 tahun).

Meski angka ini masih sangat jauh di masa depan, proyeksi ini merupakan revisi besar dari estimasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa alam semesta akan bertahan hingga 10^110 tahun, hal itu berdasarkan dilansir dari UNILAD.

baca juga

Menanggapi temuan ini, penulis utama penelitian, Heino Falcke, menyatakan, "Jadi, akhir dari alam semesta ternyata datang jauh lebih cepat dari yang diduga sebelumnya, namun untungnya masih akan terjadi dalam waktu yang sangat lama."

Studi ini juga mendapat perhatian dari komunitas ilmiah karena memadukan berbagai disiplin ilmu. Situs sains Phys.org menyebutkan bahwa penelitian ini merupakan “kolaborasi menarik dari berbagai disiplin ilmu” dan menunjukkan bahwa perpaduan antara astrofisika, fisika kuantum, dan matematika dapat membuka wawasan baru.

Walter van Suijlekom, rekan penulis studi, menambahkan, "Dengan mengajukan pertanyaan semacam ini dan melihat pada kasus-kasus ekstrem, kami ingin lebih memahami teori tersebut. Dan mungkin suatu hari nanti, kita akan berhasil mengungkap misteri dari radiasi Hawking."

Meski demikian, para ilmuwan menekankan bahwa manusia tidak perlu khawatir tentang akhir dari alam semesta ini dalam waktu dekat.

Jika prediksi Stephen Hawking tentang nasib bumi benar, maka umat manusia kemungkinan besar sudah lama punah sebelum semesta mencapai akhirnya.

Ilustrasi alam semesta. [Shutterstock]
Ilustrasi alam semesta. [Shutterstock]

Hawking pernah memperkirakan bahwa bumi tidak akan mampu bertahan lebih lama dari tahun 2600. Ia menyebut bahwa kombinasi ancaman seperti perang nuklir, pemanasan global, dan virus hasil rekayasa genetik akan mempercepat kehancuran planet ini.

Lembaga antariksa NASA bahkan memperkuat kekhawatiran tersebut. Dalam pernyataan yang dirilis tahun lalu, NASA menyatakan, "Selama lebih dari 50 tahun, NASA telah mempelajari planet bumi untuk memberikan informasi yang langsung bermanfaat bagi umat manusia serta mengumpulkan data yang hanya bisa diperoleh dari luar angkasa, menyentuh beberapa isu yang disampaikan oleh Hawking."

NASA juga menekankan bahwa efek pemanasan global yang disebabkan oleh manusia "sudah terjadi sekarang, tidak bisa dipulihkan bagi orang-orang yang hidup hari ini, dan akan semakin memburuk selama umat manusia terus menambahkan gas rumah kaca ke atmosfer."

Dengan demikian, sementara ilmu pengetahuan terus memperluas cakrawala pengetahuan tentang akhir semesta, ancaman terhadap bumi sendiri jauh lebih nyata dan mendesak.

Kini, tantangan terbesar bukanlah soal berapa lama semesta akan bertahan, melainkan bagaimana manusia bisa menjaga keberlangsungan hidup di planet yang satu-satunya kita miliki ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Gerhana Matahari 'Tanduk Setan' di Akhir Ramadhan, Benarkah Pertanda Imam Mahdi Segera Datang?

Ada Gerhana Matahari 'Tanduk Setan' di Akhir Ramadhan, Benarkah Pertanda Imam Mahdi Segera Datang?

Lifestyle | Sabtu, 29 Maret 2025 | 11:28 WIB

Terima Sinyal Misterius Sejak 1980, Planet Ini Alami Kiamat Mengerikan Hingga Hancur

Terima Sinyal Misterius Sejak 1980, Planet Ini Alami Kiamat Mengerikan Hingga Hancur

Tekno | Minggu, 16 Maret 2025 | 17:45 WIB

Terungkap! Air di Alam Semesta Jauh Lebih Tua dari Perkiraan

Terungkap! Air di Alam Semesta Jauh Lebih Tua dari Perkiraan

Tekno | Rabu, 05 Maret 2025 | 03:39 WIB

Terkini

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:25 WIB

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

×