Serangan Malware di HP Android Tercatat Melonjak di Awal 2025

Dythia Novianty

Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:55 WIB
Serangan Malware di HP Android Tercatat Melonjak di Awal 2025
Ilustrasi HP Android. [Unsplash/Andrey Matveev]

Suara.com - Menurut laporan Kaspersky tentang evolusi ancaman TI pada Q1 2025: Statistik seluler, serangan malware terhadap hp Android pada Q1 2025 meningkat.

Teratatkan jumlah sampel serangan malware yang terdeteksi mencapai 180.000 (meningkat 27 persen dari Q4 2024).

Ancaman diblokir pada perangkat lebih dari 12 juta pengguna ponsel pintar (meningkat 36 persen dari Q4 2024).

Tren peningkatan jumlah pengguna yang diserang terus berlanjut sejak Q3 2024.

Pertumbuhan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Trojan perbankan Mamont aktif selama beberapa bulan terakhir, menyamar sebagai perangkat lunak yang sah untuk mencuri kredensial perbankan, pesan teks, dan data pribadi.

Aplikasi penipuan uang palsu lainnya juga aktif. Aktivitas ancaman seluler lainnya yang marak selama beberapa bulan terakhir adalah backdoor Triada, yang ditemukan pada hp Android palsu bermerek populer.

Jumlah hp Android terkena serangan di Q1 2025. [Kaspersky]
Jumlah hp Android terkena serangan di Q1 2025. [Kaspersky]

Malware ini kemungkinan dipasang oleh para penyerang di beberapa titik setelah ponsel pintar meninggalkan pabrik dan sebelum mencapai pasar.

Triada dapat mengubah alamat dompet kripto selama upaya transfer, mengganti tautan di browser, mengirim pesan teks acak dan mencegat balasan, serta mencuri kredensial login untuk aplikasi perpesanan dan media sosial.

Sebuah trojan perbankan baru yang menyerang pengguna di Turki ditemukan pada awal tahun. Trojan ini meniru aplikasi untuk menonton film dan serial TV secara gratis.

baca juga

Trojan ini menggunakan izin DeviceAdmin untuk mendapatkan pijakan dalam sistem, memperoleh akses ke fitur aksesibilitas, dan kemudian membantu operatornya untuk mengendalikan perangkat dari jarak jauh serta mencuri pesan teks.

Turki juga mengalami maraknya Trojan perbankan lainnya: Coper, yang dilengkapi dengan kemampuan RAT yang memungkinkan penyerang mencuri uang melalui manajemen perangkat jarak jauh; BrowBot, yang mencuri pesan teks; dan Trojan perbankan Hqwar dan Agent.sm.

Di India, pengguna dihadapi dengan Trojan perbankan RewardSteal yang mencuri detail perbankan dengan berpura-pura menawarkan uang.

Trojan UdangaSteal, yang sebelumnya marak di Indonesia, dan Trojan SmForw.ko, yang meneruskan pesan teks masuk ke nomor lain, juga menyebar ke India.

Anton Kivva Team Lead Analis Malware di Kaspersky, mengungkapkan bahwa pengguna mungkin menganggap bahwa ponsel pintar mereka secara inheren lebih aman daripada PC, tetapi kenyataannya adalah malware seluler, seperti Trojan canggih yang kita bahas selama beberapa bulan terakhir, semakin aktif.

"Dengan mayoritas transaksi keuangan sekarang terjadi melalui aplikasi perbankan seluler, di mana pengguna mengelola semua dana mereka, ponsel pintar menjadi target utama bagi penjahat dunia maya," katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (19/7/025).

Menurut dia, kesalahpahaman tentang perlindungan default berasal dari took aplikasi yang diduga dikurasi dan pembatasan sistem operasi, tetapi taktik rekayasa sosial dan malware seluler modern, termasuk Trojan seluler yang sudah diinstal sebelumnya, telah mengeksploitasi keamanan palsu ini.

"Solusi perlindungan seluler yang kuat, ditambah dengan peningkatan literasi digital pengguna, sangat penting untuk melindungi dari risiko yang meningkat ini,” tutup Anton Kivva.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

89 Akun Pengguna Disney+ di Indonesia Jadi Target Penjahat Siber

89 Akun Pengguna Disney+ di Indonesia Jadi Target Penjahat Siber

Tekno | Selasa, 10 Juni 2025 | 13:47 WIB

Jadi HP Android Terlaris di Dunia, Samsung Galaxy A16 5G Turun Harga Rp1 Jutaan di Juni 2025

Jadi HP Android Terlaris di Dunia, Samsung Galaxy A16 5G Turun Harga Rp1 Jutaan di Juni 2025

Tekno | Senin, 09 Juni 2025 | 14:31 WIB

Inilah 10 HP Android Terkencang 2025, Performanya Maksimal!

Inilah 10 HP Android Terkencang 2025, Performanya Maksimal!

Tekno | Minggu, 08 Juni 2025 | 10:41 WIB

4 HP Android Mirip iPhone dengan Dynamic Island, Mulai Sejutaan di Juni 2025

4 HP Android Mirip iPhone dengan Dynamic Island, Mulai Sejutaan di Juni 2025

Tekno | Kamis, 05 Juni 2025 | 13:24 WIB

10 HP Android Terkencang Versi Antutu Mei 2025: Red Magic dan Vivo Memimpin

10 HP Android Terkencang Versi Antutu Mei 2025: Red Magic dan Vivo Memimpin

Tekno | Selasa, 03 Juni 2025 | 17:54 WIB

3 Cara Melihat Aplikasi Tersembunyi di HP Android, Mudah dan Praktis

3 Cara Melihat Aplikasi Tersembunyi di HP Android, Mudah dan Praktis

Tekno | Jum'at, 02 Mei 2025 | 13:38 WIB

Terkini

Pencuri Bakar Etalase Minimarket, Modus Alihkan Perhatian Karyawan

Pencuri Bakar Etalase Minimarket, Modus Alihkan Perhatian Karyawan

Sumut | Rabu, 09 September 2026 | 09:33 WIB

Uang Primer Agustus 2026 Tumbuh 16,3 Persen Jadi Rp2.281,5 Triliun

Uang Primer Agustus 2026 Tumbuh 16,3 Persen Jadi Rp2.281,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:27 WIB

Saat Anggaran BNPB Turun Tajam, Dana Bencana Rp7,3 Triliun Diminta Lebih Mudah Diakses Daerah

Saat Anggaran BNPB Turun Tajam, Dana Bencana Rp7,3 Triliun Diminta Lebih Mudah Diakses Daerah

Jogja | Rabu, 09 September 2026 | 09:23 WIB

Perbedaan Krim Malam vs Sleeping Mask vs Pelembap Biasa, Kenali Fungsi dan Manfaatnya

Perbedaan Krim Malam vs Sleeping Mask vs Pelembap Biasa, Kenali Fungsi dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 09:23 WIB

Sempat Dibuka 6.700, IHSG Memerah ke Level 6.600 Pagi Ini

Sempat Dibuka 6.700, IHSG Memerah ke Level 6.600 Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:21 WIB

Mitsubishi Chemical Bidik Bisnis Hijau, Garap Material Canggih untuk Industri Teknologi Tinggi

Mitsubishi Chemical Bidik Bisnis Hijau, Garap Material Canggih untuk Industri Teknologi Tinggi

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:20 WIB

Kasus ISPA Tembus 4.500! Pemprov Banten Perpanjang PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik

Kasus ISPA Tembus 4.500! Pemprov Banten Perpanjang PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:07 WIB

Menteri PANRB: Arsitektur Pemerintah Digital dan Keadilan Digital Harus Dibangun Bersama

Menteri PANRB: Arsitektur Pemerintah Digital dan Keadilan Digital Harus Dibangun Bersama

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:05 WIB

7 Dampak Letusan Gunung Anak Krakatau: Apa Saja yang Bisa Terjadi?

7 Dampak Letusan Gunung Anak Krakatau: Apa Saja yang Bisa Terjadi?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 09:05 WIB

AS Resmi Jatuhkan 36 Sanksi Baru untuk Lumpuhkan Iran, Pesawat Sipil Dilarang Melintas

AS Resmi Jatuhkan 36 Sanksi Baru untuk Lumpuhkan Iran, Pesawat Sipil Dilarang Melintas

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:03 WIB

×