- Michio Kaharu menyatakan Mitsubishi Chemical Group menargetkan implementasi strategi bisnis hijau di Asia-Pasifik pada tahun 2030.
- Perusahaan berencana memproduksi material bernilai tambah tinggi guna bertransformasi menjadi perusahaan hijau khusus pada tahun 2035.
- Mitsubishi Chemical Group akan merestrukturisasi bisnis matang demi membiayai pertumbuhan sektor potensial di masa depan.
Suara.com - Emiten asing Mitsubishi Chemical Group Corp, terus berinovasi dalam meningkatkan kinerjanya. Salah satunya, mengembangkan teknologi dan produk generasi berikutnya.
Regional Head Mitsubishi Chemical Group Asia-Pacific, Michio Kaharu, mengatakan perusahaan menargetkan bisa mengimplementasikan strategi bisnis hijau di kawasan Asia-Pasifik atau Asia-Pacific (APAC).
"Pada tahun 2030, kita harus mencapai target kita. Untuk mencapai target kita, kita harus mengimplementasikan strategi hijau di kawasan APAC. Pada saat ini, kita masih memiliki kemajuan yang sangat signifikan di kawasan APAC," katanya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Dia menekankan bahwa operasional Mitsubishi Chemical harus mencapai target carbon neutral. Salah satunya mengimplementasikan sistem energi di kawasan APAC termasuk Indonesia.
" Kita ingin mengimplementasikan gallium nitride substrates serta EUV resists yang digunakan dalam ekosistem industri teknologi tinggi. Untuk itu kita menggarap sektor material bernilai tambah tinggi seiring dengan transformasi perusahaan menuju green specialty company pada 2035," jelasnya.
Adapun bisnis kimia dasar sendiri masih menjadi bagian dari portofolio grup. Mitsubishi Chemical Group memproduksi sejumlah bahan baku industri, seperti etilena, propilena, carbon black, serta methyl methacrylate atau MMA dan turunannya.

Sementara itu, Mitsubishi Chemical Group membuka ruang untuk melakukan restrukturisasi pada sejumlah bisnis yang telah memasuki tahap lebih matang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menata kembali portofolio dan mengalokasikan sumber daya ke sektor yang dinilai memiliki pertumbuhan lebih besar pada masa mendatang.
“Ide kami sederhana, yaitu membiayai pertumbuhan masa depan dengan kekuatan bisnis yang kami miliki saat ini,” tutur Kaharu.
Secara global, Mitsubishi Chemical Group memiliki pendapatan konsolidasi sekitar 3.704 miliar yen dengan jumlah pekerja sekitar 56.678 orang.
Kaharu menyebut kawasan Asia-Pacific menjadi salah satu wilayah penting dalam strategi pertumbuhan grup.
Mitsubishi Chemical Group memiliki 18 perusahaan di tujuh negara di Asia-Pacific dengan lebih dari 3.400 pekerja serta 27 kantor dan fasilitas produksi.