Serangan Siber Makin Pintar! AI Jadi Senjata Melawannya

Dythia Novianty

Rabu, 30 Juli 2025 | 08:42 WIB
Serangan Siber Makin Pintar! AI Jadi Senjata Melawannya
Ilustrasi serangan siber. [Pixabay]

Suara.com - Di tengah lanskap digital yang kian kompleks dan dinamis, ancaman siber tak lagi sekadar persoalan teknis IT. 

Semakin canggih, serangan kini mampu menyasar ke ranah sosial dan psikologis manusia.

Menanggapi eskalasi ini, PT Datacomm Diangraha mendorong percepatan adopsi sistem keamanan yang cerdas, adaptif, dan ditopang oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI-driven security solutions), baik di sektor bisnis maupun sektor publik.

Berdasarkan laporan Lanskap Keamanan Siber 2024 dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pada 2025 ancaman siber diproyeksikan akan terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni serangan sosial dan serangan teknis. 

Masing-masing memerlukan pendekatan berbeda, namun AI bisa menjadi solusi untuk keduanya.

Serangan sosial atau dikenal dengan social engineering, tak kalah berbahaya dari serangan digital konvensional. 

Modusnya beragam, mulai dari penipuan online, konten pornografi, judi online, hingga disinformasi. 

Semuanya menyasar celah paling rentan, yaitu, emosi dan kepercayaan manusia. Terlebih lagi, penggunaan AI dalam penyebaran konten deepfake memperparah eskalasi ancaman ini.

World Economic Forum bahkan menempatkan disinformasi sebagai salah satu risiko global jangka pendek paling serius tahun ini. 

baca juga

Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat lebih dari 10 juta konten negatif telah ditangani sepanjang 2024. Mayoritasnya berisi penipuan, judi, dan pelanggaran hak cipta.

Dari sisi teknis, ancaman berkembang pesat. BSSN mencatat bahwa jenis serangan seperti web defacement, phishing, malware adaptif, dan serangan berbasis AI lainnya, semakin meningkat secara signifikan.

Teknologi AI kini digunakan oleh Threat Actor untuk menciptakan malware yang belajar dari perilaku sistem, serangan DDoS yang menyesuaikan pola secara real-time, hingga ransomware yang secara otomatis memilih target paling rentan.

“Ancaman siber kini berkembang layaknya entitas hidup, dengan belajar, beradaptasi, dan menyerang secara masif dan presisi," ujar Muhammad Haikal Azaim, Cybersecurity Operations and Detection Manager, PT Datacomm Diangraha.

 Menurutnya, tenologi AI dimanfaatkan oleh threat actor untuk menciptakan serangan yang dinamis dan sulit dideteksi. 

"Untuk mengimbanginya, organisasi harus beralih ke sistem keamanan berbasis AI yang mampu merespons secara cepat dan cerdas,” tambah dia dalam keterangan resminya, Rabu (30/7/2025).

Laporan global dari Team8 yang membuktikan kekhawatiran tersebut. Satu dari empat CISO (Chief Information Security Officer) mengaku telah mengalami serangan siber berbasis AI dalam satu tahun terakhir.

Ilustrasi kecerdasan buatan (Artifial Intelligence/AI].
Ilustrasi kecerdasan buatan (Artifial Intelligence/AI].

Angka tersebut kemungkinan masih di bawah angka riil, karena sebagian besar ancaman AI meniru perilaku manusia dan hanya bisa dideteksi dengan advanced metrics, seperti time to exploitation dan velocity indicators.

AI sebagai Pilar Baru Pertahanan Siber

DTrust dari PT Datacomm Diangraha merupakan unit Managed Security Service Provider berbasis cloud. 

Sebagai solusi keamanan, DTrust menawarkan perlindungan sistem berbasis AI untuk menjawab tantangan social engineering. Teknologi yang ditawarkan DTrust mampu:

  • Mendeteksi, mengantisipasi, dan merespons ancaman secara real-time
  • Mengidentifikasi pola scam dan phishing dengan akurasi tinggi
  • Melindungi reputasi dari serangan berbasis manipulasi sosial
  • Mengotomatiskan pemulihan sistem dan isolasi ancaman dalam hitungan detik

Tak hanya itu, DTrust juga menyiapkan program edukasi dan pelatihan untuk membekali organisasi menghadapi ancaman siber berbasis rekaya sosial.

“Keamanan siber berbasis AI bukan lagi sekadar opsi, tetapi kebutuhan strategis untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks dan cepat," kata Muhammad Haikal Azaim.

Dengan dukungan AI, dia menambahkan, kita dapat berpindah dari pendekatan reaktif ke proaktif—mengantisipasi, mengintervensi, dan menghentikan serangan sebelum berdampak signifikan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Bandung Raya Kini Bisa Rasakan Jaringan 5G Berteknologi AI

Warga Bandung Raya Kini Bisa Rasakan Jaringan 5G Berteknologi AI

Tekno | Rabu, 23 Juli 2025 | 12:30 WIB

Xi Jinping Akui Cemas Jika China Kebanyakan Investasi ke AI dan Mobil Listrik

Xi Jinping Akui Cemas Jika China Kebanyakan Investasi ke AI dan Mobil Listrik

Tekno | Senin, 21 Juli 2025 | 22:14 WIB

Netflix Pakai AI di Series untuk Pertama Kalinya, Akui Biaya Lebih Murah

Netflix Pakai AI di Series untuk Pertama Kalinya, Akui Biaya Lebih Murah

Tekno | Minggu, 20 Juli 2025 | 16:26 WIB

Serangan Malware di HP Android Tercatat Melonjak di Awal 2025

Serangan Malware di HP Android Tercatat Melonjak di Awal 2025

Tekno | Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:55 WIB

IBM Gandeng Hacktiv8 Telurkan Calon Developer Kuasai Teknologi AI

IBM Gandeng Hacktiv8 Telurkan Calon Developer Kuasai Teknologi AI

Tekno | Jum'at, 18 Juli 2025 | 16:25 WIB

ChatGPT Down, Pengguna Laporkan Error Akibat Aktivitas 'Mencurigakan'

ChatGPT Down, Pengguna Laporkan Error Akibat Aktivitas 'Mencurigakan'

Tekno | Rabu, 16 Juli 2025 | 10:03 WIB

Terkini

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

×