Pasar Audio Profesional Masih Menggeliat, Wilayah Ini Jadi Penyelamat!

Dythia Novianty Suara.Com
Rabu, 27 Agustus 2025 | 12:40 WIB
Pasar Audio Profesional Masih Menggeliat, Wilayah Ini Jadi Penyelamat!
Ilustrasi audio profesional. (Freepik)

Suara.com - Kondisi pasar hingga hari ini masih bergejolak dan tidak menentu tapi pasar audio professional ternyata masih berpeluang tumbuh subur.

Tercatat Sennheiser Group berhasil membukukan penjualan sebesar 492,3 juta Euro atau sekitar Rp 9,35 triliun pada tahun fiskal 2024.

Kondisi ini menggambarkan peluang pertumbuhan perusahaan di pasar audio profesional serta terus mendorong berbagai proyek masa depan melalui berbagai solusi inovatif dan investasi strategis.

Di tahun perayaan hari jadinya yang ke-80, Sennheiser tetap konsisten menepati janjinya untuk menghadirkan pengalaman suara yang unik bagi pelanggan di seluruh dunia.

Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) tercatat sebesar 35,8 juta Euro atau senilai Rp 680,18 miliar.

“2024 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi kami, seperti halnya bagi banyak perusahaan lain di industri ini,” jelas Co-CEO Andreas Sennheiser, seperti dalam keterangan resminya, Rabu (27/8/2025).

Perusahaan mencatat penurunan penjualan secara keseluruhan di semua wilayah sebesar 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Namun, justru di tengah situasi yang dinamis ini, menjadi mitra yang andal menjadi semakin krusial,” timpal Co-CEO Daniel Sennheiser.

Menurutnya, inilah yang membedakan melalui solusi audio yang andal, inovasi yang intuitif, serta rantai pasok yang stabil, membantu pelanggan untuk fokus pada hal-hal yang paling penting.

Baca Juga: IHSG Jatuh, Tapi Ada yang 'Pesta Pora'

Perkembangan pasar penjualan di masing-masing wilayah menunjukkan variasi yang signifikan sepanjang tahun lalu.

Kawasan Eropa, Middle East, dan Afrika (EMEA) kembali menjadi pasar terkuat dengan total penjualan sebesar 232,1 juta Euro atau sama dengan Rp 4,41 triliun, meskipun mengalami penurunan tipis sebesar 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pasar domestik di Jerman justru mencatat pertumbuhan ringan sebesar 3,5 persen.

Di wilayah Amerika Serikat (AS), terjadi penurunan sebesar 16,1 persen menjadi 150,5 juta Euro atau kisaran Rp 2,86 triliun.

Ketidakpastian politik dan ekonomi di Amerika Serikat, ditambah dengan iklim konsumen yang lesu telah memberikan dampak negatif terhadap permintaan di wilayah ini.

Sebaliknya, kawasan Asia Pasifik (APAC) menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan sebesar 2,3 persen menjadi 109,7 juta Euro atau sekitar Rp 2,08 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI