Suara.com - Media sosial tercatat dari hasil riset memiliki peran penting buat para Gen Z dalam mengambil keputusan atau untuk berbelanja.
Hal ini terungkap dari riset terbaru yang dibuat YouGov sebagai salah satu lembaga riset " YouGov Indonesia Media Consumption Report 2025".
Riset ini mengungkap tren konsumsi media bagi masyarakat Indonesia, mulai dari TV, radio, podcast, dan media social.
Kebiasaan konsumsi media masyarakat Indonesia tidak lagi ditentukan oleh satu platform dominan, melainkan oleh pengalaman lintas format yang fleksibel, dari layar, audio, dan juga interaktif.
"Hasil survei menunjukkan Gen Z paling sering menggunakan media sosial, yakni YouTube dan Instagram sebagai media sosial paling banyak digunakan," ujar Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia & India dalam media briefing online, Kamis (28/8/2025).
Tercatat sebanyak 81 persen masyarakat Indonesia aktif di media sosial, dengan 61 persen pengguna harian berasal dari Gen Z.
"Survei ini juga mencatatkan ternyata banyak masyarakat yang memutuskan membeli sesuatu setelah melihat di media sosial," katanya.

Sebanyak 73 persen pengguna pernah membeli sesuatu setelah melihat iklan di media sosial.
Angka ini mengalami kenaikkan menjadi 78 persen di kalangan perempuan.
Baca Juga: Pengeluaran Gen Z Ternyata Paling Tinggi, Ini Biang Keroknya
Tidak hanya itu, survei ini juga mengungkap jika durasi penggunaan media sosial terutama di akhir pekan, didominasi oleh Gen Z.
"Tercatatkan media sosial dipantau lebih lama di akhir pekan, yakni lebih dari 5 jam dilakukkan oleh Gen Z, dibandingkan older generation," ucap dia.
Sebanyak 16 persen Gen Z yang mengoperasikan media sosial lebih dari 5 jam.
Sedangkan dari Older Generation yang mengoperasikan media sosial lebih dari 5 jam hanya sebanyak 10 persen.
Menariknya, penggunaan media sosial kini lebih sering dilakukan dengan cara multitasking lintas media.
"Rupanya masyarakat menggunakan media juga tidak hanya satu, mereka bisa melihat iklan di media social satu, kemudian memutuskan membelinya secara online di media social lainnya," jelas Edward Hutasoit.