- Pengeluaran Gen Z paling banyak dibandingkan lainnya.
- Gen Z lebih untuk membeli barang-barang yang bersifat konsumsi
- Belanja Gen Z ditempati oleh kebutuhan olahraga, hobi, dan hiburan
Suara.com - Head of Mandiri Institute, Andre Simangunsong menilai pengeluaran generasi Z atau Gen Z paling banyak dibandingkan lainnya.
Lantaran, proporsi pengeluaran mereka banyak digunakan untuk konsumtif.
Pasalnya, mereka lebih untuk membeli barang-barang yang bersifat konsumsi, seperti makan di restoran.
Lalu, belanja di supermarket, olahraga, menyalurkan hobi, atau belanja hiburan.
Jika dirinci, belanja restoran oleh Gen Z tercatat sebesar 23,6 persen, lebih tinggi dari porsi belanja restoran oleh Gen Milenial (20,3 persen) maupun Gen X (18,7 persen).
"Kalau kita melihat, di sini top three dari masing masing generasi, ini jelas sekali tren mengenai impulsif spending di generasi muda, Gen Z, Gen milenial. Mungkin oke lebih suka untuk makan diluar, jadi pengeluaran untuk restoran itu cukup tinggi," ujarnya, dalam Mandiri Economic Outlook Q3 2025, secara virtual, Jumat (29/8/2025).

Sedangkan, untuk belanja supermarket, Gen Z dilaporkan memiliki porsi sebesar 18,6 persen. Adapun, lebih tinggi pula dari porsi belanja Gen Milenial, yang sebesar 17,5 persen.
"Base Gen Z, (belanja) restoran, sport, hobi, entertainment ini. Ini salah satu faktor yang memang perlu diantisipasi, karena memang tidak hanya proporsi yang besar kalau dibandingkan tahun lalu proporsi ini meningkat gitu," jelasnya.
Lalu, Generasi Milenial menempatkan belanja kebutuhan rumah tangga (12,6 persen), Gen X belanja supermarket (14,3 persen), dan Boomers belanja kebutuhan kesehatan (14,9 persen).
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Kekuatan Jari Gen Z di Medsos Jadi Ancaman Baru, Pemerintah Harus Waspada
Adapun belanja Gen Z ditempati oleh kebutuhan olahraga, hobi, dan hiburan (11,0 persen).
Sementara itu, terdapat beberapa tren perubahan yang perlu diantisipasi ke depan, seperti back to basic necessities.
Sampai dengan minggu ketiga Agustus, belanja supermarket tumbuh 4,2 persen dibandingkan akhir periode liburan, yang tertinggi dibandingkan sub-kelompok belanja lainya.
“Artinya, pasca-libur sekolah, masyarakat kembali ke supermarkets untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga," paparnya.
Selain itu, Bank Mandiri juga melihat terdapat kenaikan preferensi belanja masyarakat untuk experienced-based seperti makan di luar, travel. Lalu; transportasi dibandingkan pembelian barang (product-based).
"Hal ini tercermin dari index belanja experience-based yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan 2024,” tandasnya.