Efek Gas Air Mata Kedaluwarsa, Bisa Fatal!

Agung Pratnyawan

Senin, 01 September 2025 | 14:40 WIB
Efek Gas Air Mata Kedaluwarsa, Bisa Fatal!
Ilustrasi gas air mata [dibuat dengan AI]
Baca 10 detik
  • Gas air mata kedaluwarsa bisa terurai jadi sianida, fosgen, dan nitrogen.
  • Dampaknya berbahaya: luka bakar, kejang, kebutaan, hingga risiko keguguran.
  • Gas aktif maupun kedaluwarsa sama-sama berbahaya, kedaluwarsa lebih mematikan.

Suara.com - Ada beberapa efek gas air mata kedaluwarsa jika digunakan. Efek tersebut akan menyebabkan berbagai hal, bahkan bisa hingga berakibat fatal.

Sebagaimana diketahui, gas air mata sering digunakan oleh aparat atau pihak yang berwajib untuk menghalau massa saat demonstrasi.

Gas air mata digunakan sekelompok agen untuk menundukkan orang yang agresif dengan cara yang tidak mematikan.

Tiga jenis gas air mata yang paling umum digunakan dalam kategori ini adalah o-chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloroacetophenone (CN), dan oleoresin capsicum (OC). 

Gas air mata sendiri sudah menimbulkan efek buruk untuk mereka yang terkena, apalagi jika gas air mata yang digunakan sudah kedaluwarsa.

Efek Gas Air Mata Kedaluwarsa

Efek buruk efek gas air mata kedaluwarsa pernah diteliti oleh seorang ahli kimia Mónica Kräuter dari Simón Bolívar University, Venezuela seperti dikutip Suara.com dari ICJR.co.id.

Dalam penelitiannya, Monica menyebut jika penggunaan gas air mata yang telah kadaluarsa dapat terurai menjadi gas sianida, fosgen, dan nitrogen.

Senyawa yang terurai tersebut akan membuat gas air mata menjadi lebih berbahaya daripada yang tidak kedaluwarsa.

baca juga

Kemudian, Asosiasi Dokter Kashmir di India, sebagaimana dilansir dari Kashmir Dispatch, turut menyatakan hal serupa.

Penggunaan gas air mata kedaluwarsa bisa mengakibatkan luka bakar, gejala asma, kejang, kebutaan, hingga meningkatkan risiko keguguran.

Saat gas air mata digunakan di Portland, Oregen, seorang Ahli Direktur medis di Oregon Poison Center Dr. Rob Hendrickson  juga menemukan hal yang sama.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan gas kedaluwarsa berbahaya karena dua alasan.

Pertama, mekanisme pembakaran dalam tabung kadaluarsa dapat rusak dan menyebabkan gas keluar terlalu cepat atau pada konsentrasi yang terlalu cepat atau pada konsentrasi yang terlalu tinggi.

Kedua, komponen kimia gas dapat berubah melewati tanggal kedaluwarsa.

Efek Terkena Gas Air Mata yang Tidak Kedaluwarsa Saja sudah Bebahaya

Ilustrasi polisi membubarkan massa dengan gas air mata (Pexels/Joel Santos).
Ilustrasi polisi membubarkan massa dengan gas air mata (Pexels/Joel Santos).

Apa dampak kesehatan akibat paparan gas air mata?

Tingkat dampak kesehatan akibat paparan gas air mata bergantung pada banyak faktor.

Faktor-faktor ini meliputi jumlah gas air mata yang terpapar pada seseorang, lamanya paparan, lokasi paparan (ruang terbuka atau tertutup), cuaca (suhu dan kelembapan), area tubuh yang terpapar, dan kondisi medis seseorang sebelumnya.

Ketika gas air mata digunakan dalam paparan yang berkepanjangan, berulang, atau sangat terkonsentrasi, terdapat peningkatan risiko dampak kesehatan.

1. Efek Kesehatan Jangka Pendek

Ketika seseorang terkena gas air mata, maka efeknya akan dirasakan secara langsung dan tak menunggu lama.

Dalam hitungan detik setelah terpapar (20-60 detik), gas air mata mengiritasi area kontak.

Iritasi terutama terjadi pada mata, sistem pernapasan, dan kulit. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) , contoh gejala paparan gas air mata meliputi:

  • Mata: air mata berlebihan, rasa terbakar, penglihatan kabur, kemerahan
  • Hidung: pilek, terbakar, bengkak
  • Mulut: rasa terbakar, iritasi, kesulitan menelan, mengeluarkan air liur
  • Paru-paru: sesak dada, batuk, sensasi tersedak, mengi, sesak napas
  • Kulit: luka bakar, ruam
  • Lainnya: mual, muntah, panik, dan agitasi

Jika seseorang dapat meninggalkan area paparan dan membersihkan diri, sebagian besar gejala gas air mata biasanya hilang dalam waktu 30 menit.

2. Efek Kesehatan Jangka Panjang

Namun efek gas air mata bukan hanya jangka pendek, melainkan juga jangka panjang.

Menurut CDC, paparan gas air mata dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah mata dan pernapasan jangka panjang.

Namun jika gejalanya hilang segera setelah seseorang dijauhkan dari paparan, efek kesehatan jangka panjang kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Itulah efek gas air mata kedaluwarsa dan yang tidak. Keduanya sama-sama berbahaya, namun yang sudah kedaluwarsa efeknya akan lebih buruk.

Kontributor : Damai Lestari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Gas Air Mata Bisa Sebabkan Kematian? Begini Faktanya

Apakah Gas Air Mata Bisa Sebabkan Kematian? Begini Faktanya

Lifestyle | Senin, 01 September 2025 | 14:04 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Gas Air Mata? Ada 7 Cara Mengatasinya

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Gas Air Mata? Ada 7 Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:08 WIB

Cara Atasi Perih Kena Gas Air Mata, Benarkah Pakai Pasta Gigi?

Cara Atasi Perih Kena Gas Air Mata, Benarkah Pakai Pasta Gigi?

Lifestyle | Minggu, 31 Agustus 2025 | 11:32 WIB

Terkini

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

×