Viral Penampakan Gerhana 'Blood Moon' di Berbagai Negara: Dari Indonesia hingga Palestina

Ruth Meliana, Rezza Dwi Rachmanta

Senin, 08 September 2025 | 11:18 WIB
Viral Penampakan Gerhana 'Blood Moon' di Berbagai Negara: Dari Indonesia hingga Palestina
Penampakan Blood Moon. (NASA)
Baca 10 detik
  • Gerhana Bulan 'Blood Moon' terjadi pada 7-8 September 2025.
  • Fenomena 'Blood Moon' terjadi karena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.
  • Netizen ramai membagikan penampakan Blood Moon di media sosial.

Suara.com - Ratusan ribu netizen di berbagai negara ramai membicarakan Gerhana Bulan 'Blood Moon' yang terjadi pada 7-8 September 2025. Postingan tentang Eclipse, Gerhana, dan Blood Moon langsung trending di X.

Pantauan melalui Trends24.In, Gerhana dan Blood Moon trending setelah dicuitkan lebih dari 65 ribu kali.

Beberapa netizen lantas membagikan penampakan Blood Moon di berbagai negara. Sebelum terjadi gerhana, netizen ramai mengunggah penampakan Bulan yang dinilai cukup cantik pada Minggu (07/09/2025) malam.

Beberapa netizen lain juga memamerkan langit yang memerah saat detik-detik Gerhana Bulan Total terjadi.

Mengutip laman resmi BMKG, ketika puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah. Warna merah pada Bulan disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi akan terhambur, sehingga cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar lebih banyak, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah akan lolos dan mencapai permukaan Bulan, sehingga Bulan tampak merah.

Soal definisi, Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.

Dikutip dari Science Alert, penampakan Gerhana Bulan Total 'Blood Moon' bisa diamati secara penuh di beberapa wilayah yaitu India, China, Rusia, Australia dan Selandia Baru, Afrika timur, dan kawasan sekitar Asia Tengah.

Sebagian besar wilayah Asia dan Australia adalah tempat terbaik untuk menyaksikan Blood Moon pada Minggu (07/09/2025) malam dan Senin (08/09/2025) dini hari.

baca juga

Gerhana Bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar dalam satu garis lurus, dalam urutan tersebut.

Cahaya Matahari menerangi seluruh cakram Bulan, tetapi karena Bumi menghalanginya, cahaya Matahari tersebut harus melewati atmosfer Bumi sebelum mencapai Bulan.

Saat melewati atmosfer kita, sinar matahari tersebar, artinya panjang gelombang yang lebih pendek (biru) tersebar lebih luas daripada panjang gelombang yang lebih panjang (merah).

Cahaya merah, karena kurang tersebar, dibelokkan (atau dibiaskan) ke arah Bulan, sehingga menghasilkan cahaya berwarna kemerahan. Itu sebabnya Gerhana Bulan Total kali ini disebut sebagai Blood Moon atau Bulan Darah.

"Masyaallah semalem nggak berhenti natap Bulan karena memang secantik itu dia semalam," tulis @de**ap**rio_o.

"Alhamdulillah. Tadi malam full pengamatan Gerhana Bulan Total dari Pukul 00.00 sampai Pukul 03.00 WIB. Tapi pecah pas pakai HP kentang," curhat @_a**a*as.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta dan Mitos Gerhana Bulan yang Masih Hidup di Masyarakat Indonesia

Fakta dan Mitos Gerhana Bulan yang Masih Hidup di Masyarakat Indonesia

News | Minggu, 07 September 2025 | 20:25 WIB

Jangan Cuma Lihat Gerhana Bulan 7 September, Kenalan Juga Sama "Mobil Gerhana" dari Mitsubishi Ini

Jangan Cuma Lihat Gerhana Bulan 7 September, Kenalan Juga Sama "Mobil Gerhana" dari Mitsubishi Ini

Otomotif | Minggu, 07 September 2025 | 19:58 WIB

Ibu Hamil Harus Mandi saat Gerhana Bulan Total 'Blood Moon'? Ini Faktanya

Ibu Hamil Harus Mandi saat Gerhana Bulan Total 'Blood Moon'? Ini Faktanya

Lifestyle | Minggu, 07 September 2025 | 15:35 WIB

Terkini

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:08 WIB

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

×