NASA: Batuan Purba Kawah Jezero Simpan Petunjuk Kehidupan di Mars

Agung Pratnyawan

Kamis, 11 September 2025 | 18:27 WIB
NASA: Batuan Purba Kawah Jezero Simpan Petunjuk Kehidupan di Mars
Rover Perseverance sedang mengumpulkan sampel di permukaan Mars (NASA/JPL Caltech/MSSS)
Baca 10 detik
  • Perseverance menemukan pola batuan di Mars yang diduga terkait kehidupan purba.
  • Sampel Cheyava Falls dari Neretva Vallis menyimpan jejak lingkungan layak huni.
  • NASA menegaskan penelitian lanjutan diperlukan sebelum memastikan asal-usul biologisnya.

Suara.com - NASA mengemukan bukti-bukti baru dari kemungkinan adanya kehidupan di Mars yang ditemukan Rover Perseverance saat menjelajahi planet merah tersebut. 

Rover Perseverance, yang diluncurkan pada tahun 2020, merupakan bagian pertama dari program Mars Sample Return yang bertujuan mengumpulkan sampel batuan dari Mars.

Misi utamanya adalah mempelajari sejarah geologis serta menilai potensi kelayakan hidup di Planet Merah

Wahana ini mendarat di kawah Jezero, bekas delta sungai purba yang diyakini memiliki kehidupan mikroba. Rover Perseverance memeriksa singkapan batu lumpur khas dari formasi Bright Angel.

Di lokasi tersebut, tim sains Mars 2020 melaksanakan survei geologi, petrografi, dan geokimia secara mendalam terhadap batuan itu.

Penjelajahan ini bisa dikatakan menemukan hasil yang dicari: Data yang dikumpulkan Rover Perseverance baru saja memberikan bukti paling kuat sejauh ini tentang kemungkinan adanya kehidupan mikroba di Mars.  

Dilansir dari CNN Science (11/9/2025), NASA telah mengumumkan bahwa ilmuwan menduga bahwa pola menyerupai bintik macan tutul pada batu yang diambil oleh wahana penjelajah Perseverance di Mars pada 2024 mungkin terbentuk akibat kehidupan purba.

Tim peneliti juga telah merilis makalah ilmiah yang dirilis jurnal Nature mengenai analisis terbaru tersebut, meski mereka menekankan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan. Penemuan ini diumumkan pada Rabu (10/9/2025) waktu setempat.

Pejabat Administrator NASA Sean Duffy, dikutip dari CNN Science, mengatakan "Jadi, temuan ini sangat mungkin menjadi tanda paling jelas keberadaan kehidupan yang pernah kita temukan di Mars, dan itu sungguh luar biasa."

baca juga

Sampel yang diberi nama Cheyava Falls itu diambil oleh Perseverance dari singkapan batuan di tepi lembah sungai Neretva Vallis, wilayah yang dulunya dibentuk oleh aliran air menuju Kawah Jezero lebih dari 3 miliar tahun lalu.

Rover tersebut mendarat di dalam kawah itu pada Februari 2021 untuk menjelajahi bekas danau kuno, dengan tujuan mencari batuan yang tercipta atau mengalami perubahan akibat keberadaan air di masa lampau Mars.

NASA pertama kali mengumumkan penemuan batu Cheyava Falls pada akhir Juli 2024, dan pengumuman baru pada Rabu ini merupakan hasil dari proses penelitian panjang yang telah melalui tinjauan para peneliti serta pengumpulan data tambahan yang dilakukan selama hampir setahun.

"Lingkungan yang Mungkin Dapat Dihuni?"

Ilustrasi Kawah Jezero (NASA/JPL-Caltech/USGS)
Ilustrasi Kawah Jezero (NASA/JPL-Caltech/USGS)

Meskipun sampel itu kini tersimpan aman di dalam tabung, jauh di Mars, para ilmuwan tetap tertarik menelitinya karena diyakini dapat memberikan petunjuk apakah kehidupan mikroskopis pernah ada di planet tersebut.

"Kami membagikan penemuan kemungkinan biosignature — yakni ciri atau jejak yang mungkin berkaitan dengan proses biologis, meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan asal-usul biologisnya", ujar Katie Stack Morgan dikutip dari CNN Science, ilmuwan proyek Perseverance di Jet Propulsion Laboratory NASA, pusat penjelajahan robotik NASA.

Lebih dari 3,5 miliar tahun yang lalu, menurut Stack Morgan, Neretva Vallis kemungkinan dipenuhi aliran sungai deras yang membawa lumpur, pasir, dan kerikil menuju sebuah danau.

Ia menambahkan, di dalam kawah, suasana yang dinamis itu kemungkinan sesekali berganti menjadi masa yang lebih tenang ketika air tertahan, menciptakan lingkungan danau dengan energi yang relatif rendah.

"Ketika air akhirnya mengering, ia meninggalkan singkapan bebatuan tempat Cheyava Falls ditemukan — yang disebut Bright Angel — dan menyimpan jejak tentang ‘lingkungan yang mungkin dapat dihuni’ di Mars", kata Stack Morgan.

"Batuan purba ini memberi kita jendela menuju masa yang tidak banyak terwakili di Bumi, tetapi merupakan periode ketika kehidupan mulai muncul di Bumi, dan mungkin juga di Mars," tambahnya.

Apakah Ada Kehidupan Biologis?

Sampel Cheyava Falls yang ditemukan di Mars (NASA/JPL-Caltech)
Sampel Cheyava Falls yang ditemukan di Mars (NASA/JPL-Caltech)

Analisis mendalam mengenai penemuan ini juga dilakukan oleh ahli geosains dan planet Joel Hurowitz dari Universitas Stony Brook, AS. Ia bersama timnya telah melakukan penelitian bahkan sejak Rover Perseverance tiba di Mars pada 2021 

Menurutnya, penjelasan paling masuk akal untuk bintik-bintik menyerupai tutul pada batu Cheyava Falls, serta bebatuan serupa di formasi Bright Angel, adalah adanya proses biologis.

Walaupun tim peneliti tidak menyatakan telah menemukan fosil kehidupan di Mars, mereka berpendapat bahwa batuan tersebut memiliki ciri-ciri yang mungkin terbentuk oleh aktivitas biologis yang disebut sebagai biosignature potensial.

Istilah ini merujuk pada karakteristik, unsur, molekul, zat, atau fitur apa pun yang bisa dihasilkan oleh kehidupan masa lalu, tetapi juga bisa terbentuk tanpa adanya kehidupan.

Namun para ilmuwan menegaskan bahwa diperlukan lebih banyak data sebelum menyimpulkan apakah aktivitas mikroba benar-benar menjadi penyebab terbentuknya fitur yang terlihat pada batu lumpur tersebut.

Hurowitz, dikutip dari ScienceAlert (11/9/2025) menjelaskan bahwa yang menarik dari temuan ini adalah adanya campuran lumpur dan materi organik yang bereaksi sehingga menghasilkan mineral serta tekstur tertentu. 

Ia menambahkan, ketika para peneliti melihat ciri-ciri seperti ini, biasanya hal tersebut merupakan hasil sampingan dari proses metabolisme mikroba yang memanfaatkan materi organik dan kemudian membentuk mineral melalui reaksi tersebut.

Pencarian yang Terus Berlanjut

Permukaan Planet Mars (NASA/JPL-Caltech)
Permukaan Planet Mars (NASA/JPL-Caltech)

Dalam penelitian tersebut yang masih terus berlanjut, para peneliti ingin mencari dua kemungkinan skenario mengenai bagaimana ciri-ciri batuan itu terbentuk: apakah karena adanya kehidupan atau justru tanpa keterlibatan kehidupan sama sekali.

Para ilmuwan masih mempelajari konteks geologi dari sampel tersebut, namun pengumuman baru ini telah memberikan gambaran umum tentang bagaimana mereka saat ini memahami batuan Cheyava Falls serta wilayah sungai purba Mars.

Mereka juga berharap sampel-sampel ini pada akhirnya dapat dibawa kembali ke Bumi untuk dipelajari di laboratorium, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam.

"Hari ini kami benar-benar menunjukkan bagaimana kami selangkah lebih dekat untuk menjawab salah satu pertanyaan paling mendalam dalam sejarah umat manusia, yaitu: apakah kita benar-benar sendirian di alam semesta?" ujar Nicky Fox, Associate Administrator untuk Direktorat Misi Sains NASA, dilansir dari CNN Science (11/9/2025)

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rover Perseverance NASA Temukan Petunjuk Baru Kehidupan Purba di Mars

Rover Perseverance NASA Temukan Petunjuk Baru Kehidupan Purba di Mars

Tekno | Kamis, 11 September 2025 | 18:11 WIB

Mengejutkan! Mantan Agen CIA ini Klaim Punya Bukti Kehidupan di Mars

Mengejutkan! Mantan Agen CIA ini Klaim Punya Bukti Kehidupan di Mars

Tekno | Kamis, 06 Maret 2025 | 11:28 WIB

Penemuan Struktur Persegi di Mars Buat Geger, Teori Konspirasi Baru Muncul!

Penemuan Struktur Persegi di Mars Buat Geger, Teori Konspirasi Baru Muncul!

Tekno | Rabu, 05 Maret 2025 | 14:37 WIB

Terkini

Bapak Ternyata Anggota LSM, Begini Modus Staf Admin KPK Peras Bupati Pemalang Rp2 Miliar

Bapak Ternyata Anggota LSM, Begini Modus Staf Admin KPK Peras Bupati Pemalang Rp2 Miliar

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:48 WIB

Bukan Sekadar Bantuan, Bhakti Presisi Polresta Solo Pererat Kebersamaan dengan Ojol dan Supeltas

Bukan Sekadar Bantuan, Bhakti Presisi Polresta Solo Pererat Kebersamaan dengan Ojol dan Supeltas

Surakarta | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:47 WIB

4 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel, Ada Anak-anak

4 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel, Ada Anak-anak

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:45 WIB

MKD Akan Panggil Deddy Sitorus, Tak Perlu Tunggu Reses Selesai

MKD Akan Panggil Deddy Sitorus, Tak Perlu Tunggu Reses Selesai

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:44 WIB

Dikecam! Pelatihan Jalan di Atas Api Pegawai BPJS TK Hanya Hamburkan Iuran Pekerja

Dikecam! Pelatihan Jalan di Atas Api Pegawai BPJS TK Hanya Hamburkan Iuran Pekerja

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:41 WIB

Makin Menegangkan! Film Fall 2: Deadpoint Siap Rilis pada September 2026

Makin Menegangkan! Film Fall 2: Deadpoint Siap Rilis pada September 2026

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:40 WIB

Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR

Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR

Jawa Tengah | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:33 WIB

Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar

Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:32 WIB

Aston Villa Jalal Stadion GBK, Alejandro Garnacho Cs Latihan di Bawah Terik Matahari

Aston Villa Jalal Stadion GBK, Alejandro Garnacho Cs Latihan di Bawah Terik Matahari

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:31 WIB

No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!

No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:25 WIB

×