Fenomena Santri Ikut Ngecor Jadi Sorotan, Gus Miftah: Itu Bukan Nguli tapi Cari Berkah

Agatha Vidya Nariswari, Rezza Dwi Rachmanta

Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:34 WIB
Fenomena Santri Ikut Ngecor Jadi Sorotan, Gus Miftah: Itu Bukan Nguli tapi Cari Berkah
Gus Miftah menilai bila aktivitas ngecor di ponpes sama mirip mencari berkah. (YouTube Gus Miftah Official)
baca 10 detik
  • Gus Miftah menilai santri ikut ngecor bukan bekerja (nguli), melainkan bentuk tabarrukan atau mencari berkah.

  • Fenomena santri ngecor memicu pro dan kontra publik setelah tragedi robohnya musala Ponpes Al Khoziny.

  • Menurut Gus Miftah, kerja bakti di pesantren adalah inisiatif santri, bukan kewajiban dari kiai.

Suara.com - Fenomena santri ikut 'ngecor' atau mengecor untuk membangun pondok pesantren baru-baru ini viral. Meski ramai memancing kritikan, Gus Miftah menilai bila aktivitas 'ngecor' tersebut sama seperti mencari berkah.

Ia juga menggarisbawahi bila fenomena tersebut wajar ditemukan di pondok pesantren.

Menurut penjelasan Gus Miftah, tradisi itu merupakan inisiatif para santri dan merupakan bagian dari 'mencari berkah'. Pernyataan ini memancing pro dan kontra netizen di X.

Perlu diketahui, tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur pada pada Senin (28/9) sore menuai perhatian banyak pihak.

Menurut data BNPB awal Oktober, jumlah korban yang terdampak mencapai 171 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat 104 korban selamat, 67 korban meninggal dunia termasuk 8 bagian tubuh.

Usai tragedi itu menuai sorotan, muncul pengakuan orang tua korban yang menyebut bahwa sang anak pernah diminta untuk ikut ngecor bangunan pondok pesantren.

Tak berselang lama, video santri yang 'ngecor' pada pondok pesantren lain turut viral.

Salah satu video memperlihatkan puluhan santri ikut mengecor bangunan yang cukup tinggi.

Publik terbelah menjadi dua kubu, antara pro dan kontra. Meski begitu, ratusan netizen di X nampak menyinyiri video viral itu.

baca juga

Gus Miftah sendiri meminta netizen yang tidak pernah 'mondok' (menimba ilmu di ponpes) ikut berkomentar dengan aktivitas tersebut.

Melalui acara Mujahadah Dzikrul Ghofilin di Ponpes Ora Aji, Sleman Yogyakarta pada Sabtu (11/10/2025), Gus Miftah menjelaskan bila Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran bukan tempat biasa.

Ponpes ini melahirkan tokoh besar bangsa, salah satunya KH Hasyim Asy'ari. Ia adalah pahlawan nasional dan pendiri organisasi massa Islam Nahdlatul Ulama (NU).

"La seperti pondok Al-Khoziny Buduran yang kemarin kena musibah. Dari pondok itu, kalian tahu alumninya siapa? Mbah Hasyim Asy'ari. Mana lagi? Mbah Kholil, Mbah Wahab. Saya itu malu ada ungkapan, Kyai naik Pajero, Bu Nyai naik Alphard, santrinya disuruh nguli. Itu bahasa yang nggak pernah mondok (menempa ilmu di pondok pesantren). Malu saya, ngarang saja itu," ungkap Gus Miftah.

Mantan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan ini menyayangkan pernyataan 'stop nguli di ponpes'.

Menurut Gus Miftah, fenomena ngecor di pondok adalah inisiatif santri sendiri.

"Kok sekarang ada yang bilang 'Di Ponpes Stop Nguli'. Semua bangunan pasrahkan kepada tukang. Orang yang pernah mondok, tidak akan pernah mengatakan itu 'Nguli'. Ro'an itu bukan nguli, tapi Tabarukkan, ngalap berkah. Itu bukan kewajiban dari kyai, tapi inisiatif dari santri. Jadi orang yang mengatakan kerja bakti di pondok itu nguli saya pastikan orang itu nggak pernah mondok," tambahnya.

Gus Miftah juga menjelaskan adanya istilah Ro'an yang berarti mencari berkah.

"Karena beda antara Nguli dengan Ro'an. Nguli itu kerja, Ro'an Adalah Tabarrukan (mencari keberkahan atau kebaikan dari Allah SWT). Makanya orang-orang yang nggak pernah mondok tidak perlu komentari pondok," ungkap Gus Miftah.

Cuplikan video Gus Miftah viral setelah dibagikan oleh akun @CakKhum. Video tersebut menuai ratusan retweet dan beragam komentar dari netizen.

"Kebetulan aku jualan di lingkungan ponpes, rata-rata santri ngeluh kalo disuruh kerja bakti, ikut kerja bakti karena takut sama abahnya," cuit @d**i_s**okers.

"Ngecor itu bagian ahli teknik sipil, serahkan kepada ahlinya saja. Santri tugas belajar saja. Kalo santri ngecor, mereka nggak ngerti ukuran dan aturannya, kalo pondok roboh, kan yang jadi korban nyawa manusia. Miftah ini emang ngawur," pendapat @m**wi**nukes.

"Kalau ngecor ada arsitek atau tukang berpengalaman yang mendampingi setahuku dulu wajar di pesantren," balas @a**i**am.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Miftah Serukan #BoikotTrans7, Imbas Tayangan Soal Pondok Pesantren Lirboyo

Gus Miftah Serukan #BoikotTrans7, Imbas Tayangan Soal Pondok Pesantren Lirboyo

Entertainment | Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:44 WIB

Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Ponpes Salaf Terbesar Diduga Dilecehkan Acara TV

Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Ponpes Salaf Terbesar Diduga Dilecehkan Acara TV

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:00 WIB

Trans7 Minta Maaf Buntut Kontroversi Tayangan Ponpes Lirboyo

Trans7 Minta Maaf Buntut Kontroversi Tayangan Ponpes Lirboyo

Entertainment | Selasa, 14 Oktober 2025 | 12:35 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×