Terungkap! Ini Biang Kerok Cuaca Panas Menyengat di Indonesia, BMKG Ungkap Faktanya

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 19:46 WIB
Terungkap! Ini Biang Kerok Cuaca Panas Menyengat di Indonesia, BMKG Ungkap Faktanya
Ilustrasi cuaca. (freepik)

Suara.com - Beberapa pekan terakhir, banyak wilayah di Indonesia mengalami suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya. Sosial media ramai dengan meme dan juga pembahasan apa penyebab cuaca belakangan jadi panas? 

Jelas, fenomena ini bukan tanpa sebab. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi panas terik yang terjadi pada awal hingga pertengahan Oktober 2025 ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor atmosfer, mulai dari gerak semu matahari hingga pengaruh monsun dan dinamika atmosfer global.

Setiap tahunnya, Indonesia mengalami periode peralihan musim yang ditandai oleh perubahan arah angin dan suhu udara. Pada Oktober ini, posisi semu matahari berada sedikit di selatan ekuator. Akibatnya, wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, menerima paparan sinar matahari yang lebih intens.

Selain itu, pengaruh Monsun Australia turut memperkuat suhu panas di siang hari. Udara kering yang berasal dari Australia menyebabkan kelembapan udara menurun, sehingga panas terasa lebih menyengat. Berdasarkan pengamatan BMKG, suhu maksimum udara dalam beberapa hari terakhir mencapai 38 derajat celcius di sejumlah daerah, seperti Karanganyar 38,2 derajat celcius, Majalengka 37,6 derajat celcius, Boven Digoel 37,3 derajat celcius, dan Surabaya 37,0 derajat celcius.

Penyebab Panas di Siang Hari, Hujan di Malam Hari

Ilustrasi Cuaca Panas (freepik)
Ilustrasi cuaca panas (freepik)

Meski cuaca panas mendominasi pagi hingga siang hari, fenomena hujan lokal dengan intensitas tinggi masih tetap terjadi di sore dan malam hari. BMKG mencatat hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah, seperti Belawan, Deli Serdang, dan Kapuas Hulu dengan curah hujan lebih dari 100 mm per hari.

Kondisi ini mencerminkan karakteristik masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, di mana udara panas di siang hari memicu terbentuknya awan konvektif yang kemudian menurunkan hujan di sore hingga malam hari.

Selain faktor lokal, kondisi cuaca Indonesia juga dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global. BMKG menyebut adanya Bibit Siklon Tropis 96W di Samudra Pasifik timur Filipina yang meskipun peluangnya menjadi siklon tropis masih rendah, tetap membentuk daerah konvergensi di sekitar Maluku dan Papua.

Sementara itu, sirkulasi siklonik di sekitar barat Sumatra dan Laut Natuna turut memicu pembentukan awan hujan di wilayah sekitarnya. Aktivitas Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang bergerak melintasi Indonesia juga meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di beberapa wilayah seperti Aceh, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.

baca juga

Pada skala global, nilai Dipole Mode Index (DMI) yang negatif (−1.39) menunjukkan meningkatnya suplai uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi ini berpotensi memperkuat hujan di Sumatra dan sebagian Jawa.

Prakiraan Cuaca Sepekan ke Depan

BMKG memprediksi bahwa hingga akhir Oktober 2025, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia akan didominasi oleh kondisi cerah hingga berawan pada pagi hingga siang hari. Namun, potensi hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi di sore atau malam hari di wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Untuk periode 17–23 Oktober 2025, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di berbagai wilayah, termasuk Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan Papua Tengah.

BMKG juga menetapkan status Siaga Hujan Lebat dan Sangat Lebat di beberapa daerah tersebut, sementara angin kencang berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Selatan.

Waspadai Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

Meskipun cuaca panas masih akan terasa hingga awal November, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. BMKG memperingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, masyarakat diminta menjaga kebersihan saluran drainase dan tidak membuang sampah sembarangan agar air hujan dapat mengalir dengan lancar.

BMKG memberikan beberapa imbauan penting agar masyarakat tetap nyaman dan aman selama periode peralihan ini:

1. Hindari paparan sinar matahari langsung dalam durasi lama, terutama antara pukul 10.00–14.00.

2. Gunakan pelindung diri seperti topi, payung, kacamata hitam, dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

3. Perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat suhu tinggi.

4. Hindari area terbuka ketika terjadi hujan disertai petir.

5. Pantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG di www.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, dan akun media sosial @infoBMKG.

Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis dan fluktuatif, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan siaga menghadapi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Cuaca panas yang melanda saat ini hanyalah bagian dari proses alami transisi menuju musim hujan, namun kewaspadaan tetap diperlukan agar aktivitas harian berjalan aman dan nyaman.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Cuaca Hari Ini: Waspada Cuaca Panas dan Potensi Hujan 18 Oktober 2025

Prediksi Cuaca Hari Ini: Waspada Cuaca Panas dan Potensi Hujan 18 Oktober 2025

News | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 12:28 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Cuaca Panas, Kulit Glowing di Bawah Terik Matahari!

5 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Cuaca Panas, Kulit Glowing di Bawah Terik Matahari!

Lifestyle | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 06:30 WIB

Indonesia Lagi Gerah-gerahnya, Ikuti Tips Ini Agar Cuaca Panas Gak Jadi Bahaya Kesehatan

Indonesia Lagi Gerah-gerahnya, Ikuti Tips Ini Agar Cuaca Panas Gak Jadi Bahaya Kesehatan

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 11:18 WIB

Jakarta Dilanda Panas Ekstrem, Ini Instruksi Pramono kepada Jajarannya

Jakarta Dilanda Panas Ekstrem, Ini Instruksi Pramono kepada Jajarannya

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 21:58 WIB

4 Pilihan Cat Interior Anti Panas Waterproof Harga Mulai 200 Ribuan

4 Pilihan Cat Interior Anti Panas Waterproof Harga Mulai 200 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 16 Oktober 2025 | 15:23 WIB

Sejumlah Daerah Papua Diguncang Gempa 6,6 Magnitudo, Masyarakat Diminta Waspada, Ada Susulan?

Sejumlah Daerah Papua Diguncang Gempa 6,6 Magnitudo, Masyarakat Diminta Waspada, Ada Susulan?

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:18 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×