Jakarta Dilanda Panas Ekstrem, Ini Instruksi Pramono kepada Jajarannya

Vania Rossa, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 16 Oktober 2025 | 21:58 WIB
Jakarta Dilanda Panas Ekstrem, Ini Instruksi Pramono kepada Jajarannya
Ilustrasi Jakarta Dilanda Panas Ekstrem. (Freepik)
baca 10 detik
  • Jakarta mengalami cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 35–37°C, diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025.
  • Pemprov DKI melakukan mitigasi melalui operasi modifikasi cuaca, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, penanaman pohon, dan penguatan sistem drainase.
  • Warga diimbau mengikuti edukasi publik, menghindari aktivitas luar ruangan pada siang hari, memperbanyak minum air, dan memantau informasi resmi BMKG serta Pemprov DKI.
 
 

Suara.com - Cuaca panas ekstrem masih melanda wilayah Jakarta dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara pada Rabu (16/10/2025) mencapai 35 derajat Celsius, dengan kisaran suhu harian antara 26 hingga 34 derajat Celsius. 

Sementara pada 14 Oktober 2025, suhu sempat menembus 37 derajat Celsius di sejumlah wilayah Ibu Kota.

Fenomena panas ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025. BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh gerak semu matahari serta Monsun Australia yang masih aktif, membuat udara terasa kering dan suhu udara meningkat tajam.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan mitigasi dan penanganan dampak cuaca panas ekstrem agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan maupun lingkungan bagi warga.

“Bapak Gubernur telah memerintahkan dinas-dinas terkait untuk segera bertindak dengan langkah konkret berbasis data, mulai dari modifikasi cuaca hingga edukasi masyarakat, demi menjaga kenyamanan dan kesehatan warga Jakarta,” ujar Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/10/2025).

Instruksi tersebut mencakup koordinasi lintas dinas dan lembaga teknis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta diminta melanjutkan dan memperluas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatur distribusi curah hujan dan mengurangi intensitas panas. 

Upaya ini dilakukan bersama BMKG yang memantau potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta diminta meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani kasus yang berkaitan dengan suhu panas, seperti dehidrasi, heatstroke, dan ISPA. 

Dinkes juga akan menggencarkan kampanye edukasi publik agar warga menghindari aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00–14.00, memperbanyak konsumsi air putih, dan mencari tempat teduh saat beraktivitas di luar rumah.

baca juga

Langkah lain juga dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Keduanya diminta mempercepat program penanaman pohon untuk menurunkan efek urban heat island atau suhu panas perkotaan. 

Selain itu, mereka juga memperkuat sistem drainase untuk mencegah banjir rob dan memantau kondisi pohon rawan tumbang akibat angin kencang yang sering terjadi di musim pancaroba.

Tak hanya itu, Pramono juga menyoroti pentingnya partisipasi publik. Pemprov DKI akan menggandeng komunitas warga dan kelompok pegiat lingkungan untuk menyebarluaskan imbauan terkait prioritas bagi pejalan kaki dan pesepeda. 

Pemerintah juga mendorong percepatan pengembangan transportasi ramah lingkungan guna menekan emisi kendaraan yang berkontribusi terhadap panas ekstrem dalam jangka panjang.

Pemprov DKI mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan kesehatan selama cuaca ekstrem berlangsung. Masyarakat diminta memantau informasi resmi dari BMKG, serta melaporkan kondisi darurat melalui layanan 112.

Informasi tambahan dan perkembangan terkini mengenai penanganan cuaca panas di Jakarta juga dapat diakses melalui aplikasi JAKI, situs resmi Pemprov DKI Jakarta, maupun akun media sosial @DKIJakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Panas Ekstrem di Jakarta Tidak Benar, Gubernur Pramono: Cuaca Normal, Tiga Hari ke Depan Hujan

Isu Panas Ekstrem di Jakarta Tidak Benar, Gubernur Pramono: Cuaca Normal, Tiga Hari ke Depan Hujan

News | Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:44 WIB

Badai Api Mengguncang Bumi: Tantangan Baru Ilmuwan di Era Pemanasan Global

Badai Api Mengguncang Bumi: Tantangan Baru Ilmuwan di Era Pemanasan Global

News | Senin, 06 Oktober 2025 | 11:35 WIB

Turki di Ambang Kekeringan Parah: Istanbul Hanya Punya 4 Bulan Air Tersisa

Turki di Ambang Kekeringan Parah: Istanbul Hanya Punya 4 Bulan Air Tersisa

Video | Kamis, 21 Agustus 2025 | 07:05 WIB

Terkini

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Riau | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Harga Bitcoin Rawan Anjlok ke US$ 73.000? Ini Analisisnya

Harga Bitcoin Rawan Anjlok ke US$ 73.000? Ini Analisisnya

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?

Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal

Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:57 WIB

DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?

DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Polisi Gulung Jaringan Sabu Tambora Jakarta Barat Beserta Pengedar

Polisi Gulung Jaringan Sabu Tambora Jakarta Barat Beserta Pengedar

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar

Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar

Jatim | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:44 WIB

4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi

4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:37 WIB

×