Mengapa Ada Suhu Panas serta Hujan Angin di Bulan Ini? BRIN dan BMKG Beri Penjelasan

Nur Khotimah, Rezza Dwi Rachmanta

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:09 WIB
Mengapa Ada Suhu Panas serta Hujan Angin di Bulan Ini? BRIN dan BMKG Beri Penjelasan
Ilustrasi cuaca panas. (Pixabay/ Engin_Akyurt)
baca 10 detik
  • Suhu panas disebabkan pergeseran semu matahari ke selatan dan berkurangnya pembentukan awan hujan.

  • Cuaca ekstrem terjadi karena kombinasi suhu tinggi siang hari dan hujan deras sporadis malam hari.

  • BRIN dan BMKG memperkirakan suhu panas bisa bertahan hingga akhir Oktober atau awal November.

Suara.com - Suhu panas pada pekan ini ramai menjadi pembicaraan netizen di media sosial. Publik tentu bertanya mengapa terdapat suhu panas dan hujan yang disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini memberikan sejumlah penjelasan mengapa suhu panas berlangsung di Indonesia.

Kombinasi gerak semu matahari dan berkurangnya pertumbuhan awan disebut menjadi penyebab adanya suhu panas.

Ahli Klimatologi dan Profesor Riset Klimatologi & Perubahan Iklim di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer, BRIN, Prof. Dr. Erma Yulihastin mengungkap bila cuaca panas yang juga diikuti hujan deras masih berlangsung pada dasarian ke-3 Oktober (tanggal 21-30).

"Hot spells ini berlangsung lama, dari jam 11 hingga 4 sore, dan pada malam hari biasanya cuaca berubah cepat menjadi hujan deras singkat dan sporadis. Cuaca yang berubah cepat dari panas menyengat menjadi hujan deras akan jadi pola yang konsisten terjadi pada dasarian ke-3 Oktober," tulis Prof. Dr. Erma Yulihastin (@EYulihastin).

Panas trending di X pada pertengahan Oktober 2025. (X)
Panas trending di X pada pertengahan Oktober 2025. (X)

Ia saat itu menanggapi utas dari akun BRIN berjudul "Panasnya udah nggak wajar. Ini alasan kenapa akhir-akhir ini terasa panas banget".

Pantauan melalui Trends24.in, topik "Panas" berhasil trending di X pada 15 hingga 16 Oktober 2025 setelah dicuitkan puluhan ribu kali.

Tak hanya itu, netizen juga mengunggah beberapa meme untuk menyemarakkan topik tersebut.

"Panas" masih digaungkan oleh netizen X di sejumlah wilayah pada 19 Oktober, terutama Jakarta dan beberapa kota di Jawa Timur.

baca juga

Beberapa postingan viral menampilkan pohon tumbang serta kaca pecah akibat angin kencang di sejumlah wilayah.

Mengutip laman resmi BMKG, daerah yang mengalami suhu panas pada pertengahan Oktober antara lain; Karanganyar, Jawa Tengah (38.2°C), Majalengka, Jawa Barat (37.6°C), Boven Digoel, Papua (37.3°C), dan Surabaya, Jawa Timur (37.0°C).

Di sisi lain, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada sore hingga malam hari akibat adanya aktivitas konvektif lokal terjadi di beberapa wilayah, seperti: Belawan, Sumatera Utara (117.6 mm/hari), Deli Serdang, Sumatera Utara (110.4 mm/hari), dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (88.4 mm/hari).

"Berdasarkan hasil pemantauan dinamika atmosfer terkini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah di Indonesia," bunyi pernyataan dari BMKG.

Menurut BMKG, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan pada 19-23 Oktober 2025.

Meski begitu, terdapat sejumlah wilayah yang harus waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang. Berikut prediksi cuaca pada 19-23 Oktober 2025:

  • Siaga (Hujan lebat – sangat lebat) : Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Barat.
  • Angin Kencang : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan.

Mengapa Ada Suhu Panas serta Hujan Angin pada Bulan Ini?

"Saat ini kenapa terlihat panas? Karena di sisi selatan matahari sekarang itu udah bergeser di selatan wilayah Indonesia. Ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dikutip dari Antara, Minggu (19/10/2025).

Di sisi lain, BRIN memprediksi bila cuaca panas diperkirakan masih akan bertahan hingga akhir Oktober.

Namun, jika hujan belum turun secara merata, periode suhu tinggi ini bisa berlangsung hingga November.

Posisi semu matahari berada di selatan ekuator, membuat sinar matahari jatuh lebih tegak sehingga suhu siang hari meningkat.

Selain itu terdapat pembentukan bibit siklon tropis 96W di Laut Filipina yang membuat awan terkonsentrasi di Belahan Bumi Utara.

Akibatnya, wilayah di selatan ekuator minim awan dan terasa lebih panas di siang hari.

Selain perubahan iklim, aktivitas manusia, industri, dan berkurangnya ruang hijau juga memicu fenomena pulau panas perkotaan (urban heat island) yang membuat suhu di kota makin tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRIN Temukan Mikroplastik dalam Hujan, Pemprov DKI: Ini Alarm Lingkungan

BRIN Temukan Mikroplastik dalam Hujan, Pemprov DKI: Ini Alarm Lingkungan

News | Minggu, 19 Oktober 2025 | 12:35 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Cuaca Panas, Kulit Glowing di Bawah Terik Matahari!

5 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Cuaca Panas, Kulit Glowing di Bawah Terik Matahari!

Lifestyle | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 06:30 WIB

Indonesia Lagi Gerah-gerahnya, Ikuti Tips Ini Agar Cuaca Panas Gak Jadi Bahaya Kesehatan

Indonesia Lagi Gerah-gerahnya, Ikuti Tips Ini Agar Cuaca Panas Gak Jadi Bahaya Kesehatan

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 11:18 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×