Suara.com - Setelah tujuh tahun menemani para pemain membangun rumah impian dan kisah virtual mereka, Electronic Arts (EA) akhirnya mengumumkan bahwa The Sims Mobile akan resmi ditutup pada 20 Januari 2026.
Pengumuman ini disampaikan melalui blog resmi EA pada Minggu (20/10), di mana tim pengembang menyampaikan ucapan terima kasih kepada jutaan pemain di seluruh dunia.
“Komunitas The Sims Mobile penuh dengan kreativitas, kebaikan, dan imajinasi. Kami kagum dengan cerita dan rumah-rumah yang kalian bangun,” tulis tim pengembang dalam pernyataannya. “Sebagai bentuk apresiasi, kami menyiapkan beberapa kejutan menjelang babak terakhir perjalanan ini.”
Proses penutupan game yang dirilis pada 2018 ini akan dilakukan secara bertahap, mulai 20 Oktober 2025 hingga tutup permanen pada 20 Januari 2026 mendatang.
Artinya, game ini tidak bisa lagi diunduh oleh pemain baru, sementara pengguna lama masih bisa mengaksesnya sampai server resmi dimatikan.
EA menyebutkan bahwa pembaruan terakhir sudah mulai diluncurkan pada pekan ini, dan akan menjadi penutup bagi perjalanan panjang game tersebut.
Menjelang penutupan, EA juga mengadakan beberapa event musiman terakhir, seperti Eerie Autumn Festival dan Cozier Home Sweet Treat Showdown. Semua pembelian dalam game (IAP) telah dihapus, dan pemain kini mendapat energi tak terbatas sebagai bentuk perpisahan manis dari tim pengembang.
Pada 6 Januari 2026, EA juga akan membuka seluruh item di Build Mode dan Create-A-Sim (CAS) agar pemain bisa bebas berkreasi sebelum game benar-benar ditutup dua minggu kemudian.
Dalam pernyataannya, EA menegaskan bahwa semua pembelian yang dilakukan sebelum 20 Oktober 2025 masih bisa digunakan hingga server ditutup, namun tidak ada pengembalian uang (refund) setelah game berhenti beroperasi.
“Setelah 20 Januari 2026, The Sims Mobile tidak lagi bisa dimainkan, dan semua mata uang premium yang tersisa tidak dapat dikembalikan,” tulis EA dalam blog tersebut.
Penutupan The Sims Mobile tidak berarti akhir dari seluruh seri The Sims. EA memastikan bahwa The Sims FreePlay, game mobile lain yang lebih dulu rilis pada 2011, tetap berjalan seperti biasa dan masih mendapat pembaruan rutin.
Berbeda dari The Sims Mobile yang berfokus pada satu keluarga, FreePlay memungkinkan pemain mengelola banyak rumah tangga sekaligus. Menurut data dari Appmagic, FreePlay justru masih menghasilkan sekitar $2,2 juta per bulan dan 1 juta unduhan — jauh lebih tinggi dibanding The Sims Mobile yang dalam enam bulan terakhir hanya menghasilkan sekitar $150.000 per bulan dari 300.000 unduhan.
Sejak diluncurkan pada Maret 2018, The Sims Mobile telah memperoleh lebih dari 152 juta unduhan dan menghasilkan sekitar $81 juta untuk EA. Namun, dalam dua tahun terakhir, minat pemain dan pendapatannya menurun tajam.
Keputusan ini datang di tengah restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan EA. Tahun depan, perusahaan tersebut akan beralih menjadi perusahaan privat setelah kesepakatan akuisisi senilai $55 miliar disetujui oleh para investor.
Kesepakatan itu melibatkan sejumlah pihak besar, termasuk Silver Lake, Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, dan Affinity Partners, perusahaan investasi milik Jared Kushner.
Selain The Sims Mobile, EA juga telah menutup beberapa game mobile lainnya dalam dua tahun terakhir, seperti Kim Kardashian: Hollywood, The Simpsons: Tapped Out, F1 Mobile, dan Lord of the Rings: Battle for Middle-Earth.
Mereka juga telah menggabungkan divisi game mobile dengan tim pengembang utama pada Maret 2024 untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada proyek besar seperti The Sims 4 dan pengembangan game The Sims generasi berikutnya.
Lewat akun resmi X (Twitter), EA menutup pengumuman dengan pesan haru untuk para penggemar.
“Kami sangat berterima kasih atas cinta, dukungan, dan kreativitas yang telah kalian berikan untuk The Sims Mobile selama tujuh tahun terakhir. Kami ingin bab terakhir ini terasa istimewa bagi semua pemain,” tulis EA.
Walau perpisahan ini terasa pahit, komunitas The Sims masih punya tempat untuk berkreasi lewat FreePlay maupun The Sims 4.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa