Pembuat Final Fantasy 7 Rebirth Ungkap Karya Manusia Lebih Baik dari AI

Nur Khotimah, Rezza Dwi Rachmanta

Senin, 27 Oktober 2025 | 12:30 WIB
Pembuat Final Fantasy 7 Rebirth Ungkap Karya Manusia Lebih Baik dari AI
Final Fantasy 7 Rebirth. (Square Enix)
baca 10 detik
  • Naoki Hamaguchi menegaskan bahwa karya kreatif manusia tetap lebih unggul dibanding hasil buatan AI.

  • Ia menolak penggunaan AI dalam sisi kreatif pengembangan game, menekankan pentingnya intuisi dan kolaborasi manusia.

  • Hamaguchi melihat AI hanya sebagai alat bantu efisiensi, bukan pengganti kreativitas manusia dalam mencipta game.

Suara.com - Artificial Intelligence (AI) sudah merambah ke berbagai sektor, salah satunya industri game. Pembuat Final Fantasy 7 Rebirth baru-baru ini mengungkap bila manusia dapat membuat karya game yang lebih baik dari AI.

Itu merupakan respons atas banyaknya campur tangan AI pada sektor industri game.

Sutradara Final Fantasy 7 Rebirth, Naoki Hamaguchi, memberikan pandangan tegas yang menenangkan hati gamer.

Ia menegaskan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, sentuhan manusia dalam menciptakan sebuah karya seni tak akan tergantikan.

Visi ini menjadi angin segar bagi para penggemar yang khawatir AI akan menggerus jiwa dari game yang mereka cintai.

Dalam sebuah wawancara, Hamaguchi menjelaskan bahwa meskipun Square Enix belum memiliki "kebijakan atau aturan yang baku" terkait AI, secara pribadi ia menarik garis batas yang jelas.

Baginya, "penggunaan AI di sisi kreatif pengembangan game, terutama saat ini, bukanlah sesuatu yang bisa kami lanjutkan."

Sikap ini menunjukkan komitmen mendalam pada proses kreatif tradisional yang mengandalkan intuisi, emosi, dan kolaborasi tim.

Ia tidak menampik bahwa pengembangan game adalah bisnis rumit dengan "banyaknya bagian yang bergerak dan hal-hal yang perlu diperhatikan," namun solusi untuk efisiensi menurutnya adalah "topik yang lebih besar daripada AI".

baca juga

Mengutip GameRadar, pandangan ini sejalan dengan kreator legendaris lainnya seperti Hideo Kojima, yang melihat AI lebih sebagai "teman" untuk "menangani tugas-tugas pengembangan yang membosankan."

Hamaguchi pun mengakui potensi AI untuk membantu mencari referensi atau sumber daya.

Namun, untuk urusan meracik narasi, mendesain karakter, atau membangun dunia yang imersif, ia percaya pada kekuatan tim.

Puncaknya, Hamaguchi menyampaikan sebuah pernyataan kuat yang menjadi esensi dari filosofinya.

"Saya ingin berpikir, sebagai kreator dan sebagai bagian dari tim kreatif saya, betapa pun AI mencoba mengganggu dan mengambil bagian dalam sisi kreatif, sebagai manusia, sebagai tim saya, kami ingin menjadi kreator yang cukup baik sehingga kami bisa melakukan lebih baik daripada AI, dan kami pasti akan mendorongnya," ungkap Hamaguchi.

Pernyataan ini bukan sekadar penolakan terhadap teknologi, melainkan sebuah tantangan bagi para kreator untuk terus mengasah kemampuan mereka hingga melampaui apa yang bisa dihasilkan oleh algoritma sekalipun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawai, AI, dan Jerat Adiksi Digital yang Mengancam Generasi Indonesia

Gawai, AI, dan Jerat Adiksi Digital yang Mengancam Generasi Indonesia

Your Say | Minggu, 26 Oktober 2025 | 20:05 WIB

AI 'Bunuh' Media? Investor Kelas Kakap Justru Ungkap Peluang Emas, Ini Syaratnya

AI 'Bunuh' Media? Investor Kelas Kakap Justru Ungkap Peluang Emas, Ini Syaratnya

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 21:05 WIB

Video Perbandingan Tampilan Final Fantasy 7 Remake Switch 2 vs Konsol Beredar

Video Perbandingan Tampilan Final Fantasy 7 Remake Switch 2 vs Konsol Beredar

Tekno | Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:00 WIB

Terkini

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

×