Mengapa Es Mengapung di Air? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Agung Pratnyawan | Suara.com

Senin, 10 November 2025 | 19:13 WIB
Mengapa Es Mengapung di Air? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi es. [Shutterstock]

Suara.com - Fenomena es yang selalu mengapung di permukaan air mungkin terasa biasa saja dalam kehidupan sehari-hari. Namun, bagi para ilmuwan, perilaku unik air ini merupakan salah satu keanehan paling menarik di dunia sains. Bagaimana es mengapung di air?

BBC Science Focus (11/2/2021) pernah membahas fenomena ini secara mendalam, menjelaskan alasan mengapa es justru lebih ringan dibandingkan air berlawanan dengan sifat kebanyakan zat lain di alam.

Secara umum, benda padat biasanya memiliki massa jenis yang lebih tinggi daripada bentuk cairnya. Itu sebabnya sebagian besar benda akan tenggelam ketika masuk ke dalam air.

Tetapi kasus air berbeda. Ketika membeku, air justru membentuk struktur yang membuatnya kurang rapat, sehingga massa jenisnya menurun dan es akan mengapung.

Untuk memahami mengapa es mengapung di air, pertama-tama kita perlu kembali melihat prinsip dasar tentang keterapungan.

Menurut Hukum Archimedes, setiap benda yang dimasukkan ke dalam air akan mengalami gaya ke atas, yang disebut gaya apung. Besarnya gaya ini setara dengan berat air yang dipindahkan oleh benda tersebut.

Ketika sebuah benda berada di dalam air, sebagian volumenya akan menggantikan air di sekitarnya. Air yang tergeser ini menghasilkan gaya ke atas. Jika gaya ke atas sama atau lebih besar dari berat benda, maka benda akan mengapung.

Pada kasus es, massa jenisnya lebih kecil dibandingkan air, sehingga gaya apung yang diterima cukup untuk menahannya tetap terapung di permukaan.

Dalam fisika, massa jenis ditentukan oleh perbandingan antara massa dan volume. Ketika air berubah menjadi es, volume air justru bertambah meskipun massanya tetap sama. Perubahan volume inilah yang membuat massa jenis es turun dibandingkan air cair.

Agar sebuah benda dapat mengapung, massa jenisnya harus lebih rendah daripada massa jenis air. Rumus yang menjelaskan hal ini cukup sederhana: gaya apung setara dengan massa jenis air dikalikan volume air yang tergeser dan dikalikan percepatan gravitasi.

Jika gaya apung ini lebih besar daripada berat benda, benda tersebut akan tetap mengapung.

Air adalah salah satu zat yang menunjukkan perilaku tak lazim dibandingkan zat lain. Pada umumnya, molekul pada benda padat tersusun sangat rapat dalam struktur yang disebut kisi kristal.

Ketika benda itu dipanaskan, susunan molekulnya longgar dan akhirnya berubah menjadi cair. Ketika pemanasan dilanjutkan, molekul bisa bergerak bebas dan berubah menjadi gas.

Urutannya jelas: padat → cair → gas, yang berarti semakin panas suatu zat, semakin rendah massa jenisnya.

Namun air berbeda. Air mencapai massa jenis tertinggi pada suhu sekitar 4°C. Ketika suhu turun di bawah angka tersebut, air mulai mengembang sesuatu yang tidak umum terjadi pada zat lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Hilal? Ini Penjelasan Ilmiah dan Cara Menentukannya

Apa Itu Hilal? Ini Penjelasan Ilmiah dan Cara Menentukannya

Tekno | Jum'at, 28 Februari 2025 | 14:17 WIB

Merinding? Ini Penjelasan Ilmiah Kenapa Kamu Merasa Melihat Hantu

Merinding? Ini Penjelasan Ilmiah Kenapa Kamu Merasa Melihat Hantu

Tekno | Jum'at, 24 Januari 2025 | 17:26 WIB

Bikin Penasaran, Ini Penjelasan Ilmiah Kilatan Petir Erupsi Gunung Ruang

Bikin Penasaran, Ini Penjelasan Ilmiah Kilatan Petir Erupsi Gunung Ruang

Tekno | Jum'at, 19 April 2024 | 11:09 WIB

Heboh Hujan Tidak Mau Masuk Jogja Gara-gara Proyek Tol? Ini Penjelasan Ilmiah dan Prakiraan Cuaca

Heboh Hujan Tidak Mau Masuk Jogja Gara-gara Proyek Tol? Ini Penjelasan Ilmiah dan Prakiraan Cuaca

Tekno | Senin, 06 November 2023 | 09:19 WIB

Terkini

Bocoran iPhone 18 Terbaru: Semua Model Dapat Dynamic Island Lebih Kecil, Ini Detailnya

Bocoran iPhone 18 Terbaru: Semua Model Dapat Dynamic Island Lebih Kecil, Ini Detailnya

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:00 WIB

Teaser Honor 600 Series Beredar: Desain Mirip iPhone, Pakai Chip Snapdragon

Teaser Honor 600 Series Beredar: Desain Mirip iPhone, Pakai Chip Snapdragon

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:26 WIB

65 Kode Redeem FF Max Aktif 28 Maret 2026: Raih Diamond, Bundel Panther, dan Skin Angelic

65 Kode Redeem FF Max Aktif 28 Maret 2026: Raih Diamond, Bundel Panther, dan Skin Angelic

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:20 WIB

TikTok Perketat Keamanan Anak di Indonesia, Siap Patuhi PP Tunas 2026 dengan Teknologi AI Canggih

TikTok Perketat Keamanan Anak di Indonesia, Siap Patuhi PP Tunas 2026 dengan Teknologi AI Canggih

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:15 WIB

3 HP Murah iQOO Terbaru Siap Masuk ke Indonesia: Baterai Jumbo, Skor AnTuTu Tinggi

3 HP Murah iQOO Terbaru Siap Masuk ke Indonesia: Baterai Jumbo, Skor AnTuTu Tinggi

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:07 WIB

Laptop Gaming Terbaru 2026 Segera Rilis April, Siap Tembus Esports dengan RTX 50 Series

Laptop Gaming Terbaru 2026 Segera Rilis April, Siap Tembus Esports dengan RTX 50 Series

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:18 WIB

Teknologi AI Vision 2.0 dan Robot Rumah Tangga Jadi Tren di 2026, Smart Home Makin Canggih

Teknologi AI Vision 2.0 dan Robot Rumah Tangga Jadi Tren di 2026, Smart Home Makin Canggih

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:58 WIB

Harga PS5 Naik Mulai April 2026 Akibat Krisis Chip dan Perang, Tambah Mahal Rp1,7 Juta

Harga PS5 Naik Mulai April 2026 Akibat Krisis Chip dan Perang, Tambah Mahal Rp1,7 Juta

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:49 WIB

5 HP 2 Layar Lipat Murah Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Tampilan Berkelas Murah Meriah

5 HP 2 Layar Lipat Murah Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Tampilan Berkelas Murah Meriah

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:46 WIB

Daftar Harga Redmi A Pro dan Redmi TV Max 2026, Smart TV Anyar dengan Layar 144 Hz

Daftar Harga Redmi A Pro dan Redmi TV Max 2026, Smart TV Anyar dengan Layar 144 Hz

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:42 WIB