Apa Itu Deepfake? Teknologi AI yang Bikin Para Artis dan Warga X Ramai Kirim Pesan ke Grok

Farah Nabilla

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:43 WIB
Apa Itu Deepfake? Teknologi AI yang Bikin Para Artis dan Warga X Ramai Kirim Pesan ke Grok
Ilustrasi Grok. (X)
baca 10 detik
  • Teknologi deepfake berbasis AI menuai kontroversi global, terutama setelah dikaitkan dengan kemampuan chatbot Grok di platform X menghasilkan konten seksual.
  • Fenomena ini menjadi isu panas di Indonesia, menimpa member JKT48 Freya Jayawardana yang fotonya disalahgunakan menjadi konten pornografi tanpa izin.
  • Banyak figur publik Indonesia menolak keras penggunaan foto mereka untuk editan AI ilegal, menyuarakan dampak psikologis serta potensi pelanggaran hukum.

Suara.com - Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kembali menuai kontroversi. Kali ini, sorotan publik tertuju pada deepfake, teknologi manipulasi visual berbasis AI yang ramai diperbincangkan setelah dikaitkan dengan Grok, chatbot AI di platform X.

Isu ini kian memanas karena tak hanya menjadi polemik global, tetapi juga menyentuh dunia hiburan Indonesia, termasuk kasus yang menimpa member JKT48, Freya Jayawardana.

Fenomena ini memicu kemarahan publik, artis, hingga pegiat media sosial yang secara terbuka menyerukan penolakan terhadap penggunaan foto mereka sebagai bahan editan AI bermuatan pornografi.

Ilustrasi Deepfake. [Envato]
Ilustrasi Deepfake. [Envato]

Apa Itu Deepfake?

Deepfake adalah teknologi berbasis AI yang memungkinkan seseorang mengubah, menempelkan, atau memanipulasi wajah dan tubuh orang lain dalam foto maupun video, sehingga terlihat sangat realistis. Teknologi ini bekerja dengan mempelajari ribuan data visual untuk meniru ekspresi, sudut wajah, hingga pencahayaan secara presisi.

Di satu sisi, deepfake bisa digunakan untuk kebutuhan positif seperti industri film, iklan, atau edukasi. Namun di sisi lain, teknologi ini menjadi berbahaya ketika digunakan tanpa izin, apalagi untuk konten yang merendahkan, menipu, atau bermuatan seksual.

Nama Grok, chatbot AI milik perusahaan xAI, belakangan menjadi sorotan internasional. Pasalnya, sistem AI ini dinilai terlalu permisif dan dapat menghasilkan gambar editan seksual berbasis foto orang nyata, termasuk figur publik.

Berbagai pihak menilai Grok gagal membangun sistem pengamanan yang memadai, sehingga teknologi AI-nya justru menjadi alat pelecehan digital. Kecaman pun datang dari pemerintah, aktivis digital, hingga masyarakat luas yang menilai penyalahgunaan AI sudah berada di titik mengkhawatirkan.

Kasus Member JKT48

baca juga

Isu deepfake menjadi semakin relevan di Indonesia setelah Freya JKT48 dan beberapa member lainnya dilaporkan menjadi korban penyalahgunaan AI. Foto mereka diedit menggunakan teknologi AI hingga memuat konten pornografi, tanpa izin dan tanpa persetujuan.

Melalui media sosial, manajemen JKT48 secara tegas menyampaikan penolakannya. Ia meminta agar seluruh foto dirinya tidak digunakan, diproses, atau diedit menggunakan AI apa pun, terlebih untuk konten yang merendahkan martabat.

Manajemen JKT48 juga telah bersuara dan mengingatkan bahwa tindakan semacam ini berpotensi melanggar hukum, termasuk pencemaran nama baik dan kekerasan berbasis gender di ranah digital.

Kasus ini memicu efek domino. Sejumlah artis dan figur publik Indonesia ikut menyuarakan keresahan mereka. Banyak yang secara terbuka melarang penggunaan foto pribadi mereka untuk kebutuhan edit AI, khususnya lewat Grok.

"Hai @grok, Saya tidak mengizinkan Anda untuk mengambil, memodifikasi, atau mengedit FOTO saya, baik yang telah dipublikasikan di masa lalu maupun yang akan saya unggah," tulis Arie Kriting yang juga diikuti oleh sejumlah artis dan pengguna X lainnya kepada Grok.

Beberapa artis menyatakan trauma dan takut mengunggah foto ke media sosial karena khawatir disalahgunakan termasuk Bernadya dan Indahkus. Ada pula yang menyebut penyalahgunaan AI sebagai bentuk kekerasan digital baru yang dampaknya bisa sangat merusak secara psikologis.

Seruan ini mendapat dukungan luas dari netizen dan pegiat literasi digital yang menilai bahwa AI harus dikendalikan oleh etika, bukan sekadar kecanggihan teknologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Member JKT48 Jadi Korban Penyalahgunaan AI, Manajemen Siap Ambil Langkah Hukum

Member JKT48 Jadi Korban Penyalahgunaan AI, Manajemen Siap Ambil Langkah Hukum

Entertainment | Selasa, 06 Januari 2026 | 09:05 WIB

SUV Berkelas, Harga ala Xmax: Intip Konsumsi BBM dan Pajak Nissan X-Trail 2006

SUV Berkelas, Harga ala Xmax: Intip Konsumsi BBM dan Pajak Nissan X-Trail 2006

Otomotif | Senin, 05 Januari 2026 | 19:32 WIB

Komisi X DPR RI: John Herdman Harus Bawa Arah Baru dan Fondasi Kuat bagi Timnas Indonesia

Komisi X DPR RI: John Herdman Harus Bawa Arah Baru dan Fondasi Kuat bagi Timnas Indonesia

News | Senin, 05 Januari 2026 | 16:37 WIB

Review Serial Dear X: Transformasi Kim Yoo-jung Menjadi Sosok Antagonis yang Menakutkan

Review Serial Dear X: Transformasi Kim Yoo-jung Menjadi Sosok Antagonis yang Menakutkan

Your Say | Senin, 05 Januari 2026 | 12:26 WIB

Kejar Target Rp 336 Triliun, Bea Cukai Pakai AI demi Penerimaan Negara 2026

Kejar Target Rp 336 Triliun, Bea Cukai Pakai AI demi Penerimaan Negara 2026

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 12:38 WIB

Terkini

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!

Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:39 WIB

×